Malala Minta Pemimpin Muslim Jelaskan ke Taliban, Agama Tak Larang Anak Perempuan Sekolah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Malala Minta Pemimpin Muslim Jelaskan ke Taliban, Agama Tak Larang Anak Perempuan Sekolah

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:24 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Kabul, Beritasatu.com - Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai, yang ditembak oleh Taliban Pakistan saat masih sekolah, telah mendesak penguasa baru Afghanistan untuk membiarkan anak perempuan kembali ke sekolah. Ia juga meminta para pemimpin negara-negara Muslim untuk menjelaskan kepada Taliban, agama tidak membenarkan mencegah anak perempuan pergi ke sekolah.

Sudah satu bulan sejak militan garis keras Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus, melarang anak perempuan kembali ke sekolah menengah, namun memerintahkan anak laki-laki kembali ke kelas.

Taliban telah mengklaim, mereka akan mengizinkan anak perempuan untuk kembali setelah mereka memastikan keamanan dan pemisahan yang lebih ketat di bawah interpretasi mereka terhadap hukum Islam, tetapi banyak yang skeptis.

"Kepada pihak berwenang Taliban ... membalikkan larangan de facto pada pendidikan anak perempuan dan segera membuka kembali sekolah menengah perempuan," Tulis Malala dan sejumlah aktivis hak-hak perempuan Afghanistan dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan pada Minggu (17/10/2021).

"Afghanistan sekarang satu-satunya negara di dunia yang melarang pendidikan anak perempuan," kata para penulis, termasuk di dalamnya kepala komisi hak asasi manusia Afghanistan di bawah pemerintah terakhir yang didukung AS, Shaharzad Akbar.

Para penulis meminta para pemimpin dunia G-20 untuk menyediakan dana mendesak untuk rencana pendidikan bagi anak-anak Afghanistan.

Sebuah petisi di samping surat itu pada hari Senin menerima lebih dari 640.000 tanda tangan dukungan.

Aktivis pendidikan Malala ditembak oleh militan dari Tehreek-e-Taliban Pakistan, sebuah cabang dari Taliban Afghanistan, di kota kelahirannya di lembah Swat saat berada di bus sekolah pada tahun 2012.

Sekarang ia berusia 24 tahun, dia mengadvokasi pendidikan anak perempuan, dengan Malala Fund nirlaba yang telah menginvestasikan US$ 2 juta di Afghanistan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Otoritas Tiongkok Desak Pemantauan Emisi Gas Rumah Kaca

Otoritas Tiongkok akan mendesak sektor dan kawasan industri utama untuk mengambil tindakan mengukur emisi gas rumah kaca.

DUNIA | 21 Januari 2022

Rating Dukungan Publik untuk Joe Biden Tinggal 43%

Rating persetujuan publik Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden turun ke level terendah kepresidenannya minggu ini.

DUNIA | 21 Januari 2022

Taliban Gerebek Apartemen di Kabul, Aktivis Perempuan Ditangkap

Taliban menggerebek satu apartemen di Kabul, Afghanistan dan menangkap seorang aktivis hak-hak perempuan dan tiga saudara perempuannya.

DUNIA | 21 Januari 2022

Satu Tahun Presiden Biden, Begini Nilai Rapornya

Popularitas Biden mulai merosot sejak penarikan mundur pasukan Amerika dari Afghanistan.

DUNIA | 21 Januari 2022

Prancis Akan Longgarkan Pembatasan Covid Mulai 2 Februari

Prancis akan memulai pencabutan pembatasan Covid-19 secara bertahap mulai 2 Februari di tengah tanda-tanda yang menggembirakan.

DUNIA | 21 Januari 2022

ISIS Serang Penjara di Suriah, Ekstremis Dibebaskan

Kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menyerang penjara Ghwayran di Suriah dan membebaskan sejumlah ekstremis.

DUNIA | 21 Januari 2022

Serangan Siber di Palang Merah Internasional Umbar Data 515.000 Orang

Serangan siber di Palang Merah Internasional (ICRC) telah mengekspos data 515.000 orang yang rentan.

DUNIA | 21 Januari 2022

Tiongkok dan Rusia Blokir Sanksi PBB untuk Korea Utara

Tiongkok dan Rusia memblokir usulan Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada lima warga Korea Utara.

DUNIA | 21 Januari 2022

PM Inggris Akhiri Aturan Ketat Pembatasan Covid

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Kamis (20/1/2022), mengumumkan berakhirnya langkah-langkah aturan ketat pembatasan Covid-19

DUNIA | 21 Januari 2022


TAG POPULER

# Arteria Dahlan


# Rahmat Effendi


# IBL


# Gaga Muhammad


# Kereta Peluru



TERKINI
BPN Garut Lantik Petugas PTSL

BPN Garut Lantik Petugas PTSL

NASIONAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings