Pertemuan Keamanan Siber 30 Negara Tidak Undang Rusia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pertemuan Keamanan Siber 30 Negara Tidak Undang Rusia

Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:11 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Rusia tidak diundang untuk menghadiri pertemuan keamanan siber 30 negara yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS). Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (13/10/2021), pertemuan ini akan memerangi ransomware dan kejahatan dunia maya.

“Banyak geng ransomware beroperasi dari Ukraina dan Rusia,” kata pakar keamanan siber sektor swasta.

Beberapa pejabat dan analis AS mengatakan geng ransomware Rusia beroperasi dengan persetujuan diam-diam Kremlin. Tetapi geng itu tidak dikendalikan secara langsung oleh pemerintah.

“Pertemuan tersebut akan diadakan selama dua hari, melibatkan enam sesi dan mencakup topik-topik seperti mengatasi penyalahgunaan mata uang virtual untuk mencuci pembayaran tebusan, menuntut penjahat ransomware, menggunakan diplomasi untuk melawan ransomware, dan membantu negara-negara menjadi lebih tahan terhadap serangan semacam itu,” kata pejabat.

Bersama dengan Amerika Serikat, India, Australia, Jerman, dan Inggris akan memimpin diskusi tentang topik-topik seperti gangguan, mata uang virtual, dan diplomasi. Negara lain yang bergabung dalam pertemuan itu termasuk Kanada, Prancis, Inggris, Brasil, Meksiko, Jepang, Ukraina, Irlandia, Israel, Afrika Selatan, Uni Eropa.

"Kami melakukan diskusi aktif dengan Rusia, tetapi dalam forum khusus ini mereka tidak diundang untuk berpartisipasi," kata pejabat senior pemerintah, seraya menambahkan bahwa ini tidak menghalangi Rusia untuk berpartisipasi dalam acara mendatang.

Pejabat itu mengatakan Amerika Serikat terlibat langsung dengan Rusia dalam masalah ransomware di bawah US-Kremlin Experts Group, yang dipimpin oleh Gedung Putih dan telah didirikan oleh Presiden Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pejabat itu mengatakan diskusi dengan Rusia sedang berlangsung, AS telah berbagi informasi tentang pelaku kriminal tertentu di Rusia dan bahwa negara tersebut telah mengambil langkah awal untuk mengatasi masalah yang diangkat.

Berbicara pada sesi pembukaan pertemuan pada Rabu (13/10), Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan pertemuan itu menunjukkan pemerintah negara-negara peserta menyadari urgensi ancaman ransomware.

"Kami memandang kerja sama internasional sebagai dasar dari kemampuan kolektif kami untuk menangani ekosistem ransomware, untuk meminta pertanggungjawaban penjahat dan negara-negara yang menampung mereka, dan untuk mengurangi ancaman terhadap warga negara kami di masing-masing negara kami," katanya.

Presiden Joe Biden telah meningkatkan respons terhadap keamanan siber ke tingkat paling senior dalam pemerintahan menyusul serangkaian serangan tahun ini yang mengancam akan mengganggu stabilitas pasokan energi dan makanan AS.

Peretas menyebabkan gangguan bahan bakar di Amerika Serikat bagian timur pada bulan Mei ketika mereka menargetkan pipa yang dijalankan oleh Colonial Pipeline.

Sullivan mengatakan Departemen Kehakiman AS memulihkan lebih dari US$2 juta (Rp 28,4 miliar) uang tebusan yang dibayarkan kepada pelaku kriminal yang menyerang perusahaan pipa bahan bakar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

AS Akan Membela Taiwan dari Invasi Tiongkok

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerangnya, kata Presiden AS Joe Biden.

DUNIA | 22 Oktober 2021

ABK Positif Covid-19, Kapal Pesiar Ditahan Otoritas Hong Kong

Kapal bernama "Spectrum of the Seas" ditahan otoritas Hong Kong setelah seorang anak buah kapal positif Covid-19.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Tak Sengaja, Alec Baldwin Tembak Mati Wanita di Lokasi Shooting

Korban tewas adalah Halyna Hutchins, 42, yang bertugas sebagai direktur fotografi.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Biden Tegaskan Komitmen AS Membela Taiwan

Ketegangan militer antara Taiwan dan Tiongkok berada pada situasi terburuk dalam 40 tahun lebih.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Selandia Baru Bidik 90% Vaksinasi Covid-19 untuk Akhiri Lockdown

Selandia Baru akan mengakhiri penguncian wilayah (lockdown) ketat jika 90 persen populasi yang memenuhi syarat telah mendapat dosis penuh.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Junta Myanmar Tangkap Lagi 110 Tahanan yang Baru Dibebaskan

Junta Myanmar telah menangkap kembali lebih dari 110 orang tahanan politik dan pengunjuk rasa anti-kudeta yang dibebaskan dalam amnesti baru-baru ini.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Geng Haiti “400 Mawozo” Ancam Bunuh Misionaris yang Diculik

Sebanyak 16 warga AS dan satu Kanada, termasuk lima anak-anak, dari Christian Aid Ministries sedang melakukan perjalanan ketika diculik.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Gobel Lakukan Diplomasi Herbal di Belarusia

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel melakukan diplomasi herbal melalui pertemuan dengan Ketua DPR Belarusia, Vladimir Andreichenko.

DUNIA | 22 Oktober 2021

India Berikan Satu Miliar Dosis Covid-19

India telah memberikan satu miliar dosis vaksin Covid-19 pada Kamis (21/10).

DUNIA | 22 Oktober 2021


TAG POPULER

# Aipda Ambarita


# WhatsApp


# Tes PCR


# Denmark Terbuka


# Antidoping



TERKINI
Dow Cetak Rekor, Torehkan Penguatan Mingguan Tiga Kali Beruntun

Dow Cetak Rekor, Torehkan Penguatan Mingguan Tiga Kali Beruntun

EKONOMI | 52 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings