Atasi Ancaman ISIS, Taliban Akan Kerja Sama dengan Rusia dan Kawasan Regional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Atasi Ancaman ISIS, Taliban Akan Kerja Sama dengan Rusia dan Kawasan Regional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:08 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Taliban menyatakan persetujuan pada Rabu (20/10/2021) untuk bekerja dengan Rusia, Tiongkok, dan Iran dalam keamanan regional dalam mengatasi ancaman ISIS. Seperti dilaporkan AFP, persetujuan Taliban diberikan setelah Kremlin memperingatkan kemunculan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan ancaman perdagangan narkoba setelah pengambilalihan kelompok garis keras di Afghanistan.

Saat perundingan di ibu kota Rusia, sepuluh negara peserta juga menyerukan bantuan kemanusiaan "mendesak" untuk Afghanistan. Mereka menyatakan negara-negara yang baru-baru ini menarik pasukan dari Afghanistan harus mendanai upaya rekonstruksi.

Pembicaraan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan para milisi ISIS berkumpul di Afghanistan utara untuk menyebarkan perselisihan agama dan etnis di bekas republik Soviet yang dianggap Moskwa sebagai halaman belakang.

Dalam satu pernyataan bersama pada Rabu, pihak-pihak yang menghadiri pertemuan Moskwa menyatakan telah menyuarakan keprihatinan tentang aktivitas kelompok teror. Peserta perundingan menegaskan kembali kesediaan mereka untuk terus mempromosikan keamanan di Afghanistan untuk berkontribusi pada stabilitas regional.

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, yang berpidato dalam pertemuan itu dan mengkritik ketidakhadiran pejabat AS, sebelumnya mengatakan para milisi yang terkait dengan ISIS dan al-Qaeda telah berusaha untuk mengeksploitasi kekosongan keamanan.

Perwakilan Taliban sebelum pembicaraan di Moskwa telah bertemu dengan pejabat Uni Eropa dan Amerika Serikat. Taliban juga melakukan perjalanan ke Turki untuk mendapatkan pengakuan resmi dan bantuan dari masyarakat internasional setelah pengambilalihan Afghanistan pada pertengahan Agustus.

Delegasi Taliban dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Abdul Salam Hanafi, seorang tokoh senior dalam kepemimpinan baru Afghanistan. Sekali lagi, dia menyerukan pengakuan dengan mengatakan bahwa "isolasi Afghanistan tidak untuk kepentingan pihak manapun. Ini telah terbukti di masa lalu."

Namun utusan Kremlin untuk Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan pengakuan resmi hanya akan datang ketika Taliban memenuhi harapan pada hak asasi manusia dan pemerintahan yang inklusif.

Dalam pernyataan bersama mereka, para peserta perundingan menyuarakan keprihatinan. Mereka mendesak Taliban untuk "mempraktekkan kebijakan internal dan eksternal yang moderat dan sehat" dan "mengadopsi kebijakan ramah terhadap tetangga Afghanistan".

Pada kebijakan dalam negeri, mereka meminta Taliban untuk "menghormati hak-hak kelompok etnis, perempuan dan anak-anak".

Kelompok garis keras sangat membutuhkan sekutu karena ekonomi Afghanistan berada dalam kondisi yang buruk dengan bantuan internasional terputus, harga pangan naik dan pengangguran melonjak.

Pertemuan itu terjadi di tengah kekhawatiran atas krisis kemanusiaan yang membayangi di Afghanistan, dan Brussels telah menjanjikan bantuan 1 miliar euro (US$1,2 miliar atau Rp 16,85 triliun) setelah pengambilalihan kelompok garis keras itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Inggris Sediakan Vaksin Penguat Covid hingga Januari 2022

Vaksin penguat Covid-19 akan ditawarkan kepada semua orang di Inggris yang memenuhi syarat hingga akhir Januari 2022.

DUNIA | 1 Desember 2021

Panel Kesehatan AS Dukung Pil Anticovid Merck

Satu panel ahli kesehatan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (1/12/2021), telah memilih untuk merekomendasikan Molnupiravir, pil antivirus Merck dalam pengobatan Covid-19.

DUNIA | 1 Desember 2021

Covax Alokasikan 4,7 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Korut

Jaringan berbagi vaksin global Covax telah menyisihkan 4,73 juta dosis vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk pengiriman ke Korea Utara (Korut).

DUNIA | 1 Desember 2021

WHO: Lansia Tak Divaksinasi Covid Tunda Perjalanan 

WHO menyarankan orang berusia 60 dan lebih tua yang tidak divaksinasi atau sebelumnya tidak memiliki Covid-19 untuk menunda perjalanan terkait Omicron.

DUNIA | 1 Desember 2021

Sejak 2019, Kelaparan di Amerika Latin Meningkat 30%

Jumlah orang yang kelaparan di Amerika Latin dan Karibia telah meningkat 30% sejak 2019 untuk mencapai level tertinggi dalam 15 tahun.

DUNIA | 1 Desember 2021

Lebanon Terima Bantuan Medis Tiongkok

Lebanon pada Senin (29/11/2021) menerima bantuan medis dari Tiongkok

DUNIA | 1 Desember 2021

Satu dari Tiga Staf Parlemen Australia Alami Pelecehan

Satu dari tiga staf di parlemen Australia telah dilecehkan secara seksual.

DUNIA | 1 Desember 2021

Akibat Omicron, Afsel Akan Catat 10.000 Kasus Covid Per Hari

Afrika Selatan (Afsel) mungkin akan mencatat 10.000 kasus Covid-19 setiap hari pada minggu ini akibat varian Omicron.

DUNIA | 1 Desember 2021

Yunani Akan Denda Warga Penolak Vaksin Covid-19

Yunani akan mendenda orang berusia di atas 60 tahun yang menolak vaksin Covid-19.

DUNIA | 1 Desember 2021

Bong Go Mundur dari Kandidat Presiden Filipina

Kandidat presiden Filipina Christopher “Bong Go”, yang mendapat dukungan dari Presiden Rodrigo Duterte, telah mundur dari persaingan secara mengejutkan.

DUNIA | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Reuni 212


# Kota Termahal di Dunia


# Ganjil Genap di Tol


# Militer Inggris



TERKINI
DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

MEGAPOLITAN | 53 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings