Australia Akhiri Kesepakatan Suaka Manus dengan Papua Nugini
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Australia Akhiri Kesepakatan Suaka Manus dengan Papua Nugini

Rabu, 6 Oktober 2021 | 17:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Canberra, Beritasatu.com- Australia mengakhiri kesepakatan penahanan suaka yang kontroversial dengan Papua Nugini (PNG) di Pulau Manus. Seperti dilaporkan BBC, Rabu (6/10/2021), kesepakatan ini menandai berakhirnya rezim penahanan kontroversial di negara tersebut.

PNG adalah salah satu dari dua negara Pasifik yang dibayar oleh Canberra untuk menahan para pencari suaka dan pengungsi yang berusaha mencapai Australia dengan perahu.

Australia menyatakan pengaturannya dengan PNG akan selesai pada akhir tahun 2021. Tapi Australia akan melanjutkan kebijakan "pemrosesan lepas pantai" di negara pulau terpencil Nauru.

“Kebijakan perlindungan perbatasan Australia yang kuat tidak berubah,” kata Menteri Dalam Negeri Karen Andrews, Rabu (6/10).

"Siapa pun yang mencoba memasuki Australia secara ilegal dengan kapal akan dikembalikan, atau dikirim ke Nauru," tambahnya, tanpa mengklarifikasi bahwa mencari suaka bukanlah tindakan ilegal.

Sejumlah 120 pencari suaka dan pengungsi yang tersisa di PNG akan memiliki pilihan untuk bermukim kembali di sana atau dipindahkan ke tahanan di Nauru.

Selama delapan tahun kehadiran Australia di PNG, telah terjadi insiden kekerasan besar, termasuk mogok makan, kerusuhan dan pembunuhan seorang pencari suaka Iran oleh penjaga.

Orang-orang meletakkan bunga dan kartu di sebelah potret pencari suaka Iran, Reza Berati saat penyalaan lilin untuk mendukung pencari suaka.

Secara total, 13 orang yang ditahan oleh Australia di PNG dan Nauru telah meninggal karena kekerasan, kurangnya perhatian medis dan bunuh diri.

Mantan tahanan dan pengungsi Thanus Selvarasa mengatakan penutupan itu keputusan yang baik, tapi delapan tahun terlalu lama. Di sisi lain, PNG tidak aman bagi pengungsi untuk bermukim kembali.

"Kami datang ke Australia mencari suaka, kami dipindahkan ke pemrosesan lepas pantai. Mereka mengubah kebijakan setiap kali, mereka bermain politik dengan hidup kami," katanya.

Aktivis lain menyerukan Australia untuk menyediakan pemukiman kembali yang aman bagi laki-laki yang tersisa.

Australia telah mengirim lebih dari 1.900 pria ke pusat-pusat penahanan di pulau itu sementara permohonan status pengungsi mereka sedang diproses.

Banyak yang telah mendekam di sana selama bertahun-tahun karena Australia memperketat undang-undang imigrasinya pada tahun 2013 untuk menolak visa pemukiman kembali bagi pencari suaka yang tiba dengan kapal. Australia berpendapat kebijakannya dibenarkan karena mencegah kematian di laut.

Tetapi penahanan di lepas pantai dan tidak terbatas telah banyak dikritik sebagai berbahaya, tidak manusiawi dan melanggar hukum internasional. Kelompok hak asasi manusia dan PBB telah sering mengkritik pusat Australia di PNG dan Nauru karena kondisi di bawah standar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Warga Australia Akan Buat Kotak Hitam Krisis Iklim

Warga Australia menciptakan perangkat kotak hitam penyimpanan yang "tidak dapat dihancurkan" untuk merekam penanganan manusia terhadap krisis perubahan iklim.

DUNIA | 8 Desember 2021

IOC Hormati Keputusan AS atas Olimpiade Beijing 2022

Komite Olimpiade Internasional (IOC) menghormati keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk memboikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

DUNIA | 8 Desember 2021

Kepada Rusia, AS dan Sekutu Nyatakan Dukung Ukraina

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya menyatakan dukungan pada integritas territorial Ukraina.

DUNIA | 8 Desember 2021

Prancis Catat Lonjakan Kasus Rawat Inap Covid-19

Prancis pada Selasa (7/12/2021) mencatat lonjakan pasien rawat inap Covid-19.

DUNIA | 8 Desember 2021

Tiongkok Akan Bangun Pangkalan AL Pertama di Atlantik

Tiongkok akan membangun pangkalan angkatan laut pertamanya di Samudra Atlantik.

DUNIA | 8 Desember 2021

Setelah Pesta, 68 Staf RS Spanyol Terinfeksi Covid-19

Sejumlah 68 staf, termasuk perawat dan dokter perawatan intensif, di rumah sakit Malaga, Spanyol dinyatakan positif Covid-19.

DUNIA | 8 Desember 2021

Hubungi Putin, Biden Ancam Sanksi jika Rusia Serang Ukraina

Joe Biden akan memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Rusia dan bank-banknya dapat terkena sanksi ekonomi terberat jika menyerang Ukraina.

DUNIA | 7 Desember 2021

Omicron, Malaysia Perketat Jalur Perjalanan Vaksinasi

Wisatawan yang memasuki Malaysia melalui jalur perjalanan yang divaksinasi mulai Rabu besok, harus menjalani tes Covid-19 selama enam hari.

DUNIA | 7 Desember 2021

IMF Sebut Momentum Pertumbuhan Tiongkok Melambat

Pemerintah Tiongkok memiliki peran penting dalam ekonomi global saat pulih dari Covid-19, tetapi pertumbuhannya kini melambat.

DUNIA | 7 Desember 2021

Lapas di Burundi Terbakar, 38 Napi Tewas

Sedikitnya 38 narapidana (napi) tewas dan puluhan lainnya cedera saat penjara utama di ibu kota Burundi, Gitega, dilalap api.

DUNIA | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# PPKM


# Moeldoko


# Cuaca Jakarta


# Angin Prayitno Aji



TERKINI
Program Samisade Bupati Bogor Tuai Pujian

Program Samisade Bupati Bogor Tuai Pujian

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings