Indonesia, Malaysia, dan Singapura Tak Ingin Pemimpin Junta Myanmar di KTT ASEAN
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia, Malaysia, dan Singapura Tak Ingin Pemimpin Junta Myanmar di KTT ASEAN

Kamis, 14 Oktober 2021 | 23:24 WIB
Oleh : LES

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Indonesia, Malaysia, dan Singapura, telah memperlihatkan tanda-tanda bahwa mereka tidak ingin pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing mengikuti KTT ASEAN pada 26-28 Oktober, kata tiga sumber Reuters.

Namun, mereka berupaya agar posisi itu disepakati oleh sembilan negara ASEAN, kata ketiga sumber itu.

Myanmar adalah anggota dari 10 negara ASEAN.

Para menteri luar negeri negara-negara ASEAN pada Jumat (15/10/2021) akan membicarakan kemungkinan untuk tidak menyertakan Min Aung Hlaing sebagai peserta pertemuan para pemimmpin ASEAN tersebut, menurut sumber-sumber Reuters.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodor Locsin pada Kamis (14/10/2021) menyatakan dukungan agar Min Aung Hlaing tidak disertakan pada pertemuan-pertemuan puncak pada masa depan.

Ia menambahkan, ASEAN sudah tidak boleh mengambil sikap netral soal Myanmar.

"Kami bisa tetap menjaga jarak dengan mereka (Myanmar)... tapi kalau kami mengalah dengan cara apa pun, kredibilitas kami sebagai organisasi kawasan yang sebenarnya akan hilang," kata Locsin dalam wawancara dengan lembaga kajian Australia, Lowy Institute.

Kemungkinan KTT ASEAN tanpa kehadiran junta Myanmar muncul pada saat tekanan meningkat terhadap militer yang berkuasa di negara itu agar mereka mematuhi peta perdamaian yang sudah disepakati.

Pertemuan para menlu itu juga akan dilangsungkan saat junta menepis kemungkinan utusan khusus ASEAN bisa bertemu dengan pemimpin Myanmar yang digulingkan, Aung San Suu Kyi.

Suu Kyi sedang dihadapkan pada serangkaian persidangan atas sejumlah dakwaan sejak pemerintahannya digulingkan melalui kudeta pada 1 Februari.

ASEAN, perhimpunan negara-negara Asia Tenggara, pada April mencapai lima butir kesepakatan dengan Min Aung Hlaing.

Namun, beberapa anggota kelompok negara itu telah mengkritik kegagalan junta dalam menjalankan konsensus.

Kesepakatan ASEAN-Hlaing tersebut antara lain mencakup dialog antara semua pihak, membuka akses kemanusiaan, serta penghentian permusuhan.

Pertemuan pada Jumat ini, yang sebelumnya tidak dijadwalkan, akan diselenggarakan oleh Brunei sebagai ketua ASEAN saat ini, menurut beberapa sumber di kalangan negara-negara ASEAN, termasuk diplomat dan pejabat pemerintah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wanita Turki Jadi Pemegang Gelar Tertinggi di Dunia

Guinness World Records menobatkan seorang wanita berusia 24 tahun dari Turki sebagai wanita tertinggi di dunia.

DUNIA | 17 Oktober 2021

Saat Rezim Putin, 5 Juta Warga Rusia Pilih Jadi Imigran

Lima juta orang telah meninggalkan Rusia selama 20 tahun pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Brunei Mulai Bagikan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

Pemerintah Brunei Darussalam pada Jumat (15/10/2021) mulai memberikan dosis ketiga vaksin Covid-19 untuk para pekerja garda depan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

DK PBB Perluas Mandat Misi Politik di Haiti

Dewan Keamanan pada Jumat (15/10/2021) mengadopsi resolusi untuk memperpanjang mandat Kantor Terpadu PBB di Haiti (BINUH) hingga 15 Juli 2022.

DUNIA | 16 Oktober 2021

2035, Chile Akan Larang Sebagian Kendaraan Non-Listrik

Chile akan melarang penjualan sebagian besar kendaraan pembakaran internal untuk mendukung kendaraan listrik mulai tahun 2035

DUNIA | 16 Oktober 2021

Studi: Deforestasi Tak Kunjung Berakhir

Para peneliti memperingatkan deforestasi tak kunjung berakhir dan dunia gagal untuk membantu memenuhi tujuan iklim dan alam.

DUNIA | 16 Oktober 2021


ISIS-Khorasan Klaim Serangan di Masjid Kandahar

ISIS-Khorasan atau ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri mematikan di Masjid Fatimiya, Kandahar, Afghanistan selatan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Setelah Tekanan Global, PM Australia akan Hadiri KTT COP26

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan akan menghadiri konferensi iklim PBB COP26 setelah berminggu-minggu mengalami keraguan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Afsel Mulai Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Remaja

Afrika Selatan (Afsel) akan mulai memvaksinasi remaja berusia 12 hingga 17 tahun dengan vaksin Covid-19 Pfizer.

DUNIA | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Pinjol Ilegal


# Kasus Covid-19



TERKINI
Moratorium Izin Pinjol Dapat Dukungan Netizen

Moratorium Izin Pinjol Dapat Dukungan Netizen

NASIONAL | 24 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings