AS Akan Membela Taiwan dari Invasi Tiongkok
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AS Akan Membela Taiwan dari Invasi Tiongkok

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:58 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Baltimore, Beritasatu.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerangnya, kata Presiden AS Joe Biden. Pernyataan ini memicu peringatan dari Tiongkok pada Jumat (22/10), yang mengatakan tekadnya untuk mengambil kembali pulau demokrasi tersebut tidak boleh diremehkan.

Pemerintah Tiongkok menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya. Pemerintah negara otoriter tersebut telah berjanji akan merebut Taiwan suatu hari nanti, jika perlu dengan cara paksa.

Wacana ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, memperburuk ketakutan pulau berpenduduk 23 juta orang itu. Selain itu, konflik bisa menjadi titik nyala utama di lingkup global.

Di sebuah balai CNN, Biden ditanya apakah pemerintah AS akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerbu. "Ya, kami memiliki komitmen untuk itu," jawabnya, Jumat (12/10/2021).

Pernyataan Biden bertentangan dengan kebijakan lama AS yang dikenal sebagai ambiguitas strategis. Pada kebijakan ini, posisi pemerintah AS membantu membangun pertahanan Taiwan tetapi tidak secara eksplisit berjanji untuk datang membantu pulau itu jika terjadi perang.

Kebijakan ini dirancang untuk mencegah invasi Tiongkok dan juga mencegah Taiwan untuk secara resmi menyatakan kemerdekaan, sesuatu yang dianggap oleh pemerintah Tiongkok sebagai garis merah.

Komentar Biden disambut pada Jumat oleh pemerintah Taiwan, yang telah mendorong untuk meningkatkan aliansi internasional agar dapat melindungi diri dari Tiongkok.

"Pemerintah AS telah menunjukkan, melalui tindakan nyata, dukungan kuat mereka untuk Taiwan," kata juru bicara kantor kepresidenan Tiongkok Xavier Chang dalam sebuah pernyataan.

Tetapi pemerintah Tiongkok memperingatkan bahwa komentar Biden berisiko merusak hubungan Tiongkok-AS. Pihaknya memperingatkan AS pada Jumat untuk bertindak dan berbicara dengan hati-hati tentang masalah Taiwan.

"Tiongkok tidak memiliki ruang untuk kompromi pada isu-isu yang melibatkan kepentingan intinya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin pada konferensi pers.

Pemerintah AS tidak boleh meremehkan apa yang disebut oleh Tiongkok tekad teguh, kemauan keras, dan kemampuan kuat Tiongkok untuk bertahan terhadap apa yang dilihatnya sebagai ancaman terhadap kedaulatannya, tambah Wang.

Biden membuat janji serupa pada Agustus selama wawancara dengan ABC. Ia bersikeras bahwa pemerintah AS akan selalu membela sekutu utama, termasuk Taiwan, meskipun sebelumnya menarik sejumlah orang dari Afghanistan ketika mengahapi Taliban.

Biden mengatakan pemerintah AS membuat komitmen suci untuk membela sekutu NATO di Kanada dan Eropa dan itu sama dengan Jepang. "Sebagai gantinya, sama dengan Korea Selatan, sama dengan Taiwan," katanya.

Gedung Putih kemudian mengatakan kepada wartawan pada kedua kesempatan itu bahwa kebijakan AS tentang Taiwan tidak berubah.

Richard McGregor, rekan senior untuk Asia Timur di Lowy Institute, mengatakan pemerintahan Biden telah dengan tegas menyatakan kembali komitmennya terhadap ambiguitas strategis.

"Saya menduga Biden tidak mencoba mengumumkan perubahan apa pun. Jadi itu bahasa yang longgar, atau mungkin nada yang sedikit lebih keras, sengaja diadopsi karena cara Tiongkok meningkatkan tempo untuk pelecehan militer terhadap Taiwan baru-baru ini," katanya kepada AFP.

Serangan Pesawat Perang

Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan tekanan ekonomi, diplomatik, dan militer di Taiwan sejak pemilihan 2016.

Presiden Tiongkok Tsai Ing-wen memandang Taiwan sudah berdaulat dan bukan bagian dari "satu Tiongkok".

Tekanan militer telah meningkat pada tahun lalu, dengan pemerintah Tiongkok mengirimkan gelombang jet tempur dan senjata nuklir yakni kendaraan pengebom yang mampu ke zona pertahanan udara Taiwan.

Menurut penghitungan AFP, lebih dari 800 penerbangan telah dilakukan ke zona itu sejak September tahun lalu, menurut bangkrut senilai 170 hanya bulan ini.

Membela Taiwan, salah satu negara demokrasi paling progresif di Asia, telah menjadi isu bipartisan yang langka di lanskap peerintah AS yang sangat terpolarisasi.

Di balai kota secara langsung pada (22/10) Kamis, Biden juga ditanyai oleh seorang penonton apakah pemerintah AS akan mampu mengikuti perkembangan militer Tiongkok dengan yang pesat.

Biden menjawab dengan "Ya," terangkat, ujarnya.

"Jangan khawatir tentang apakah... mereka akan menjadi lebih kuat," katanya. "Tiongkok, Rusia, dan sisanya di dunia tahu kita memiliki militer paling kuat dalam sejarah dunia."

Tetapi Biden menyatakan keprihatinannya bahwa negara-negara saingan mungkin terlibat dalam kegiatan di mana mereka dapat membuat masalah yang serius. Dia merujuk pada hubungan lamanya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan mengulangi posisinya. Biden mengatakan tidak ingin memulai Perang Dingin baru dengan Tiongkok.

Namun ia juga memberi peringatan. "Saya hanya ingin membuat Tiongkok mengerti bahwa kami tidak akan mundur," lanjutnya. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Setelah Pesta, 68 Staf RS Spanyol Terinfeksi Covid-19

Sejumlah 68 staf, termasuk perawat dan dokter perawatan intensif, di rumah sakit Malaga, Spanyol dinyatakan positif Covid-19.

DUNIA | 8 Desember 2021

Hubungi Putin, Biden Ancam Sanksi jika Rusia Serang Ukraina

Joe Biden akan memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Rusia dan bank-banknya dapat terkena sanksi ekonomi terberat jika menyerang Ukraina.

DUNIA | 7 Desember 2021

Omicron, Malaysia Perketat Jalur Perjalanan Vaksinasi

Wisatawan yang memasuki Malaysia melalui jalur perjalanan yang divaksinasi mulai Rabu besok, harus menjalani tes Covid-19 selama enam hari.

DUNIA | 7 Desember 2021

IMF Sebut Momentum Pertumbuhan Tiongkok Melambat

Pemerintah Tiongkok memiliki peran penting dalam ekonomi global saat pulih dari Covid-19, tetapi pertumbuhannya kini melambat.

DUNIA | 7 Desember 2021

Lapas di Burundi Terbakar, 38 Napi Tewas

Sedikitnya 38 narapidana (napi) tewas dan puluhan lainnya cedera saat penjara utama di ibu kota Burundi, Gitega, dilalap api.

DUNIA | 7 Desember 2021

Swiss Kerahkan Tentara untuk Tangani Lonjakan Covid-19

Swiss kembali mengerahkan 2.500 tentara untuk membantu pemerintah daerah menangani pandemi Covid-19.

DUNIA | 7 Desember 2021

Selandia Baru Tak Kirim Pejabat ke Olimpiade Beijing

Selandia Baru tidak akan mengirimkan perwakilan diplomatik setingkat menteri ke Olimpiade Musim Dingin Beijing pada Februari 2022.

DUNIA | 7 Desember 2021

Polisi di Kenya Mengamuk, 6 Tewas Ditembak

Seorang polisi Kenya mengamuk di ibu kota Nairobi, menembak mati enam orang, dan kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas.

DUNIA | 7 Desember 2021

Pewaris Takhta Kerajaan Belanda Amalia Ulang Tahun Ke-18

Putri Amalia, yang merupakan pewaris takhta kerajaan Belanda, pada Selasa (7/12/2021) berulang tahun yang ke-18.

DUNIA | 7 Desember 2021

Junta: Penjarakan Suu Kyi Bukti Tak Ada yang Kebal Hukum

Memenjarakan Aung San Suu Kyi menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum dan panglima militer telah meringankan hukumannya.

DUNIA | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# PPKM


# Moeldoko


# Cuaca Jakarta


# Angin Prayitno Aji



TERKINI
Efektifkah Masker Cegah Omicron?

Efektifkah Masker Cegah Omicron?

BERITA GRAFIK | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings