IMF: Keterpurukan Ekonomi Afghanistan Akan Berdampak pada Negara Tetangga
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

IMF: Keterpurukan Ekonomi Afghanistan Akan Berdampak pada Negara Tetangga

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:09 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Kesengsaraan ekonomi Afghanistan dapat memicu krisis pengungsi yang berdampak pada negara-negara tetangga, seperti Turki dan Eropa. Seperti dilaporkan BBC, Rabu (20/10/2021), peringatan itu disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF).

Menurut IMF, ekonomi Afghanistan akan berkontraksi hingga 30% tahun ini. Kondisi itu dapat mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan dan menyebabkan krisis kemanusiaan.

IMF menyatakan negara tetangga Afghanistan akan lebih terpukul karena mereka bergantung pada dana untuk perdagangan. Tajikistan bahkan telah menyatakan tidak mampu untuk menerima lebih banyak pengungsi Afghanistan.

Setelah aset asing dibekukan dan sebagian besar bantuan non-kemanusiaan dihentikan, arus masuk uang tunai ke Afghanistan telah mengering.

Dalam prospek ekonomi regional, dana tersebut menyatakan masuknya pengungsi dalam jumlah besar dapat membebani sumber daya publik di negara-negara penerima pengungsi.

“Arus pengungsi memicu tekanan pasar tenaga kerja, dan menyebabkan ketegangan sosial, menggarisbawahi perlunya bantuan dari komunitas internasional,” tambahnya.

Meskipun tidak jelas berapa banyak pengungsi Afghanistan yang akan ditangani, IMF memperkirakan bahwa jika ada satu juta orang lebih. Negara yang menampung pengungsi akan menelan biaya seperti: Tajikistan US$100 juta (Rp 1,4 triliun), Iran US$ 300 juta (Rp 4,2 triliun), dan Pakistan US$ 500 juta (Rp 7 triliun).

Bulan lalu, Tajikistan menyatakan tidak mampu menerima pengungsi dalam jumlah besar kecuali menerima bantuan keuangan internasional. Sementara negara-negara Asia Tengah lainnya menyatakan tidak memiliki rencana untuk menampung pengungsi.

Negara-negara terdekat juga akan dirugikan oleh hilangnya Afghanistan sebagai mitra dagang utama.

Afghanistan dulunya menerima bantuan luar negeri dalam jumlah besar. Pemerintah Inggris memperkirakan negara-negara OECD menyumbangkan US$65 miliar (Rp 913 triliun) ke Afghanistan dari 2001 hingga 2019. Sebagian besar dana digunakan untuk membayar perdagangan dengan Iran, Pakistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

IMF juga memperingatkan ada kekhawatiran bahwa dana yang masuk ke negara itu dapat digunakan untuk membiayai terorisme dan pencucian uang. Pekan lalu, anggota kelompok ekonomi utama G20 berjanji untuk memasukkan miliaran dolar ke dalam ekonomi Afghanistan demi mencegah bencana ekonomi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lebih dari 100 Merek Fesyen Terkenal Terkait Deforestasi

Lebih dari 100 merek fesyen dituding terkait dengan deforestasi hutan Amazon.

DUNIA | 30 November 2021

30 Badak Putih Afsel Dipindahkan ke Rwanda

Tiga puluh badak putih yang terancam punah telah tiba di Rwanda setelah perjalanan panjang dari Afrika Selatan (Afsel).

DUNIA | 30 November 2021

Bank Dunia Akan Cairkan Rp 7,13 Triliun Dana Afghanistan

Bank Dunia sedang menyelesaikan proposal untuk memcairkan hinggaUS$ 500 juta (Rp 7,13 triliun) dari dana bantuan Afghanistan yang dibekukan ke badan-badan kemanusiaan.

DUNIA | 30 November 2021

Hadapi Omicron, Filipina Luncurkan Program Vaksinasi Massal

Filipina meluncurkan upaya ambisius untuk memvaksinasi sembilan juta orang terhadap Covid-19 dalam tiga hari

DUNIA | 30 November 2021

PBB: Paspor dan Vaksin Covid Bantu Pariwisata Eropa Pulih

Penggunaan luas “paspor” dan vaksin Covid-19 membantu pariwisata pulih lebih cepat di Uni Eropa (UE) daripada di bagian lain dunia pada kuartal ketiga 2021.

DUNIA | 30 November 2021

Pertama Kali, Kemlu Selenggarakan Sekolah Dinas Hibrida

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyelenggarakan sekolah dinas luar negeri (sekdilu) secara hibrida untuk pertama kali.

DUNIA | 30 November 2021

WHO: Omicron Akan Picu Lonjakan Kasus Covid

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian baru Omicron akan memicu lonjakan sangat tinggi kasus Covid-19 yang sangat tinggi.

DUNIA | 30 November 2021

Presiden Korsel Desak Pemberian Vaksin Penguat

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Senin (29/11/2021), mendesak pemberian suntikan vaksin penguat yang cepat terhadap Covid-19

DUNIA | 30 November 2021

Varian Omicron, Kuba Perketat Pembatasan

Kuba akan meningkatkan pembatasan mulai 4 Desember untuk penumpang dari negara-negara Afrika tertentu karena kekhawatiran varian virus corona, Omicron

DUNIA | 30 November 2021

Taliban Mulai Perangi Narkoba di Afghanistan

Kelompok milisi Taliban menjanjikan Afghanistan yang bebas narkotika saat mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus lalu.

DUNIA | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Datang Kapan Saja

Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Datang Kapan Saja

BERITA GRAFIK | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings