Serangan Bom di Damaskus, 14 Tentara Suriah Tewas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Serangan Bom di Damaskus, 14 Tentara Suriah Tewas

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Damaskus, Beritasatu.com- Serangan bom ganda di Damaskus tewaskan 14 personel militer Suriah pada Rabu (20/10/2021). Seperti dilaporkan Al Jazeera, beberapa tentara lainnya terluka dalam serangan pada jam sibuk pagi hari.

Menurut TV pemerintah dan seorang pejabat militer, serangan pada Rabu pagi itu adalah yang paling mematikan di Damaskus dalam beberapa tahun. Serangan itu juga peristiwa langka sejak pasukan pemerintah merebut pinggiran kota yang sebelumnya dikuasai oleh pejuang oposisi dalam konflik 10 tahun di Suriah.

TV pemerintah Suriah menunjukkan rekaman bus yang hangus di pusat Damaskus. Laporan menyebut serangan itu terjadi pada jam-jam sibuk ketika orang-orang menuju ke tempat kerja dan sekolah.

Dua alat peledak meledak ketika bus itu berada di dekat jembatan Hafez al-Assad. Laporan menambahkan alat ketiga dijinakkan oleh unit teknik tentara yang dikatakan para pejabat sebagai ledakan "teroris".

Satu sumber militer yang dikutip oleh kantor berita negara SANA mengatakan bom telah ditanam di dalam bus itu sendiri.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas serangan itu.

"Ini adalah tindakan pengecut," kata komandan polisi Damaskus Mayor Jenderal Hussein Jumaa kepada TV pemerintah.

Jumaa menambahkan bahwa pasukan polisi segera menutup daerah itu dan memastikan tidak ada lagi bom. Dia mendesak orang-orang untuk memberi tahu pihak berwenang tentang objek mencurigakan yang mereka lihat.

Koresponden Al Jazeera Zena Khodr mengatakan serangan yang terjadi di jantung ibu kota Suriah itu jelas merupakan “pelanggaran keamanan”.

“Rezim pasti memiliki banyak musuh,” katanya, berbicara dari ibu kota Lebanon, Beirut.

Salah satunya adalah pejuang oposisi, yang sebagian besar terbatas di utara negara itu. Ada juga pejuang ISIL (ISIS) yang terus beroperasi di daerah gurun yang luas di negara itu dan terlibat dalam bentrokan yang sedang berlangsung dengan rezim berulang kali.

“Lalu ada juga perpecahan di dalam aparat keamanan, di dalam tentara dan di dalam wilayah itu sendiri. Jadi kami hanya bisa berspekulasi tetapi jelas rezim percaya itu adalah oposisi,” tambah Khodor.

Joseph Daher, profesor afiliasi dengan proyek Suriah masa perang dan pasca-konflik di Institut Universitas Eropa, mengatakan ledakan itu menunjukkan sekali lagi bahwa Suriah "sangat jauh dari stabilitas apa pun".

“Rezim diancam oleh banyak aktor. Jenis aksi teroris ini adalah merek dagang dari apa yang disebut Negara Islam [ISIL], yang meskipun kekalahan 2019 oleh pasukan gabungan AS dan SDF tidak berarti akhir dari organisasi, dan masih menjadi ancaman dan tantangan keamanan terutama setelah perubahan strategi,” paparnya, saat berbicara dari Jenewa.

“Ini menunjukkan sekali lagi kita sangat jauh dari stabilitas apa pun di Suriah, baik secara politik, militer, atau ekonomi. Kami masih dalam situasi konflik,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hubungi Putin, Biden Ancam Sanksi jika Rusia Serang Ukraina

Joe Biden akan memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Rusia dan bank-banknya dapat terkena sanksi ekonomi terberat jika menyerang Ukraina.

DUNIA | 7 Desember 2021

Omicron, Malaysia Perketat Jalur Perjalanan Vaksinasi

Wisatawan yang memasuki Malaysia melalui jalur perjalanan yang divaksinasi mulai Rabu besok, harus menjalani tes Covid-19 selama enam hari.

DUNIA | 7 Desember 2021

IMF Sebut Momentum Pertumbuhan Tiongkok Melambat

Pemerintah Tiongkok memiliki peran penting dalam ekonomi global saat pulih dari Covid-19, tetapi pertumbuhannya kini melambat.

DUNIA | 7 Desember 2021

Lapas di Burundi Terbakar, 38 Napi Tewas

Sedikitnya 38 narapidana (napi) tewas dan puluhan lainnya cedera saat penjara utama di ibu kota Burundi, Gitega, dilalap api.

DUNIA | 7 Desember 2021

Swiss Kerahkan Tentara untuk Tangani Lonjakan Covid-19

Swiss kembali mengerahkan 2.500 tentara untuk membantu pemerintah daerah menangani pandemi Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Selandia Baru Tak Kirim Pejabat ke Olimpiade Beijing

Selandia Baru tidak akan mengirimkan perwakilan diplomatik setingkat menteri ke Olimpiade Musim Dingin Beijing pada Februari 2022.

DUNIA | 7 Desember 2021

Polisi di Kenya Mengamuk, 6 Tewas Ditembak

Seorang polisi Kenya mengamuk di ibu kota Nairobi, menembak mati enam orang, dan kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas.

DUNIA | 7 Desember 2021

Pewaris Takhta Kerajaan Belanda Amalia Ulang Tahun Ke-18

Putri Amalia, yang merupakan pewaris takhta kerajaan Belanda, pada Selasa (7/12/2021) berulang tahun yang ke-18.

DUNIA | 7 Desember 2021

Junta: Penjarakan Suu Kyi Bukti Tak Ada yang Kebal Hukum

Memenjarakan Aung San Suu Kyi menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum dan panglima militer telah meringankan hukumannya.

DUNIA | 7 Desember 2021

Inggris Belum Putuskan Kirim Utusan ke Olimpiade Beijing

Inggris belum mengambil keputusan apakah akan mengirim perwakilan pemerintah menghadiri Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

DUNIA | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# PPKM


# Moeldoko


# Cuaca Jakarta


# Angin Prayitno Aji



TERKINI
Perusahaan Migas Genjot Produksi Sekaligus Tekan Emisi

Perusahaan Migas Genjot Produksi Sekaligus Tekan Emisi

EKONOMI | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings