Logo BeritaSatu

Banjir di India, 19 Warga Kerala Tewas dan Puluhan Hilang

Senin, 18 Oktober 2021 | 08:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Sedikitnya 19 orang tewas dalam banjir di India selatan setelah hujan lebat menyebabkan sungai meluap, memutus akses kota dan desa. Seperti dilaporkan BBC, Minggu (17/10/2021), beberapa rumah hanyut dan orang-orang terperangkap di distrik Kottayam di negara bagian Kerala.

"Curah hujan di Kerala terus mengganggu kehidupan normal di negara bagian selatan pada hari Minggu, dengan sebanyak 18 orang kehilangan nyawa mereka dalam insiden terkait hujan sejauh ini, dan puluhan lainnya hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor di beberapa daerah," lapor surat kabar lokal Hindustan Times.

Tentara India, angkatan udara, dan angkatan laut telah bergabung dengan lembaga pemerintah setempat dalam upaya penyelamatan. Para pejabat manajemen bencana telah mendesak anjing pelacak untuk bekerja.

Ketua Menteri Kerala Pinarayi Vijayan mengatakan semua lembaga pemerintah telah diarahkan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan orang-orang dari daerah yang terkena dampak dan mengevakuasi mereka yang tinggal di daerah rawan tanah longsor dan banjir.

"Kamp-kamp bantuan telah dimulai di daerah-daerah yang terkena dampak. Orang-orang harus berhati-hati di dalam kamp dan mengamati perilaku Covid-19 dengan menjaga jarak fisik yang diperlukan dan memakai masker," bunyi pernyataan.

Video dari Kottayam menunjukkan penumpang bus diselamatkan setelah kendaraan mereka terendam air banjir. Hujan deras selama berhari-hari di Kerala telah menyebabkan tanah longsor yang mematikan dan militer India telah bergabung dengan upaya penyelamatan.

"Helikopter telah digunakan untuk menerbangkan pasokan dan personel ke beberapa bagian distrik Kottayam, tempat orang-orang terperangkap di bawah puing-puing oleh tanah longsor," kata para pejabat, Minggu.

Akibat banjir, bagian jalan juga tersapu dan sejumlah pohon tumbang. Perahu nelayan digunakan untuk mengevakuasi penduduk yang terperangkap di Kollam dan kota-kota pesisir lainnya.

Puluhan orang dilaporkan hilang dan ada kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat lebih lanjut.

Penduduk setempat bergabung dengan tim penyelamat pada hari Minggu untuk membantu menghilangkan lumpur, batu dan pohon tumbang dari daerah yang terkena bencana saat pencarian korban terus berlanjut.

Pusat-pusat pengungsian telah didirikan di berbagai daerah di seluruh negara bagian.

Tidak jarang hujan deras menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kerala, tempat lahan basah dan danau yang dulunya berfungsi sebagai pelindung alami dari banjir telah hilang karena meningkatnya urbanisasi dan konstruksi.

Pada 2018, sekitar 400 orang tewas dan lebih dari satu juta lainnya mengungsi akibat banjir terparah di Kerala dalam satu abad.

Penilaian yang dilakukan oleh pemerintah federal pada tahun yang sama menemukan bahwa negara bagian, yang memiliki 44 sungai yang mengalir melaluinya, termasuk di antara 10 yang paling rentan terhadap banjir.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tembakan Salvo Tandai Pemakaman Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan di Desa Sukosari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

NEWS | 3 Oktober 2022

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings