Logo BeritaSatu

Di Kancah Persaingan AS dan Tiongkok, Indonesia Punya Keuntungan Komparatif

Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:28 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Perang dingin dan persaingan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tidak membuat Indonesia terjebak. Sebagai negara strategis, Indonesia justru dipercaya oleh AS dan Tiongkok karena memiliki peran penting dan keuntungan komparatif.

Argumentasi itu dilontarkan Profesor Kishore Mahbubani yang dikenal sebagai dosen Praktik Kebijakan Publik dan Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy di Universitas Nasional Singapura dalam Kuliah Umum Golkar Institute bertema “Kepemimpinan Indonesia dalam G20: Tantangan Pascapandemi dan Harapan Negara Berkembang” pada Rabu (27/10/2021).

"Indonesia punya keuntungan komparatif yang serius. Hanya ada sedikit negara di dunia yang dipercaya AS dan juga dipercaya Tiongkok. Sangat sedikit. Sangat mengejutkan, Indonesia adalah salah satunya. Saat saya wawancara beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi mengatakan baik AS dan Tiongkok adalah sahabat baik. Indonesia menginginkan kemitraan yang saling menguntungkan dengan kedua negara tersebut berdasarkan hukum internasional,” ujarnya.

Dalam wawancara itu, kata Kishore, Presiden Jokowi ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa kerja sama adalah opsi terbaik dari situasi hubungan AS dan Tiongkok.

“Itu kata-kata yang bijaksana, yang dibutuhkan dunia. Dunia butuh AS dan Tiongkok berkolaborasi dan mengatasi isu global termasuk perubahan iklim dan Covid-19. Nah jika Indonesia yang dipercaya AS dan Tiongkok bekerja sangat keras untuk membujuk negara-negara itu dalam mengajak penyelesaian masalah-masalah global. Tidak ada negara yang bicara jujur seperti itu pada AS dan Tiongkok, dan hanya Indonesia yang bisa melakukannya dan itu sangat membantu,” ujarnya.

Kishore menambahkan hal itu bisa dicapai karena kepemimpinan Indonesia mendapatkan dukungan rakyat kuat dan ekonomi domestik yang baik. Keuntungan komparatif itulah yang dimiliki Indonesia disbanding negara-negara lain. Untuk itulah, Indonesia dapat mengajak AS dan Tiongkok untuk berkolabarasi mengatasi masalah global.

“Satu hal lagi yang menjadi kekuatan Indonesia adalah keberagaman, seperti kondisi dunia saat ini. Indonesia punya keberagaman suku terbesar dan bisa mengelolanya,” tambahnya.

Menurut Kishore, dunia telah menyatu dalam kemanusiaan sehingga negara di dunia harus berkolaborasi. Tapi untuk berkolaborasi, dunia butuh institusi, salah satunya G20. Itulah sebabnya, G20 menjadi penyelamat krisis keuangan global. Tapi kini yang menjadi persoalan adalah bagaimana memastikan kesuksesan G20.

Di tingkat ASEAN, kata Kishore, AS dan Tiongkok juga menjadi mitra penting. Perdagangan antara ASEAN dengan dua negara tersebut terus bertumbuh dalam dalam 20 tahun terakhir.

"Satu hal penting, jika ASEAN tetap bersatu, ASEAN bisa membuat AS dan Tiongkok damai. ASEAN tentu dapat menekankan ulang pesan itu untuk tetap ikut dan bekerja sama. Alhasil ASEAN mendapat investasi dari AS dan dapat investasi dari Tiongkok sehingga mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Golkar. Airlangga Hartarto mengatakan analisis Profesor Kishore sangat penting menjelang pertemuan KTT G20 2022, saat Indonesia menjadi tuan rumah. KTT G20 merupakan kesempatan besar untuk menetapkan agenda dan membujuk negara-negara soal cara terbaik dalam menghadapi masalah global pascapandemi.

"Dalam konteks kepemimpinan dan demokrasi dii dunia, Indonesia harus dibanggakan. Sebagai bangsa besar dengan ribuan pulau, tidak mudah bagi siapapun untuk melalui pandemi Covid-19. Kita telah berhasil melakukan sesuatu yang dianggap mustahil oleh banyak pihak dengan menjaga ketertiban dan demokrasi," paparnya.

Airlangga menegaskan rakyat Indonesia memiliki banyak alasan untuk optimistis pada tahun-tahun mendatang. Kepimpinan Presiden Jokowi yang baik dan visioner sangat didukung mayoritas rakyat dan mayoritas partai politik, termasuk Partai Golkar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehataan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 5 Oktober 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 5 Oktober 2022 sesuai dengan dta dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pengelolaan Informasi Publik Harus Mengikuti Tren Kekinian

Pengelolaan Informasi Publik Harus Mengikuti Tren Kekinian

NEWS | 21 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings