India Berikan Satu Miliar Dosis Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

India Berikan Satu Miliar Dosis Covid-19

Jumat, 22 Oktober 2021 | 11:31 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

New Delhi, Beritasatu.com - India telah memberikan satu miliar dosis vaksin Covid-19 pada Kamis (21/10), saat negara masih berjuang kembali dari lonjakan dalam jumlah kasus yang membuat sistem kesehatan hampir runtuh.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi memuji itu sebagai prestasi dan menyebutnya kemenangan ilmu pengetahuan India. Tetapi pihak berwenang tetap waspada terhadap gelombang pandemi baru.

Sekitar tiga perempat orang dewasa di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa ini telah mendapatkan satu suntikan dan 30% telah divaksinasi lengkap, menurut angka pemerintah.

Tetapi ratusan juta orang India di bawah 18 tahun, atau sekitar 40% dari populasi, belum mendapat vaksin.

Lebih dari 200.000 orang meninggal dalam gelombang Covid-19 yang menghancurkan dari pertengahan April hingga pertengahan Juni tahun ini. Ratusan ribu orang terserang varian Delta, sementara banyak rumah sakit dan krematorium kewalahan.

Sejak itu, jumlah kasus telah menurun tajam. Kurang dari 20.000 infeksi dilaporkan setiap hari dan banyak aktivitas sosial telah dilanjutkan.

Mumbai, salah satu kota yang paling parah dilanda pandemi, baru-baru ini melaporkan nol kematian akibat Covid-19 dalam sehari untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai.

Sebagai perayaan jumlah vaksinasi, Modi memberikan penghormatan kepada petugas kesehatan dan monumen India di Ibu Kota New Delhi harus dinyalakan dengan warna-warna nasional.

Negara tetangga di Bhutan dan Sri Lanka memuji tonggak sejarah tersebut. Sementara perwakilan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unicef) di India, Yasmin Ali Haque, mengatakan itu adalah pencapaian luar biasa.

"Ketika keluarga India pulih dari gelombang Covid-19 yang menghancurkan baru-baru ini, bagi banyak orang, tonggak sejarah ini berarti harapan," tuturnya.

279 Hari

Hanya pemerintah Tiongkok, yang mengatakan telah memberikan lebih dari 2,3 miliar vaksin, yang memberikan lebih banyak dosis daripada India.

Miliaran vaksin diberikan dalam 279 hari meskipun kekurangan pasokan, yang memaksa produsen vaksin terbesar di dunia tersebut menghentikan ekspor selama beberapa bulan.

"Selama gelombang pertama, saya ingat mendengar orang berbicara tentang apakah virus corona itu nyata atau tidak," kata Reham Ali (49), sopir taksi berusia 49 tahun di New Delhi yang baru mendapat satu dosis.

"Sekarang, orang tahu itu dan keraguan berkurang. Gelombang kedua membuka mata," lanjutnya.

Ekspor vaksin untuk sementara telah dimulai kembali. Para pejabat mengatakan "apotek dunia" akan kembali beroperasi dengan kapasitas penuh pada 2022.

Sebagian besar pembatasan aktivitas sosial telah dicabut dan kerumunan besar memadati pasar dan pusat perbelanjaan selama musim festival keagamaan utama India. Ini menjadi dorongan bagi perekonomian yang terpukul.

Hal ini telah memicu ketakutan akan gelombang baru Covid-19, mendorong pemerintah mempercepat vaksinasi dan menyimpan cadangan oksigen.

"Saya pikir tidak mungkin kita akan melihat gelombang ketiga yang mirip dengan gelombang kedua," ujar Gangandeep Kang dari Christian Medical College, Vellore.

"Satu-satunya situasi di mana itu bisa terjadi adalah jika kita mendapat varian virus yang sama sekali baru. Maka itu akan menjadi pandemi yang baru," katanya kepada AFP.

Adapun India memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di dunia, mencapai 34 juta kasus. Sedangkan kematian akibat Covid-19 mencapai 452.000 jiwa atau yang tertinggi ketiga, di belakang jumlah korban di Amerika Serikat dan Brazil.

Tetapi kurangnya pelaporan secara luas dan beberapa penelitian memperkirakan jumlah korban sebenarnya di India bisa lebih tinggi sepuluh kali lipat dari jumlah yang dilaporkan. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiongkok Terapkan Aturan Baru untuk Dukung Pasar Properti

Tiongkok  Senin (6/12/2021) mengumumkan penurunan rasio cadangan dan memperbarui dukungan untuk pasar perumahan.

DUNIA | 7 Desember 2021

Malala Yousafzai Desak AS Bela Perempuan Afghanistan

Aktivis hak asasi manusia Malala Yousafzai mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mengambil tindakan bagi perempuan dan anak perempuan Afghanistan.

DUNIA | 7 Desember 2021

Covid-19, CDC AS Larang Warga AS ke Prancis dan Yordania

CDC AS menyarankan warga Amerika agar tidak bepergian ke Prancis, Yordania, Portugal, dan Tanzania, dengan alasan kekhawatiran Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Adama Barrow Terpilih Lagi Jadi Presiden Gambia

Adama Barrow memenangkan masa jabatan kedua dalam pemilihan presiden (pilpres) Gambia.

DUNIA | 7 Desember 2021

Suu Kyi Divonis Penjara, Inggris Kutuk Junta Myanmar

Inggris mengecam para jenderal Myanmar pada Senin (6/12/2021) setelah Aung San Suu Kyi divonis penjara selama empat tahun karena hasutan terhadap militer

DUNIA | 7 Desember 2021

Dikunjungi Putin, India Siap Produksi 600.000 Senapan AK

Kesepakatan India- Rusia mencakup rencana India untuk memproduksi lebih dari 600.000 unit senapan serbu Kalashnikov

DUNIA | 7 Desember 2021

Indonesia Pertimbangkan Aktifkan Kembali KBRI di Kabul

Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali KBRI di Kabul.

DUNIA | 6 Desember 2021

Menlu AS Berkunjung ke Indonesia 13-14 Desember

Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken akan berkunjung ke Indonesia pada 13-14 Desember 2021.

DUNIA | 6 Desember 2021

Kasus Omicron Terdeteksi di Kapal Pesiar Norwegia

Dugaan kasus Covid-19 varian Omicron terdeteksi pada seorang anggota kru kapal pesiar Norwegia yang berlabuh di New Orleans.

DUNIA | 6 Desember 2021

Hadapi Gelombang Keempat Covid-19, Afsel Siapkan RS

Afsel mempersiapkan rumah sakit untuk penerimaan lebih banyak, karena varian Omicron telah mendorong negara itu ke dalam gelombang keempat kasus Covid-19.

DUNIA | 6 Desember 2021


TAG POPULER

# Gelombang Ketiga Covid-19


# Investor Milenial


# Darmawan Prasodjo


# Houston Rockets


# Massindo Group



TERKINI
Youtuber Clarin Hayes Rambah Bisnis Perawatan Wajah

Youtuber Clarin Hayes Rambah Bisnis Perawatan Wajah

HIBURAN | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings