Dipaksa Taliban Pangkas Harga, Pakistan Airlines Hentikan Operasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dipaksa Taliban Pangkas Harga, Pakistan Airlines Hentikan Operasi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:20 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Pakistan Airlines (PIA) menangguhkan penerbangan ke Afghanistan setelah berseteru dengan pemerintah Taliban. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (14/10/2021), Taliban memerintahkan maskapai untuk memangkas harga tiket. Saat ini, Pakistan Airlines menjadi satu-satunya maskapai internasional yang beroperasi secara teratur.

Penangguhan pada Kamis (14/10) terjadi ketika pemerintah Taliban memerintahkan Pakistan Airlines, untuk memotong harga tiket ke tingkat sebelum jatuhnya pemerintah Afghanistan yang didukung Barat pada Agustus.

"Penerbangan kami sering menghadapi penundaan yang tidak semestinya karena sikap tidak profesional dari otoritas penerbangan Kabul," keluh Abdullah Hafeez Khan, juru bicara PIA kepada kantor berita AFP.

Menurut Khan, rute ke Afghanistan akan tetap ditangguhkan sampai situasi menjadi kondusif.

Kepada AFP, satu sumber di maskapai Pakistan Airlines mengatakan pejabat Taliban sering "menghina" dan pada satu kesempatan "menganiaya secara fisik" seorang anggota staf.

Sebelumnya, Taliban memperingatkan PIA dan maskapai Afghanistan Kam Air bahwa operasi Afghanistan mereka berisiko diblokir kecuali mereka setuju untuk memotong harga yang telah melonjak di luar jangkauan sebagian besar orang Afghanistan.

Dengan sebagian besar maskapai tidak lagi terbang ke Afghanistan, tiket untuk penerbangan ke ibu kota Pakistan, Islamabad, telah terjual sebanyak US$2.500 (Rp 355,4 juta) di PIA, menurut agen perjalanan di Kabul. Harga itu sangat jauh jika dibandingkan dengan US$120 (Rp1,6 juta) - US$150 (Rp 2,1 juta) sebelumnya.

Kementerian transportasi Afghanistan menyatakan harga pada rute harus "disesuaikan dengan kondisi tiket sebelum kemenangan Imarah Islam" atau penerbangan akan dihentikan. Aturan itu mendesak penumpang dan orang lain untuk melaporkan setiap pelanggaran.

Penerbangan antara Afghanistan dan Pakistan telah sangat dibatasi sejak bandara Kabul dibuka kembali bulan lalu setelah evakuasi kacau. Lebih dari 100.000 orang Barat dan warga Afghanistan mengungsi setelah Taliban mengambil alih Afghanistan menyusul kemenangan cepat di medan pertempuran.

Abdullah, seorang karyawan perusahaan farmasi berusia 26 tahun, mengatakan penerbangan PIA telah menjadi "jendela kecil" bagi warga Afghanistan yang mencoba meninggalkan negara itu.

“Kami sangat membutuhkan penerbangan ini. Perbatasan ditutup, sekarang jika bandara ditutup, seperti kita semua di dalam sangkar,” katanya menurut kantor berita Reuters.

Menurut Khan, PIA menyatakan telah mempertahankan penerbangan atas dasar kemanusiaan dan membayar lebih dari US$ 400.000 (Rp 5,66 miliar) sebagai premi asuransi, yang hanya dapat dimungkinkan jika 300 penumpang tersedia. PIA menjalankan penerbangan carteran ke Kabul daripada layanan komersial regular.

PIA menyatakan bahwa sejak pemerintahan baru Taliban dibentuk, staf di Kabul menghadapi perubahan menit terakhir dalam peraturan dan izin terbang serta perilaku intimidasi dari komandan Taliban.

Dikatakan perwakilan negara Pakistan pernah ditahan di bawah todongan senjata selama berjam-jam dalam satu insiden dan baru dibebaskan setelah kedutaan Pakistan di Kabul turun tangan.

Dengan peningkatan krisis ekonomi yang menambah kekhawatiran tentang masa depan Afghanistan di bawah Taliban, ada permintaan besar untuk penerbangan keluar. Kondisi itu diperburuk oleh masalah berulang di penyeberangan perbatasan darat ke Pakistan.

Kantor paspor utama di Kabul telah dibanjiri oleh orang-orang yang berusaha mendapatkan dokumen perjalanan sejak dibuka kembali bulan ini.

Penerbangan juga telah digunakan oleh pejabat internasional dan pekerja bantuan yang bepergian ke Kabul.

Pemerintah Perdana Menteri Imran Khan telah meminta dunia untuk terlibat dengan Taliban dan memberikan dukungan ekonomi kepada negara yang bergantung pada bantuan yang telah melihat pendanaan dibekukan oleh donor Barat sejak pengambilalihan. Pakistan, bagaimanapun, telah berhenti mengakui pemerintah Taliban.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mau Melahirkan, Anggota Parlemen Ini Naik Sepeda ke RS

Anggota parlemen Selandia Baru Julie Anne Genter berangkat ke RS dengan mengendarai sepeda untuk menjalani persalinan, dan satu jam kemudian dia melahirkan.

DUNIA | 28 November 2021

Dubes Ade Padmo Dukung Kerja Sama Indonesia-Yordania

Dubes Ade Padmo Sarwono menyatakan IJBC sebagai mitra KBRI Amman akan terus bersinergi untuk membantu kerja sama Indonesia-Yordania.

DUNIA | 27 November 2021

Singapura Wajibkan Tes Antigen Pelancong dari Malaysia

Singapura mewajibkan semua pelancong yang tiba dari Malaysia melalui jalur perjalanan bagi orang yang sudah divaksin untuk melakukan tes cepat antigen.

DUNIA | 28 November 2021

Sembunyi di Roda Pesawat, Pria Guatemala Tiba di Miami

Penumpang gelap asal Guatemala yang bersembunyi di bilik roda pendarat pesawat yang terbang ke Miami, Florida, Amerika Serikat, tiba dengan selamat.

DUNIA | 28 November 2021

Warga Korut yang Kabur dari Penjara Tiongkok Ditangkap

Polisi Tiongkok telah menangkap seorang warga Korea Utara (Korut) yang melakukan pelarian berani dari penjara pada bulan Oktober.

DUNIA | 28 November 2021

Kerusuhan di Solomon, 3 Mayat Hangus Terbakar Ditemukan

Tiga mayat hangus ditemukan di sebuah gedung yang terbakar di kawasan Pecinan di ibu kota Kepulauan Solomon, Honiara.

DUNIA | 28 November 2021

Varian Omicron, Australia Berlakukan Tes Saat Kedatangan

New South Wales, negara bagian terpadat di Australia melakukan tes Covid-19 terhadap orang-orang yang memasuki negara itu pada Minggu.

DUNIA | 28 November 2021

Kelas Dipisah, Taliban Izinkan Wanita Afghanistan Kuliah

Kaum wanita Afghanistan akan diizinkan untuk belajar di universitas. Tetapi akan ada larangan untuk kelas campuran dengan pria.

DUNIA | 28 November 2021

Israel Gunakan Cara Lawan Teroris untuk Lacak Omicron

Negara itu akan memakai cara kontra-terorisme, teknologi pelacakan telepon untuk menahan penyebaran varian Omicron.

DUNIA | 28 November 2021

Varian Omicron, Swiss Tambah 5 Negara di Daftar Karantina

Swiss memperluas persyaratan karantina untuk membendung penyebaran Omicron kepada para pelancong dari Inggris, Republik Ceko, Belanda, Mesir dan Malawi.

DUNIA | 28 November 2021


TAG POPULER

# Indonesia Terbuka


# Bambang Soesatyo


# Pemuda Pancasila


# Penerima Vaksin Covid-19


# Penghinaan Etnis



TERKINI
Erick Thohir Terima Baret Anggota Kehormatan GP Ansor

Erick Thohir Terima Baret Anggota Kehormatan GP Ansor

POLITIK | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings