Jelang COP26, Tiongkok Justru Berencana Bangun Banyak Pembangkit Listrik Batu Bara
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jelang COP26, Tiongkok Justru Berencana Bangun Banyak Pembangkit Listrik Batu Bara

Jumat, 15 Oktober 2021 | 08:35 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Beijing, Beritasatu.com- Tiongkok berencana untuk membangun lebih banyak pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mengatasi krisis energi. Seperti dilaporkan theGuardian, Selasa (12/10/2021), rencana Tiongkok ini menjadi pukulan bagi ambisi Inggris untuk mengamankan kesepakatan global tentang penghapusan batu bara secara bertahap pada KTT iklim Cop26 di Glasgow.

Dalam satu pernyataan setelah pertemuan Komisi Energi Nasional Beijing, Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang, menekankan pentingnya pasokan energi secara teratur, setelah sebagian besar negara itu jatuh ke dalam kegelapan dengan pemadaman bergilir yang melanda pabrik dan rumah.

Saat Tiongkok telah menerbitkan rencana untuk mencapai puncak emisi karbon pada tahun 2030, pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa krisis energi telah membuat Partai Komunis memikirkan kembali waktu ambisi ini, dengan "jadwal dan peta jalan bertahap untuk puncak emisi karbon".

Sebelumnya Tiongkok telah menetapkan rencana untuk menjadi netral karbon pada tahun 2060, dengan emisi memuncak pada tahun 2030, satu tujuan yang menurut para analis akan melibatkan penutupan 600 pembangkit listrik tenaga batu bara. Presiden Xi Jinping juga berjanji untuk menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri.

Di bawah kesepakatan iklim Paris 2015, negara-negara yang berkomitmen untuk membatasi kenaikan suhu global hingga jauh di bawah 2 derajat Celsius.

“Keamanan energi harus menjadi dasar di mana sistem energi modern dibangun dan dan kapasitas untuk memasok energi sendiri harus ditingkatkan,” bunyi pernyataan itu.

Ambisi Beijing untuk keluaran karbon dioksida dipandang penting dalam dorongan untuk mencapai emisi karbon nol bersih global pada tahun 2050 dan memenuhi perjanjian Paris 2015 untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata hingga 1,5 derajat Celsius. Tetapi Li mengatakan Beijing ingin mengumpulkan bukti baru tentang kapan emisi puncaknya akan tercapai.

Li telah menugaskan studi dan perhitungan mendalam sehubungan dengan penanganan baru-baru ini terhadap pasokan listrik dan batu bara, untuk mengajukan jadwal bertahap dan peta jalan untuk puncak emisi karbon.

Retorika Li mengikuti laporan bahwa Tiongkok telah memerintahkan dua daerah penghasil batu bara utamanya, Shanxi dan Mongolia Dalam, untuk memerangi krisis pasokan listrik negara itu.

Pendekatan baru Beijing terhadap batu bara yang tampaknya bertentangan dengan ambisi perubahan iklim negara Xi, kemungkinan akan menyebabkan alarm menjelang COP26.

Alok Sharma, presiden yang ditunjuk Inggris untuk COP26, mengatakan kesepakatan untuk menghentikan pembangkit listrik batu bara adalah tujuan utama dari KTT tersebut.

George Magnus, seorang peneliti di Pusat Kajian Tiongkok Universitas Oxford dan penulis Red Flags: Why Xi's China Is in Jeopardy, mengatakan Beijing telah dipaksa untuk merevisi rencananya dalam menghadapi kenyataan masalah ekonomi dan pemadaman listrik.

“Tiongkok telah tersandung ke dalam krisis energi dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan, tetapi itu diperburuk oleh fakta bahwa jaringan dan perusahaan listrik tunduk pada kontrol harga dan tidak dapat meneruskan harga,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PBB Perluas Mandat Perangi Pembajakan di Somalia

Dewan Keamanan PBB memperbarui izin penggunaan semua cara yang diperlukan guna memerangi pembajakan di lepas pantai Somalia. negara Afrika Timur.

DUNIA | 5 Desember 2021

Menlu Finlandia Positif Covid-19

Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto dinyatakan positif Covid-19.

DUNIA | 5 Desember 2021

Survei: 53 % Rakyat Jerman Ingin Karantina Nasional

Sekitar 53% orang Jerman mendukung gagasan karantina besar-besaran di seluruh negeri, di tengah lonjakan kasus Covid-19.

DUNIA | 5 Desember 2021

Korban Meninggal Covid-19 di Rusia Mencapai 578.000 Orang

Jumlah kematian Covid-19 Rusia telah mencapai setidaknya 578.020 orang, negara terburuk ketiga di dunia.

DUNIA | 5 Desember 2021

Thailand Sita Hampir 900 Kg Sabu Tujuan Taiwan

Pihak berwenang Thailand mencegat hampir 900 kg sabu berbentuk kristal metamfetamin dengan tujuan Taiwan.

DUNIA | 5 Desember 2021

Varian Omicron, Inggris Perketat Aturan Perjalanan

Wisatawan yang menuju ke Inggris sekarang harus mengikuti tes Covid sebelum keberangkatan mereka dalam upaya untuk membatasi penyebaran virus Omicron

DUNIA | 5 Desember 2021

India Konfirmasi Kasus Omicron Keempat

India mengonfirmasi kasus keempat varian virus corona Omicron pada Minggu (5/12/2021).

DUNIA | 5 Desember 2021

Ribuan Orang Protes Aturan Pembatasan Covid-19 di Belanda

Ribuan orang berkonvoi di kota Utrecht, Belanda tengah pada Sabtu (4/12/2021) untuk memprotes pembatasan virus corona baru

DUNIA | 5 Desember 2021

Maroko Gagalkan Penyelundupan 9 Ton Ganja

Polisi Maroko telah menggagalkan upaya penyelundupan 8,99 ton ganja di dekat Casablanca

DUNIA | 5 Desember 2021

Prancis Evakuasi 300 Orang dari Afghanistan

Prancis mengevakuasi lebih dari 300 orang dari Afghanistan.

DUNIA | 5 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# Omicron


# Mahasiswi Bunuh Diri


# Pasien Covid-19


# Monumen Pahlawan Covid-19



TERKINI
Transjakarta Tabrak Pos Lalin, 3 Saksi Diperiksa

Transjakarta Tabrak Pos Lalin, 3 Saksi Diperiksa

MEGAPOLITAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings