Geng Haiti “400 Mawozo” Ancam Bunuh Misionaris yang Diculik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Geng Haiti “400 Mawozo” Ancam Bunuh Misionaris yang Diculik

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:39 WIB
Oleh : LES

Port Au Prince, Beritasatu.com - Seorang pria Haiti yang mengaku sebagai kepala geng yang menculik misionaris AS dan Kanada mengancam akan membunuh "orang-orang Amerika ini" jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Dalam video yang diunggah di YouTube pada Kamis (21/10/2021), pria itu dikenal di Haiti sebagai Lamo Sanjou, pemimpin geng “400 Mawozo” yang dituduh pihak berwenang berada di balik penculikan itu akhir pekan lalu.

Sebanyak 16 warga AS dan satu Kanada, termasuk lima anak-anak, dari Christian Aid Ministries sedang melakukan perjalanan ketika diculik.

Mereka tidak diperlihatkan dalam video tersebut.

"Jika saya tak dapat yang saya butuhkan, orang-orang Amerika ini, saya akan bunuh mereka semua, dan saya akan tembakkan senjata besar di kepala mereka," kata pria dalam video itu.

Reuters tidak bisa mengonfirmasi kebenaran video itu atau kapan video itu dibuat.

Menteri Kehakiman Haiti Liszt Quitel mengatakan pekan ini bahwa para penculik meminta tebusan 1 juta dolar (Rp14,2 miliar) untuk setiap orang yang mereka sandera.

Peristiwa itu menegaskan kasus-kasus penculikan di Haiti yang semakin buruk di tengah krisis ekonomi dan politik yang mendera negara Karibia itu.

Video itu juga memuat cuplikan gambar tentang lima jenazah pria dalam peti mati yang disebut pria itu sebagai "tentara yang gugur".

Dia menyalahkan kematian mereka pada kepala polisi Haiti Leon Charles.

"Leon Charles membuat saya menangis, Tuan-Tuan. Sekarang giliran saya menangis, dan saat saya membuatmu menangis, saya akan membuatmu menangis dengan air mata darah," katanya.

Media Haiti Le Nouvelliste pada Kamis melaporkan bahwa Charles telah mengajukan pengunduran diri.

Juru bicara kepolisian belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Pemerintah AS pada Kamis mengatakan akan melakukan apa pun untuk membantu para misionaris.

"Kami akan lakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu mengatasi situasi itu," kata wakil sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada wartawan bahwa video itu asli.

"Jika Anda penculik, tugas Anda adalah mengatakan hal-hal semacam itu," katanya.

Dia menambahkan pemerintah AS

akan bekerja sama dengan penegak hukum Haiti, keluarga sandera, dan institusi lain untuk mencari penyelesaian yang aman.

Christian Aid Ministries yang berbasis di Ohio mengatakan mereka tahu video itu namun tidak akan berkomentar sampai negosiator sandera memastikan bahwa komentar mereka tak akan membahayakan jiwa para sandera.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tuntut Bebas, PBB Kecam Vonis Penjara terhadap Suu Kyi

PBB mengecam junta Myanmar atas keyakinan dan hukuman terhadap pemimpin terguling Aung San Suu Kyi selama empat tahun penjara.

DUNIA | 7 Desember 2021

Bahrain Masukkan Nigeria ke Daftar Merah Perjalanan

Bahrain memasukkan Nigeria ke dalam daftar merah perjalanan terkait penyebaran kasus Omicron Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Kasus Omicron di Inggris Naik 50% dalam 24 Jam

Kasus varian Omicron di Inggris naik hingga 50% dalam 24 jam.

DUNIA | 7 Desember 2021

Tiongkok Terapkan Aturan Baru untuk Dukung Pasar Properti

Tiongkok  Senin (6/12/2021) mengumumkan penurunan rasio cadangan dan memperbarui dukungan untuk pasar perumahan.

DUNIA | 7 Desember 2021

Malala Yousafzai Desak AS Bela Perempuan Afghanistan

Aktivis hak asasi manusia Malala Yousafzai mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mengambil tindakan bagi perempuan dan anak perempuan Afghanistan.

DUNIA | 7 Desember 2021

Covid-19, CDC AS Larang Warga AS ke Prancis dan Yordania

CDC AS menyarankan warga Amerika agar tidak bepergian ke Prancis, Yordania, Portugal, dan Tanzania, dengan alasan kekhawatiran Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Adama Barrow Terpilih Lagi Jadi Presiden Gambia

Adama Barrow memenangkan masa jabatan kedua dalam pemilihan presiden (pilpres) Gambia.

DUNIA | 7 Desember 2021

Suu Kyi Divonis Penjara, Inggris Kutuk Junta Myanmar

Inggris mengecam para jenderal Myanmar pada Senin (6/12/2021) setelah Aung San Suu Kyi divonis penjara selama empat tahun karena hasutan terhadap militer

DUNIA | 7 Desember 2021

Dikunjungi Putin, India Siap Produksi 600.000 Senapan AK

Kesepakatan India- Rusia mencakup rencana India untuk memproduksi lebih dari 600.000 unit senapan serbu Kalashnikov

DUNIA | 7 Desember 2021

Indonesia Pertimbangkan Aktifkan Kembali KBRI di Kabul

Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali KBRI di Kabul.

DUNIA | 6 Desember 2021


TAG POPULER

# Gelombang Ketiga Covid-19


# Investor Milenial


# Darmawan Prasodjo


# Houston Rockets


# Massindo Group



TERKINI
Kembangkan Pasar Gas Bumi, PGN Solution Gandeng SPHC

Kembangkan Pasar Gas Bumi, PGN Solution Gandeng SPHC

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings