Taliban Sebut AS Janjikan Bantuan ke Afghanistan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Taliban Sebut AS Janjikan Bantuan ke Afghanistan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Taliban menyatakan Amerika Serikat (AS) telah menjanjikan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Seperti dilaporkan Associated Press, Senin (11/10/2021), AS menolak untuk memberikan pengakuan politik kepada penguasa baru Afghanistan.

Pernyataan itu muncul di akhir pembicaraan langsung pertama antara bekas musuh sejak penarikan pasukan AS yang kacau pada akhir Agustus.

Pernyataan AS itu kurang definitif, hanya mengatakan bahwa kedua belah pihak "membahas pemberian bantuan kemanusiaan yang kuat dari Amerika Serikat, langsung kepada rakyat Afghanistan".

Pembicaraan itu terjadi ketika AS dan Inggris memperingatkan warganya pada Minggu malam untuk menjauh dari hotel di ibu kota, Kabul, khususnya Serena yang terkenal.

"Warga AS yang berada di atau dekat hotel Serena harus segera pergi," kata Departemen Luar Negeri AS, mengutip ancaman keamanan di daerah tersebut.

Dalam pembaruan saran untuk tidak melakukan perjalanan ke Afghanistan, Kantor Luar Negeri Inggris menyatakan: “Mengingat peningkatan risiko, Anda disarankan untuk tidak menginap di hotel, terutama di Kabul (seperti Hotel Serena).”

Serena adalah hotel mewah paling terkenal di Kabul, populer di kalangan pengunjung asing sebelum kota itu jatuh ke tangan Taliban delapan minggu lalu.

Taliban menyatakan pembicaraan yang diadakan di Doha, Qatar, "berjalan dengan baik". Washington membebaskan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan setelah setuju untuk tidak menghubungkan bantuan semacam itu dengan pengakuan formal terhadap Taliban.

Amerika Serikat memperjelas bahwa pembicaraan itu sama sekali bukan pembukaan pengakuan terhadap Taliban, yang mulai berkuasa pada 15 Agustus setelah pemerintah sekutu AS runtuh.

Juru bicara departemen luar negeri Ned Price menyebut diskusi itu "terus terang dan profesional", dengan AS mengulangi bahwa Taliban akan diadili berdasarkan tindakan mereka daripada kata-kata mereka.

"Delegasi AS berfokus pada masalah keamanan dan terorisme dan perjalanan yang aman bagi warga AS, warga negara asing lainnya dan mitra Afghanistan kami, serta pada hak asasi manusia, termasuk partisipasi yang berarti dari perempuan dan anak perempuan dalam semua aspek masyarakat Afghanistan," kata Price.

Juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen mengatakan menteri luar negeri sementara gerakan itu meyakinkan AS selama pembicaraan bahwa Taliban berkomitmen untuk melihat bahwa tanah Afghanistan tidak digunakan oleh para ekstremis untuk melancarkan serangan terhadap negara lain.

Namun, pada Sabtu, Taliban menolak kerja sama dengan Washington untuk menahan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang semakin aktif di Afghanistan.

Kelompok itu, musuh Taliban, telah mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan baru-baru ini, termasuk bom bunuh diri Jumat yang menewaskan 46 minoritas Muslim Syiah. Washington menganggap ISIS sebagai ancaman teroris terbesar yang berasal dari Afghanistan.

“Kami mampu mengatasi Daesh secara independen,” kata Shaheen ketika ditanya apakah Taliban akan bekerja sama dengan AS untuk menahan afiliasi ISIS. Dia menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Filipina Akan Larang Perjalanan dari Prancis

Filipina akan melarang perjalanan dari Prancis mulai 13 Desember 2021 untuk membendung penyebaran varian virus corona, Omicron.

DUNIA | 9 Desember 2021

Radio Wanita Afghanistan Bertahan dalam Aturan Taliban

Radio Begum menyiarkan suara-suara wanita yang telah dibungkam di seluruh Afghanistan meskipun menghadapi aturan keras Taliban.

DUNIA | 9 Desember 2021

Gelombang Kelima Covid-19 di Prancis Belum Masa Puncak

Gelombang kelima Covid-19 yang melanda Prancis belum mencapai puncaknya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Institut Serum India Pangkas Separuh Produksi Vaksin Covid

Institut Serum India, pembuat vaksin terbesar di dunia, telah mengumumkan akan memangkas separuh produksinya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Ignazio Cassis Jadi Presiden Swiss

Parlemen Swiss pada Rabu (8/12/2021) memilih Menteri Luar Negeri Ignazio Cassis untuk menjadi presiden berikutnya pada Hari Tahun Baru.

DUNIA | 9 Desember 2021

Tiongkok Setujui Pengobatan Antibodi Covid Pertama

Regulator medis Tiongkok telah menyetujui kombinasi antibodi Brii Biosciences untuk pengobatan Covid-19 orang dewasa dan remaja.

DUNIA | 9 Desember 2021

Kanada Nyatakan Boikot Olimpiade Beijing

Kanada mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022 pada Rabu (8/12/2021).

DUNIA | 9 Desember 2021

Bolsonaro Tolak Usulan Wajib Vaksinasi untuk Masuk Brasil

Presiden Jair Bolsonaro pada Selasa (7/12/2021) menolak usulan wajib vaksinasi Covid-19 bagi para pelancong yang akan masuk Brasil.

DUNIA | 9 Desember 2021

Unit Militer Taliban Cegah Deforestasi Afghanistan

Pemerintah Taliban di Afghanistan telah membentuk unit militer untuk melindungi hutan dan mencegah penggundulan hutan di wilayah pegunungan.

DUNIA | 9 Desember 2021

WHO: Dampak Omicron Bisa Lebih Ringan dari Delta

WHO menilai dampak varian Omicron bisa lebih ringan dari Delta. Meskipun demikian Omicron dapat menimbulkan risiko infeksi ulang yang lebih tinggi.

DUNIA | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Pemkot Bekasi Telah Makamkan 4.587 Jenazah Covid-19

Pemkot Bekasi Telah Makamkan 4.587 Jenazah Covid-19

MEGAPOLITAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings