Banjir di Sudan Selatan Berdampak pada 623.000 Orang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Banjir di Sudan Selatan Berdampak pada 623.000 Orang

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 12:41 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Juba, Beritasatu.com- Setidaknya 623.000 orang telah terkena dampak banjir yang meluas di Sudan Selatan sejak Mei. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (8/10/2021), Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan banyak orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

“Sungai-sungai meluap setelah hujan lebat, membanjiri rumah-rumah dan pertanian di delapan dari 10 negara bagian di negara itu,” kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dalam satu catatan singkat pada Kamis.

Menurut badan tanggap darurat, negara bagian Jonglei dan Unity adalah yang paling parah terkena dampaknya, mewakili 58% dari mereka yang terkena dampak.

Dikatakan, pekerja bantuan menggunakan kano dan perahu untuk mencapai populasi yang terdampar. Lebih dari dua pertiga daerah yang terkena dampak sekarang menghadapi risiko kelaparan karena harga pangan melonjak, mencatat lonjakan 15 persen sejak Agustus.

“Sekolah, rumah, fasilitas kesehatan, dan sumber air terendam, berdampak pada akses masyarakat terhadap layanan dasar. Akses fisik tetap menjadi tantangan utama bagi organisasi kemanusiaan untuk menilai dan menanggapi kebutuhan orang-orang yang terkena dampak banjir,” tulis catatan tersebut.

Beberapa keluarga telah mengungsi ke ibu kota, Juba, sementara yang lain telah mendirikan kamp darurat di sepanjang jalan raya, mengambil sedikit harta yang mereka dapat dari reruntuhan gubuk jerami tipis mereka.

Di beberapa bagian negara, kekerasan antara komunitas yang bersaing telah memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka sementara juga mempersulit upaya pekerja darurat untuk membantu komunitas yang dilanda banjir.

Tim PBB telah berjuang untuk mendapatkan bantuan ke Warrap, negara bagian barat laut yang dilanda kekerasan etnis, yang sekarang sedang berjuang melawan wabah campak.

“Sementara itu, sekitar 80.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka di negara bagian Western Equatoria di barat daya negara itu sebagai akibat dari pertempuran yang meletus pada bulan Juni,” kata OCHA, seraya menyebut beberapa di antaranya melarikan diri ke Republik Demokratik Kongo.

Bulan lalu, badan tersebut memperingatkan tentang persediaan yang terbatas dan kekurangan dana, dengan mengatakan bahwa mereka hanya menerima 54% dari US$ 1,7 miliar (Rp 24,1 triliun) yang dibutuhkan untuk membayar program-program di negara tersebut

"Kekurangan dana juga telah memaksa Program Pangan Dunia PBB untuk menangguhkan bantuan makanan kepada lebih dari 100.000 orang terlantar di Sudan Selatan," kata badan itu bulan lalu, seraya memperingatkan pengurangan lebih lanjut kecuali menerima lebih banyak uang tunai.

Menurut Bank Dunia pada 2018, empat dari lima dari 11 juta penduduk Sudan Selatan hidup dalam “kemiskinan mutlak, sementara lebih dari 60 % penduduknya menderita kelaparan parah akibat gabungan efek konflik, kekeringan, dan banjir.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dokter Penemu Omicron: Gejalanya Ringan Saja

Gejala akibat varian Omicron berbeda dengan gejala yang ditumbulkan oleh varian Delta dan Alpha.

DUNIA | 29 November 2021

Varian Omicron, Maroko Tangguhkan Penerbangan Internasional

Maroko akan menangguhkan semua penerbangan penumpang internasional reguler selama dua minggu karena kekhawatiran pada varian baru Covid-19 Omicron.

DUNIA | 29 November 2021

Laos Berharap Kereta Peluru Dorong Peningkatan Ekonomi

Pemerintah Laos berharap kereta peluru dapat mendorong peningkatan ekonomi negara.

DUNIA | 29 November 2021

Botswana Temukan Lagi 15 Kasus Omicron

Menteri Kesehatan Botswana Edwin Dikoloti mengatakan telah mendeteksi 15 kasus lagi varian virus corona Omicron, pada Minggu (28/11/2021)

DUNIA | 29 November 2021

Filipina Beli Lagi 20 Juta Dosis Vaksin Covid Pfizer

Filipina akan membeli tambahan 20 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.

DUNIA | 29 November 2021

Pidato Pertama, Pemimpin Taliban Minta Bantuan Internasional

Pemimpin Taliban, Mullah Mohammad Hassan Akhund meminta bantuan internasional untul Afghanistan.

DUNIA | 29 November 2021

WHO Belum Pastikan Omicron Penyebab Sakit Parah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum dapat memastikan apakah varian baru Omicron lebih menular atau menyebabkan sakit parah.

DUNIA | 29 November 2021

Prancis Deteksi Sejumlah Kasus Terduga Omicron

Kementerian Kesehatan Prancis telah menemukan delapan kemungkinan kasus varian Omicron.

DUNIA | 29 November 2021

Mesir Izinkan Vaksin Covid Pfizer untuk Remaja

Mesir mengesahkan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer untuk remaja berusia 12-15 tahun pada Minggu (28/11/2021).

DUNIA | 29 November 2021

Varian Omicron, WHO Minta Negara Tetap Buka Perbatasan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong negara-negara untuk tetap membuka perbatasan, meskipun ada kekhawatiran varian Omicron dari Covid-19.

DUNIA | 29 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
4 Pemain Siap Berebut Gelar Master Speed Chess MPL

4 Pemain Siap Berebut Gelar Master Speed Chess MPL

DIGITAL | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings