Logo BeritaSatu

Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Harapan Bisa Sekolah Lagi

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:48 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Anak perempuan Afghanistan mulai kehilangan harapan untuk bisa sekolah lagi. Seperti dilaporkan NDTV, Minggu (17/10/2021), Taliban yang memerintah Afghanistan masih melarang anak perempuan bersekolah.

“Saya ingin belajar, melihat teman-teman saya dan memiliki masa depan yang cerah, tetapi sekarang saya tidak diizinkan," keluh Amena, 16 tahun, kepada AFP di rumahnya di Kabul barat.

“Situasi ini membuat saya merasa tidak enak. Sejak Taliban tiba, saya sangat sedih dan marah,” ratap Amena.

Saat ini, seperti kebanyakan siswi sekolah menengah di negara itu, Amena dilarang mengikuti pelajaran sama sekali setelah rezim garis keras Taliban mengeluarkan mereka dari kembali ke kelas satu bulan lalu. Namun, tidak disebutkan guru perempuan atau pelajar perempuan.

Taliban kemudian menyatakan anak perempuan yang lebih tua dapat kembali ke sekolah menengah, yang sebagian besar sudah terbagi berdasarkan jenis kelamin. Tetapi kebijakan itu berlaku hanya setelah keamanan dan pemisahan yang lebih ketat di bawah interpretasi mereka terhadap hukum Islam dapat dipastikan.

Laporan telah muncul tentang gadis-gadis yang kembali ke beberapa sekolah menengah - seperti di provinsi Kunduz di mana Taliban mempromosikan kepulangan dengan demonstrasi yang diatur panggung.

“Seorang pemimpin Taliban mengatakan kepada badan anak-anak PBB bahwa kerangka kerja untuk memungkinkan semua anak perempuan pergi ke sekolah menengah akan segera diumumkan,” kata seorang eksekutif senior UNICEF, Jumat.

Tetapi untuk saat ini, sebagian besar anak pperempuan dilarang mengikuti pelajaran di seluruh negara berpenduduk sekitar 39 juta orang, termasuk di ibu kota Kabul.

Amena tinggal tidak jauh dari Sekolah Menengah Sayed Al-Shuhada, di mana 85 orang yang kebanyakan gadis-gadis muda, tewas dalam serangan bom Mei.

"Gadis-gadis yang tidak bersalah dibunuh. Saya melihat dengan mata kepala sendiri gadis-gadis yang sekarat dan terluka. Namun, saya masih ingin pergi ke sekolah lagi," ratap Amena, matanya berkaca-kaca.

Amena akan berada di Kelas 10 mempelajari mata pelajaran favoritnya seperti biologi, tetapi malah terjebak di dalam dengan beberapa buku melakukan "tidak ada yang istimewa".

Sebagai remaja, Amena mengaku bermimpi menjadi seorang jurnalis, tetapi sekarang "tidak memiliki harapan di Afghanistan".

Kakak-kakak Amena membantunya di rumah, dan terkadang dia mendapat pelajaran dari psikolog yang datang menemui adik perempuannya, yang masih trauma dengan serangan sekolah.

"Mereka bilang: 'Belajarlah jika tidak bisa sekolah -- belajarlah di rumah agar kelak bisa menjadi seseorang," kata Amena.

Tapi Amena tidak mengerti mengapa anak laki-laki diperbolehkan belajar dan anak perempuan tidak.

"Setengah dari masyarakat terdiri dari anak perempuan dan setengahnya lagi terdiri dari anak laki-laki. Tidak ada perbedaan di antara mereka," ujarnya.

Setelah pasukan pimpinan AS menggulingkan Taliban pada tahun 2001, kemajuan dicapai dalam pendidikan anak perempuan.

Jumlah sekolah meningkat tiga kali lipat dan literasi perempuan hampir dua kali lipat menjadi 30 persen, tetapi perubahan itu sebagian besar terbatas di kota-kota.

“Perempuan Afghanistan telah membuat prestasi besar dalam 20 tahun terakhir,” kata Nasrin Hasani, seorang guru berusia 21 tahun di sebuah sekolah menengah Kabul yang sekarang membantu siswa sekolah dasar.

Hasani menilai situasi saat ini telah menurunkan moral guru dan para siswa dan mempertanyakan alasan larangan pemerintah Taliban.

“Sejauh yang kita ketahui, agama Islam tidak pernah menghalangi pendidikan dan pekerjaan perempuan,” serunya.

Hasani mengaku belum mengalami ancaman langsung dari Taliban. Tetapi Amnesty International melaporkan seorang guru sekolah menengah menerima ancaman pembunuhan dan dipanggil untuk dituntut karena dia dulu mengajar olahraga pendidikan bersama.

Hasani masih berpegang teguh pada harapan bahwa Taliban akan "sedikit berbeda" dari rezim brutal mereka pada 1996-2001, ketika perempuan bahkan tidak diizinkan keluar rumah tanpa pendamping.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Elon Musk Aktifkan Akun Tokoh Neo-Nazi, Rapper Ye Dibekukan

Elon Musk mengaktifikan kembali akun milik tokoh neo-Nazi neo-Nazi Andrew Anglin, sementara akun milik rapper Ye yang dikenal sebagai Kanye West malah dibekukan

NEWS | 5 Desember 2022

Sore hingga Malam, Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan dapat disertai kilat atau petir di sebagian wilayah Jakarta pada sore hingga malam hari

NEWS | 5 Desember 2022

Erupsi Gunung Semeru, Relawan Pertaruhkan Nyawa Evakuasi Warga

Awan panas guguran dari Gunung Semeru mengakibatkan sejumlah wilayah di dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diguyur hujan abu vulkanik.

NEWS | 5 Desember 2022

Perempuan Pelaku Penganiayaan Balita di Bantaeng Ditangkap

Setelah buron beberapa lama, HS, pelaku penganiayaan balita di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, akhirnya ditangkap polisi, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 5 Desember 2022

5 Berita Terpopuler, Erupsi Gunung Semeru hingga Konser Rizky Febian

Bencana erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur dan konser mini Rizky Febian di Stasiun MRT Hotel Indonesia menjadi berita terpopuler Beritasatu.com.

NEWS | 5 Desember 2022

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan ribuan pengungsi  erupsi Semeru tersebut saat ini ditampung di 12 tempat.

NEWS | 5 Desember 2022

7 Jenazah Korban Bus Jatuh ke Jurang di Magetan Dipulangkan ke Semarang

Tujuh jenazah korban bus jatuh ke jurang di Magetan, Jawa Timur dipulangkan ke Semarang, Minggu (4/12/2022) malam.

NEWS | 5 Desember 2022

Kaesang-Erina Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Yogya dan Solo

Jokowi memohon maaf jika pernikahan putranya, Kaesang dengan Erina Gundono nantinya menganggu aktivitas warga Yogyakarta dan Sol.

NEWS | 5 Desember 2022

Bahlil Lahadalia: Stabilitas Politik Jadi Kunci Keberhasilan Investasi 2023

Bahlil Lahadalia menekankan langkah pemerintah untuk mencapai target investasi hanya bisa terjadi bila terjadi stabilitas politik dan ekonomi.

NEWS | 4 Desember 2022

2 Orang Terluka Dampak Gempa Garut Sudah Ditangani Tim Medis

Dua orang yang terluka tertimpa material bangunan akibat gempa Garut sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi mulai membaik

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wisata Kuliner Medan, Mie Balap yang Selalu Ramai

Wisata Kuliner Medan, Mie Balap yang Selalu Ramai

LIFESTYLE | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE