Kuartal III-2021, Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Melambat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuartal III-2021, Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Melambat

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:21 WIB
Oleh : Grace Eldora / EHD

Beijing, Beritasatu.com - Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat lebih dari yang diharapkan pada kuartal III-2021, menurut data resmi yang dirilis Senin (18/10/2021). Penurunan tersebut sebagian besar sebagai dampak tindakan keras terhadap sektor properti dan krisis energi yang mengancam mulai menggigit.

Setelah pemulihan virus corona yang cepat, pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia kehilangan tenaga pertumbuhan. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 4,9% pada tahun ini, kata Biro Statistik Nasional (NBS), mengutip rebound domestik yang dinilai tidak stabil dan tidak merata.

Angka tersebut hanya kurang dari perkiraan 5,0% hasil survei AFP pada para analis, atau turun tajam hingga tiga persentase poin dari kinerja April-Juni 2021.

"Ketidakpastian lingkungan internasional saat ini meningkat dan pemulihan ekonomi domestik masih belum stabil dan tidak merata," kata Juru bicara NBS Fu Linghui, Senin (18/10/2021).

Ekonomi tumbuh hanya 0,2% dari tiga bulan sebelumnya, merupakan pertumbuhan terlemah sejak kontraksi bersejarah pada kuartal I-2020.

"Pertumbuhan terseret oleh perlambatan di (sektor) real estat, diperkuat baru-baru ini oleh dampak dari masalah keuangan Evergrande," jelas kepala ekonomi Asia Oxford Economics Louis Kuijs.

Raksasa properti Tiongkok Evergrande saat ini tenggelam dalam utang lebih dari US$ 300 miliar, memukul sentimen di antara calon pembeli.

Peraturan pemerintah yang ketat terhadap sektor real estat, khususnya pengetatan aturan pinjaman, telah memberikan pukulan telak terhadap pendorong penting pertumbuhan ekonomi. Ini memberi efek lanjutan kepada industri lain, termasuk sektor konstruksi.

Investor sekarang mengawasi dengan khawatir perkembangan Evergrande, karena bisa berdampak ke ekonomi yang lebih luas.

Bank sentral Tiongkok (PBoC) pada akhir pekan lalu meyakinkan bahwa setiap kejatuhan sektor keuangan akan dapat dikendalikan. Namun, Gubernur PBoC Yi Gang mengatakan pada sebuah seminar Minggu (17/10) bahwa pihak berwenang sedang mengawasi masalah seperti risiko gagal bayar.

"Karena salah urus dan ekspansi berbahaya (di beberapa perusahaan)," katanya.

Sebagai tanda dari pelemahan yang sedang berlangsung di pasar properti, penjualan rumah berdasarkan nilai merosot 16,9% sejak awal tahun hingga bulan lalu. Menurut perhitungan AFP berdasarkan data resmi, hasil tersebut menyusul penurunan 19,7% pada Agustus 2021.

Kuijs juga mencatat ada pukulan tambahan pada September 2021 dari kekurangan pasokan listrik dan pengurangan produksi, disebabkan oleh penerapan yang ketat pada target iklim dan keamanan oleh pemerintah daerah.

Kerusakan tambahan, katanya, terlihat pada output industri yang lebih lemah sehingga melambat menjadi 3,1% dalam setahun.

"Cetak PDB kuartal ketiga yang lemah mencerminkan kombinasi faktor negatif," kata Rajiv Biswas, kepala ekonom Asia-Pasifik di IHS Markit, Ia juga memasukkan faktor gangguan rantai pasokan.

Sentimen Investor Runtuh

Sementara itu, analis Fidelity International mengatakan bahwa sementara ketakutan properti menjadi pusat guncangan, hambatan ekonomi diperburuk oleh krisis listrik, penguncian regional, dan strategi nol kasus Covid-19 yang memukul sektor jasa dan pendapatan yang siap dibelanjakan (pendapatan disposabel).

"Satu-satunya kejutan dalam angka PDB Tiongkok yang dipublikasikan adalah bahwa angka tersebut tidak lebih rendah," ujar Paras Anand, kepala investasi Asia-Pasifik Fidelity.

"Tindakan kebijakan telah cepat dan telah menyebabkan jatuhnya sentimen investor global," jelasnya. Meskipun ia menambahkan, langkah-langkah pengetatan kemungkinan telah mencapai puncaknya untuk saat ini.

Kuijs percaya bahwa meskipun kekurangan listrik dan pengurangan produksi dikendalikan di kuartal IV-201, penurunan real estat yang tertunda akan terus membebani pertumbuhan secara substansial.

PDB masih diperkirakan tumbuh sekitar 8% sepanjang tahun, tambah Yi.

Angka yang lemah telah menambah spekulasi bahwa pejabat akan mengumumkan pemotongan jumlah uang tunai bank yang harus tetap dalam cadangan, sehingga menyediakan likuiditas ke sistem keuangan. Tetapi mereka harus berjalan di antara mendukung pertumbuhan dan menjaga inflasi.

Namun, ada titik terang, dengan penjualan ritel naik 4,4% dari 2,5% pada Agustus 2021 karena langkah-langkah penahanan virus dilonggarkan di negara itu. Sebelumnya, pemerintah Tiongkok telah memberlakukan sejumlah penguncian lokal atas kenaikan kasus virus.

Sementara tingkat pengangguran perkotaan turun sedikit pada level 4,9%, ekonom ING Iris Pang mengatakan kepada AFP pembatasan pada bisnis les privat juga bisa memukul pekerjaan kerah putih.

"Akan ada banyak pengangguran dari pusat-pusat ini," katanya, memperingatkan bahwa mantan staf mungkin akan menerima pekerjaan baru dengan upah lebih rendah, yang pada gilirannya akan menekan pengeluaran.

Para pejabat khawatir pengangguran dapat menyebabkan kerusuhan sosial setelah mencapai level tertinggi dalam lima tahun, Februari tahun lalu. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Inggris Bakal Izinkan Orang dengan HIV Masuk Militer

Inggris berencana mengizinkan orang yang terbukti positif HIV untuk bergabung di militer jika tak lagi mengidap virus dalam jumlah yang terdeteksi.

DUNIA | 1 Desember 2021

Sidang Aung San Suu Kyi, Pengadilan Tangguhkan Putusan

Pengadilan di Myanmar yang dikuasai militer menangguhkan hingga 6 Desember putusan pertama dalam persidangan Aung San Suu Kyi.

DUNIA | 1 Desember 2021

Kota Termahal di Dunia 2021, Posisi Paris Tergeser

Kota Tel Aviv di Israel menduduki peringkat pertama untuk pertama kalinya, menyalip pemimpin tahun lalu Paris di posisi kedua dengan Singapura.

DUNIA | 1 Desember 2021

Kasus Omicron Sudah Lebih Lama Ada di Belanda

RIVM mengatakan, varian Omicron dikonfirmasi dalam dua sampel uji yang diambil pada 19 November dan 23 November,

DUNIA | 1 Desember 2021

Omicron, Malaysia Hentikan Fase Hidup dengan Covid-19

Upaya Malaysia untuk beralih ke fase endemik, hidup dengan Covid-19 akan dihentikan, sementara pemerintah mencari tahu lebih banyak tentang varian Omicron.

DUNIA | 1 Desember 2021

Brasil Temukan 2 Kasus Omicron

Anvisa mengatakan pasangan pelancong, pria dan istrinya yang tiba di Sao Paulo dari Afrika Selatan, tampaknya telah tertular varian tersebut.

DUNIA | 1 Desember 2021

3 Tewas, Siswa SMA Tembak Teman Sekolahnya di AS

Seorang remaja pria berusia 15 tahun melancarkan tembakan dengan pistol semiotomatis hingga menewaskan tiga rekannya di SMA Oxford di Michigan.

DUNIA | 1 Desember 2021

Lebih dari 100 Merek Fesyen Terkenal Terkait Deforestasi

Lebih dari 100 merek fesyen dituding terkait dengan deforestasi hutan Amazon.

DUNIA | 30 November 2021

30 Badak Putih Afsel Dipindahkan ke Rwanda

Tiga puluh badak putih yang terancam punah telah tiba di Rwanda setelah perjalanan panjang dari Afrika Selatan (Afsel).

DUNIA | 30 November 2021

Bank Dunia Akan Cairkan Rp 7,13 Triliun Dana Afghanistan

Bank Dunia sedang menyelesaikan proposal untuk memcairkan hinggaUS$ 500 juta (Rp 7,13 triliun) dari dana bantuan Afghanistan yang dibekukan ke badan-badan kemanusiaan.

DUNIA | 30 November 2021


TAG POPULER

# Aturan Perjalanan Dalam Negeri


# Fadel Muhammad


# Umrah


# Reuni 212


# Omicron



TERKINI
IHSG Sesi I Berbalik Melemah 0,32%

IHSG Sesi I Berbalik Melemah 0,32%

EKONOMI | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings