Kesehatan Terganggu, Aung San Suu Kyi Minta Jadwal Sidang Dikurangi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kesehatan Terganggu, Aung San Suu Kyi Minta Jadwal Sidang Dikurangi

Senin, 4 Oktober 2021 | 15:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Naypyitaw, Beritasatu.com- Aung San Suu Kyi yang ditahan pada Senin (4/10/2021) meminta hakim untuk mengurangi frekuensi persidangan. Seperti dilaporkan Reuters, Senin (4/10/2021), mantan pemimpin Myanmar itu mengeluhkan kesehatan yang terganggu.

Menurut sang pengacara Khin Maung Zaw, Aung San Suu Kyi harus menghadiri sesi pengadilan dalam beberapa kasus. Suu Kyi berharap sidang bisa digelar setiap dua minggu bukan setiap minggu.

Sebelumnya, Junta militer Myanmar menyatakan bahwa utusan khusus ASEAN tidak akan diizinkan untuk bertemu dengan pemimpin prodemokrasi yang digulingkan Aung San Suu Kyi.

“Sulit untuk mengizinkan pertemuan dengan mereka yang menghadapi persidangan,” kata juru bicara junta, Zaw Min Tun, pada Kamis (30/9), dilansir Channel News Asia.

Zaw Min merujuk kepada Suu Kyi yang tengah disibukkan dengan berbagai agenda persidangan.

Junta Myanmar mengatakan bahwa utusan khusus ASEAN, yang ditugaskan untuk memfasilitasi dialog di negara yang dilanda kekacauan akibat kudeta, tidak akan diizinkan untuk bertemu dengan pemimpin prodemokrasi yang digulingkan Aung San Suu Kyi.

“Sulit untuk mengizinkan pertemuan dengan mereka yang menghadapi persidangan,” kata juru bicara junta, Zaw Min Tun, pada Kamis (30/9/2021), dilansir CNA. Dia merujuk kepada Suu Kyi yang tengah disibukkan dengan berbagai agenda persidangan.

Pada Agustus lalu, ASEAN sepakat untuk memilih Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam, Erywan Yusof, sebagai utusan khusus untuk Myanmar. Saat itu, Yusof menyerukan supaya penguasa Myanmar memberikan akses agar dapat menemui seluruh pihak yang memiliki kepentingan, termasuk Suu Kyi.

Namun, hingga saat ini, junta belum juga memberikan izin kepada Yusof untuk mengunjungi Naypyidaw.

"Kami hanya akan mengizinkan pertemuan dengan organisasi resmi," tambah Zaw Min Tun, menegaskan bahwa Yusof tidak boleh berkomunikasi dengan National Unity Government (NUG), pemerintahan tandingan yang diisi oleh politisi Liga Nasional Demokrasi yang terguling.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Pertama, Kuda Nil di Belgia Positif Covid-19

Dua kuda nil di Kebun binatang Antwerp di Belgia dinyatakan positif Covid-19.

DUNIA | 4 Desember 2021

Belanda Sebut 18 Penumpang dari Afsel Positif Omicron

Belanda menyebutkan, total penumpang di dua penerbangan asal Afrika Selatan pekan lalu yang terbukti positif varian Omicron berjumlah 18 orang.

DUNIA | 4 Desember 2021

India Laporkan Kasus Ketiga Omicron

India melaporkan kasus ketiga varian Omicron pada Sabtu (4/11/2021) saat jumlah keseluruhan kasus Covid-19 hampir mencapai 35 juta.

DUNIA | 4 Desember 2021

Massa Sengaja Berfoto di Depan Mayat yang Terbakar

Sebanyak 120 orang ditangkap di Pakistan setelah seorang manajer pabrik Sri Lanka dipukuli hingga tewas dan dibakar oleh massa.

DUNIA | 4 Desember 2021

Tuduhan Penistaan, Pria Sri Lanka Dibakar Massa di Pakistan

Sebanyak 120 orang telah ditangkap di Pakistan setelah seorang manajer pabrik Sri Lanka dipukuli hingga tewas dan dibakar oleh massa.

DUNIA | 4 Desember 2021

Kasus Covid-19 Anak Meningkat di Afsel, Diduga Omicron

Dikhawatirkan varian baru Covid-19 Omicron dapat menimbulkan risiko yang lebih besar bagi anak kecil daripada varian virus corona lainnya.

DUNIA | 4 Desember 2021

Jepang Dorong Kerja Sama dengan Indonesia di Laut Sulu

Menlu Jepang Hayashi Yoshimasa mendorong peningkatan kerja sama dengan Indonesia, termasuk kerja sama di Laut Sulu.

DUNIA | 4 Desember 2021

Pasukan Taliban Sita Senjata dari Provinsi Panjshir

Pasukan Taliban Afghanistan menemukan dan menyita berbagai senjata dari provinsi Panjshir timur.

DUNIA | 4 Desember 2021

Eropa Bakal Buka Misi Diplomatik Bersama di Afghanistan

Sejumlah negara Eropa akan membuka misi diplomatik bersama di Afghanistan, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

DUNIA | 4 Desember 2021

Omicron, PM Jepang Kemungkinan Batal Bertemu Biden

PM Jepang Fumio Kishida kemungkinan membatalkan perjalanannya ke Amerika Serikat bulan ini untuk berdialog dengan Presiden Joe Biden

DUNIA | 4 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Menang 1-0, Liverpool Geser Chelsea di Puncak Klasemen

Menang 1-0, Liverpool Geser Chelsea di Puncak Klasemen

BOLA | 24 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings