Tiongkok Menjanjikan US$ 233 Juta Dana Keanekaragaman Hayati
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Georgina Chandler,

Tiongkok Menjanjikan US$ 233 Juta Dana Keanekaragaman Hayati

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:46 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Beijing, Beritasatu.com - Pemerintah Tiongkok pada Selasa (12/10) berjanji untuk menyuntikkan US$ 233 juta ke dalam dana baru untuk melindungi keanekaragaman hayati di negara berkembang, selama pertemuan puncak konservasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Terlepas dari ada ketidaksepakatan di antara donor-donor utama pada inisiatif tersebut.

Pemerintah Tiongkok, negara pencemar terbesar di dunia, telah berusaha memainkan peran yang lebih menonjol secara internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati dalam beberapa tahun terakhir.

Janjinya disampaikan ketika delegasi dari sekitar 195 negara berkumpul di Kunming, Tiongkok Selatan. Ini adalah yang pertama dari pertemuan puncak dua bagian, tentang menjaga tumbuhan, hewan, dan ekosistem.

KTT ini bertujuan untuk menetapkan kesepakatan baru yang menetapkan target untuk 2030 dan 2050.

"Tiongkok akan memimpin dalam pembentukan dana keanekaragaman hayati Kunming dengan kontribusi modal 1,5 miliar yuan (US$ 233 juta) untuk mendukung tujuan konservasi keanekaragaman hayati di negara-negara berkembang," kata Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato yang disampaikan melalui tautan video di KTT para pemimpin COP15, Selasa (12/10).

"Tiongkok meminta ... semua pihak untuk berkontribusi pada dana tersebut," tukasnya.

Usulan utama yang diperdebatkan di konferensi tersebut adalah agenda "30 kali 30" yang akan menghasilkan 30% dari status perlindungan daratan dan lautan bumi pada 2030.

Pengeluaran global untuk melindungi dan memulihkan alam perlu ditambah tiga kali lipat pada dekade ini, menjadi sekitar US$ 350 miliar per tahun pada 2030 dan US$ 536 miliar pada 2050 untuk memenuhi target ini, kata laporan PBB pada Mei 2021.

Tetapi beberapa donor negara kaya mengatakan dana baru untuk konservasi tidak diperlukan karena Fasilitas Lingkungan Global (GEF) PBB telah membantu negara-negara berkembang membiayai proyek-proyek hijau.

"Penting untuk memobilisasi semua sumber, termasuk dana yang ada seperti fasilitas lingkungan global dan dana iklim, untuk melindungi ... dan memulihkan keanekaragaman hayati," ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Masalah pendanaan akan dibahas dalam negosiasi di Jenewa pada Januari 2022, kemudian pada pertemuan bagian kedua pada April dan Mei tahun depan.

Janji pemerintah Tiongkok jauh di bawah US$ 4 miliar yang dijanjikan oleh Inggris untuk proyek konservasi global selama lima tahun ke depan, atau komitmen Prancis untuk menghabiskan 30% pendanaan iklimnya untuk keanekaragaman hayati.

"Pengumuman Tiongkok ... adalah awal, bukan akhir dari perlombaan," kata Georgina Chandler, staf senior kebijakan internasional di Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) yang berbasis di Inggris.

"Kita sekarang perlu ... melihat negara-negara lain melangkah antara sekarang dan musim semi tahun depan ... Tanpa tindakan nyata di atas meja, dunia akan menyepakati serangkaian target lain tanpa komitmen untuk mewujudkannya," lanjutnya.

Perang Bunuh Diri

Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati telah diratifikasi oleh 195 negara dan Uni Eropa (UE). Pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak terlibat, meski tercatat sebagai pencemar terbesar di dunia dalam sejarah. Sementara para pihak peseta konvensi mengadakan pertemuan setiap dua tahun.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa negara-negara termiskin di dunia akan terkena dampak terburuk dari hilangnya keanekaragaman hayati.

"Kita kalah dalam perang bunuh diri melawan alam," kata dia.

"Keruntuhan ekosistem dapat menelan biaya hampir US$ 3 triliun per tahun pada 2030. Dampak terbesarnya akan terjadi pada beberapa negara termiskin dan berutang banyak," lanjut Guterres.

Diskusi keanekaragaman hayati di COP15 terpisah dari KTT COP26 yang lebih berat, akan dimulai bulan depan di Glasgow, Skotlandia. di mana para pemimpin dunia berada di bawah tekanan untuk bertindak untuk mengatasi krisis iklim. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Varian Omicron, Maroko Tangguhkan Penerbangan Internasional

Maroko akan menangguhkan semua penerbangan penumpang internasional reguler selama dua minggu karena kekhawatiran pada varian baru Covid-19 Omicron.

DUNIA | 29 November 2021

Laos Berharap Kereta Peluru Dorong Peningkatan Ekonomi

Pemerintah Laos berharap kereta peluru dapat mendorong peningkatan ekonomi negara.

DUNIA | 29 November 2021

Botswana Temukan Lagi 15 Kasus Omicron

Menteri Kesehatan Botswana Edwin Dikoloti mengatakan telah mendeteksi 15 kasus lagi varian virus corona Omicron, pada Minggu (28/11/2021)

DUNIA | 29 November 2021

Filipina Beli Lagi 20 Juta Dosis Vaksin Covid Pfizer

Filipina akan membeli tambahan 20 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.

DUNIA | 29 November 2021

Pidato Pertama, Pemimpin Taliban Minta Bantuan Internasional

Pemimpin Taliban, Mullah Mohammad Hassan Akhund meminta bantuan internasional untul Afghanistan.

DUNIA | 29 November 2021

WHO Belum Pastikan Omicron Penyebab Sakit Parah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum dapat memastikan apakah varian baru Omicron lebih menular atau menyebabkan sakit parah.

DUNIA | 29 November 2021

Prancis Deteksi Sejumlah Kasus Terduga Omicron

Kementerian Kesehatan Prancis telah menemukan delapan kemungkinan kasus varian Omicron.

DUNIA | 29 November 2021

Mesir Izinkan Vaksin Covid Pfizer untuk Remaja

Mesir mengesahkan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer untuk remaja berusia 12-15 tahun pada Minggu (28/11/2021).

DUNIA | 29 November 2021

Varian Omicron, WHO Minta Negara Tetap Buka Perbatasan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong negara-negara untuk tetap membuka perbatasan, meskipun ada kekhawatiran varian Omicron dari Covid-19.

DUNIA | 29 November 2021

Varian Omicron, Saudi Hentikan Penerbangan 14 Negara Afrika

Arab Saudi menangguhkan sementara penerbangan ke dan dari tujuh negara Afrika karena merebaknya Omicron.

DUNIA | 29 November 2021


TAG POPULER

# Razia Vaksinasi Covid-19


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Ameer Azzikra


# Omicron


# Indonesia Terbuka



TERKINI
Alasan Ahmad Sahroni Bersedia Jadi Ketua OC Formula E

Alasan Ahmad Sahroni Bersedia Jadi Ketua OC Formula E

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings