Saat Rezim Putin, 5 Juta Warga Rusia Pilih Jadi Imigran
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Saat Rezim Putin, 5 Juta Warga Rusia Pilih Jadi Imigran

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:03 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Lima juta orang telah meninggalkan Rusia selama 20 tahun pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Seperti dilaporkan The Moscow Times, Rabu (13/10/2021), orang-orang muda Rusia yang berpendidikan tinggi mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Tren itu terungkap lewat satu penelitian yang diterbitkan oleh portal Takie Dela yang berbasis di Moskwa. Studi ini menggunakan data resmi dari Rosstat, layanan statistik negara, tentang warga negara Rusia yang membatalkan pendaftaran mereka di Rusia. Tetapi penelitian tersebut mencatat bahwa tidak ada data yang dapat diandalkan untuk menentukan jumlah pasti imigran Rusia.

“Tidak semua analis melihat statistik sebagai alasan untuk khawatir. Angka ini jelas dilebih-lebihkan atau termasuk warga negara Rusia yang tinggal di luar negeri atau memiliki real estat di sana,” ujar Andrei Kolesnikov, seorang analis di Carnegie Moscow Center, kepada The Moscow Times.

“Imigrasi politik merupakan bagian mikroskopis. Ini terutama emigrasi konsumen, yang biasa kami sebut imigrasi 'sosis'," kata Kolesnikov.

“Imigrasi sosis” adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan para migran Soviet pada akhir 1980-an dan awal 1990-an yang pindah ke Barat untuk menghindari standar hidup yang buruk dan meningkatkan kesejahteraan materi mereka.

Di era pasca-Soviet, aliran imigrasi terbesar diamati dari 2016-2019, ketika sekitar 300.000 orang meninggalkan Rusia setiap tahun. Menurut statistik PBB yang dikutip dalam studi Takie Dela, lebih dari 10 juta orang Rusia saat ini tinggal di luar negeri, tepat di belakang India dan Meksiko dalam jumlah ekspatriat.

Sebut saja, Ksenia Vladimir, gadis berusia 27 tahun. Dia telah tinggal di Praha sejak 2013. Vladimir pindah ke sana bersama pacarnya pada saat itu. Tetapi dia memutuskan untuk tinggal secara permanen bahkan setelah mereka berdua putus.

Vladimir memperoleh tempat tinggal permanen dan memulai bisnis pembuatan kue di Praha.

“Saya memutuskan untuk tinggal karena standar hidup yang lebih tinggi, prospek keuangan, makanan yang lebih baik, dan kesempatan untuk bepergian,” paparnya kepada The Moscow Times.

Lain lagi kisah Yulia Aliyeva, 30 tahun. Dia meninggalkan Stavropol pada 2015 untuk mengejar gelar master di AS melalui program Fulbright. Setelah kembali ke Rusia, gadis ini tidak dapat menemukan pekerjaan di media karena dianggap “berlebihan”. Dia kembali ke Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan gelar Ph.D.

“Tentu saja, saya ingin lebih sering bertemu keluarga dan teman-teman saya. Saya ingin tinggal di rumah dan tidak menjadi migran nomaden selamanya, tetapi saya tidak yakin bahwa saya dapat menemukan peluang untuk realisasi diri di Rusia,” tutur Aliyeva kepada The Moscow Times.

Kepindahan para wanita usia subur ini terjadi pada saat pemerintah Rusia berusaha menaikkan angka kelahiran, yang telah berada di bawah tingkat penggantian populasi sejak tahun 1990.

“Keberlangsungan rakyat Rusia adalah prioritas nasional tertinggi kami,” kata Putin selama pidato kenegaraan tahunannya pada bulan April.

Tetapi terlepas dari program untuk mendukung ibu dan keluarga dan pembatasan Covid-19 yang secara signifikan memperumit perjalanan dan imigrasi, persentase orang Rusia yang mengaku ingin pindah ke luar negeri telah naik ke level tertinggi dalam hampir satu dekade. Temuan itu diungkap lewat jajak pendapat independen Levada.

Survei tersebut mengungkapkan bahwa satu dari lima orang Rusia ingin berimigrasi, dengan orang yang lebih muda dua kali lebih mungkin ingin beremigrasi daripada orang Rusia yang lebih tua.

Hal ini dikonfirmasi oleh penelitian Takie Dela, yang menemukan bahwa sebagian besar responden (55%) meninggalkan Rusia ketika mereka berusia antara 20 dan 40 tahun. Mereka juga berpendidikan sangat baik: 92% memiliki gelar sarjana dan 14% memiliki gelar Ph.D.

Ada pula Alexandra Belyava yang berusia 26 tahun. Wanita ini adalah seorang analis bisnis yang tinggal di St. Petersburg tetapi berencana untuk pindah ke luar negeri dalam waktu dekat. Belyava dan suaminya sama-sama bekerja untuk perusahaan internasional dan sedang mempertimbangkan untuk pindah ke negara di Eropa Barat atau AS.

“Kadang-kadang kami berpikir bahwa kami tidak peduli ke mana pindah – hal utama saat ini adalah bergerak ke barat dan kemudian memutuskan begitu kita berada di sana,” kata Belyava kepada The Moscow Times.

Belyava mengutip situasi politik dan kurangnya peluang ekonomi sebagai alasan untuk emigrasi.

“Ada perasaan umum bahwa pihak berwenang Rusia tidak peduli dengan kami, dan kami tidak merasa diterima di negara kami sendiri,” kata Belyava.

"Jadi apa gunanya menjadi orang luar di sini dengan standar hidup yang lebih rendah ketika kami bisa menjadi orang asing di sana tetapi dengan standar hidup yang lebih tinggi dan peluang yang lebih besar?" tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pengungsi Rohingya Tuntut Facebook Rp 2.157 Triliun

Pengungsi Rohingya menuntut Facebook senilai US$150 miliar (Rp 2.157 triliun) karena memicu ujaran kebencian Myanmar.

DUNIA | 7 Desember 2021

Italia Perketat Pembatasan untuk Orang yang Tidak Divaksin

Italia telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat untuk orang yang tidak divaksinasi Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Tuntut Bebas, PBB Kecam Vonis Penjara terhadap Suu Kyi

PBB mengecam junta Myanmar atas keyakinan dan hukuman terhadap pemimpin terguling Aung San Suu Kyi selama empat tahun penjara.

DUNIA | 7 Desember 2021

Bahrain Masukkan Nigeria ke Daftar Merah Perjalanan

Bahrain memasukkan Nigeria ke dalam daftar merah perjalanan terkait penyebaran kasus Omicron Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Kasus Omicron di Inggris Naik 50% dalam 24 Jam

Kasus varian Omicron di Inggris naik hingga 50% dalam 24 jam.

DUNIA | 7 Desember 2021

Tiongkok Terapkan Aturan Baru untuk Dukung Pasar Properti

Tiongkok  Senin (6/12/2021) mengumumkan penurunan rasio cadangan dan memperbarui dukungan untuk pasar perumahan.

DUNIA | 7 Desember 2021

Malala Yousafzai Desak AS Bela Perempuan Afghanistan

Aktivis hak asasi manusia Malala Yousafzai mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mengambil tindakan bagi perempuan dan anak perempuan Afghanistan.

DUNIA | 7 Desember 2021

Covid-19, CDC AS Larang Warga AS ke Prancis dan Yordania

CDC AS menyarankan warga Amerika agar tidak bepergian ke Prancis, Yordania, Portugal, dan Tanzania, dengan alasan kekhawatiran Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Adama Barrow Terpilih Lagi Jadi Presiden Gambia

Adama Barrow memenangkan masa jabatan kedua dalam pemilihan presiden (pilpres) Gambia.

DUNIA | 7 Desember 2021

Suu Kyi Divonis Penjara, Inggris Kutuk Junta Myanmar

Inggris mengecam para jenderal Myanmar pada Senin (6/12/2021) setelah Aung San Suu Kyi divonis penjara selama empat tahun karena hasutan terhadap militer

DUNIA | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Gelombang Ketiga Covid-19


# Investor Milenial


# Darmawan Prasodjo


# Houston Rockets


# Massindo Group



TERKINI
Jokowi: Seluruh Kekuatan Ada di Lokasi Erupsi Semeru

Jokowi: Seluruh Kekuatan Ada di Lokasi Erupsi Semeru

NASIONAL | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings