Senin, 7 Agustus 2023

Junta Myanmar Tak Izinkan Utusan Khusus ASEAN Temui Aung San Suu Kyi

Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Sabtu, 2 Oktober 2021 | 10:18 WIB
Erywan Yusof
Erywan Yusof (AFP / TANG CHHIN Sothy)

Naypyidaw, Beritasatu.com - Junta Myanmar mengatakan, tidak mungkin utusan khusus ASEAN yang ditugaskan untuk memfasilitasi dialog di negara itu akan diizinkan bertemu dengan pemimpin pro-demokrasi terguling Aung San Suu Kyi.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berada di bawah tekanan global untuk membantu menyelesaikan krisis di Myanmar, di mana lebih dari 1.100 orang tewas dalam kekerasan pasca-kudeta menurut sebuah kelompok pemantau.

Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Erywan Yusof, yang terpilih sebagai utusan khusus ASEAN untuk Myanmar pada Agustus setelah perdebatan panjang, telah menyerukan akses penuh ke semua pihak ketika dia berkunjung.

Namun juru bicara junta mengatakan kepada AFP baru-baru ini, bahwa akan "sulit untuk mengizinkan pertemuan dengan mereka yang menghadapi persidangan".

"Kami akan mengizinkan pertemuan dengan organisasi resmi," tambah juru bicara Zaw Min Tun, tanpa memberikan perincian lebih lanjut tentang kapan Myanmar akan memberikan izin kepada utusan itu untuk berkunjung.

Aung San Suu Kyi, 76, saat ini diadili atas serangkaian tuduhan, melanggar pembatasan virus corona selama jajak pendapat yang dimenangkan partainya tahun lalu, mengimpor walkie talkie dan hasutan secara ilegal.

Dia menghadapi puluhan tahun penjara jika terbukti bersalah atas semua tuduhan.

Pengacaranya mengatakan pekan lalu bahwa pemenang Nobel belum menerima permintaan pertemuan dari organisasi lokal dan asing.

"Tanpa pertemuan (dengan Suu Kyi) tidak akan ada hasil," kata analis politik Mg Mg Soe kepada AFP, Jumat (1/10/2021).

"Mereka dapat bergerak selangkah lagi untuk melanjutkan bagaimana mereka dapat bernegosiasi hanya setelah mendengarkan dari kedua belah pihak."

Pemimpin Junta Min Aung Hlaing telah berjanji untuk mengadakan pemilihan umum dan mencabut keadaan darurat pada Agustus 2023, memperpanjang batas waktu yang diberikan tak lama setelah kudeta.



Sumber: AFP

Bagikan

BERITA TERKAIT

DPR Dorong Implementasi Five Point Consensus Myanmar di Sidang AIPA

DPR Dorong Implementasi Five Point Consensus Myanmar di Sidang AIPA

NASIONAL
Junta Militer Myanmar Perpanjang Kondisi Darurat, Pemilu Terancam Ditunda

Junta Militer Myanmar Perpanjang Kondisi Darurat, Pemilu Terancam Ditunda

INTERNASIONAL
AS Dorong Implementasi Five Point Consensus ASEAN Terkait Krisis Myanmar

AS Dorong Implementasi Five Point Consensus ASEAN Terkait Krisis Myanmar

INTERNASIONAL
PBB Desak ASEAN Selesaikan Krisis Myanmar

PBB Desak ASEAN Selesaikan Krisis Myanmar

INTERNASIONAL
Puluhan WNI Korban Perdagangan Orang di Myanmar Tiba di Tanah Air

Puluhan WNI Korban Perdagangan Orang di Myanmar Tiba di Tanah Air

MEGAPOLITAN
WNI Korban TPPO di Myanmar Akan Pulang ke Tanah Air Hari Ini

WNI Korban TPPO di Myanmar Akan Pulang ke Tanah Air Hari Ini

NASIONAL

BERITA TERKINI

Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU

BERSATU KAWAL PEMILU 3 menit yang lalu
1060855

PMN Dibatalkan, Waskita Kembalikan Uang Negara Rp 3 Triliun

EKONOMI 1 jam yang lalu
1060854

Pengasuh Ponpes Kauman Puji Kepemimpinan Ganjar sebagai Gubernur Jateng

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1060840

Wisata Taman Rekreasi Pesawat, Nikmati Detik-Detik Pesawat Terbang dan Kuliner Seru

NUSANTARA 2 jam yang lalu
1060853

Hasil Newcastle United vs Villarreal: The Magpies Menang Telak 4-0

SPORT 2 jam yang lalu
1060861

Hasil Arsenal vs Man City: Dramatis, Meriam London Juara Community Shield Lewat Adu Penalti

SPORT 3 jam yang lalu
1060859

Hasil Man Utd vs Athletic Bilbao 1-1: Pellistri Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan

SPORT 3 jam yang lalu
1060858

Pertama Kali, RSUD NTB Berhasil Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

NUSANTARA 3 jam yang lalu
1060851

Bidan Desa di Bogor Ditemukan Tewas, Suami Tergantung

MEGAPOLITAN 3 jam yang lalu
1060852

Emak-Emak Gerebek Tampat Prostitusi di Deli Serdang

NUSANTARA 3 jam yang lalu
1060850
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno