Senin, 7 Agustus 2023

AS dan ASEAN Kecam Myanmar yang Belum Jalankan Rencana Perdamaian

Penulis: LES
Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:04 WIB
Presiden AS Joe Biden.
Presiden AS Joe Biden. (AFP)

Bandar Seri Begawan, Beritasatu.com - ASEAN dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sama-sama mengecam Myanmar pada Selasa (26/10/2021), ketika KTT ASEAN dibuka tanpa diikuti Myanmar setelah pemimpin junta negara itu ditolak kehadirannya karena tidak menjalankan rencana perdamaian yang telah disepakati.

"Hari ini, ASEAN tidak mengusir Myanmar dari kerangka ASEAN. Adalah Myanmar yang menyia-nyiakan haknya," kata Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang akan menjadi ketua ASEAN tahun depan.

"Sekarang kita berada dalam situasi ASEAN tanpa satu anggota. Bukan karena ASEAN, tapi karena Myanmar," ujar Hun Sen.

Biden menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang hadir pada pertemuan puncak dengan ASEAN dalam empat tahun terakhir.

Selama pertemuan yang berlangsung secara virtual tersebut, dia menyatakan "keprihatinan yang sangat mendalam" atas kekerasan yang terjadi di Myanmar.

Biden mendesak militer Myanmar untuk membebaskan orang-orang yang ditahan secara tidak sah, kata Gedung Putih.

ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) sebelumnya mengatakan pihaknya akan menerima kehadiran perwakilan nonpolitik dari Myanmar untuk mengikuti KTT.

Junta menolak persyaratan tersebut dan mengatakan hanya akan mengikuti KTT jika pemimpin junta atau menterinya yang hadir.

Myanmar sendiri mengatakan tidak mengikuti KTT karena ada "penolakan terhadap kehadiran Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan atau perwakilan tingkat Menteri."

Dalam pernyataan yang dikeluarkan kementerian luar negerinya, Myanmar mengatakan pihaknya "tidak berniat untuk memperlihatkan protes terhadap ASEAN ataupun memboikot ASEAN."

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, yang saat ini merupakan ketua ASEAN mengatakan, Myanmar perlu diberi ruang untuk kembali ke kegiatan normal sesuai dengan prinsip ASEAN soal tidak mencampuri urusan dalam negeri negara-negara anggotanya.

Para pemimpin kawasan itu mendesak agar "mediasi dilakukan terhadap situasi di Myanmar untuk menjaga kredibilitas ASEAN," kata Bolkiah melalui pernyataan.

Penolakan terhadap kehadiran junta Myanmar pada KTT merupakan langkah berani yang jarang diambil oleh ASEAN, yang selama ini dikenal menerapkan prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri anggotanya.

Brunei, dengan dukungan mayoritas anggota ASEAN, adalah pihak yang memutuskan untuk menolak kehadiran pemimpin junta Myanmar pada KTT.

Sementara itu, militer Myanmar, yang telah berkuasa di negara itu dalam 49 dari 60 tahun terakhir, menuding ASEAN meninggalkan norma-norma yang dianutnya.

Myanmar menuduh ASEAN membiarkan diri dipengaruhi oleh negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, yang adalah pensiunan jenderal, mendesak Myanmar untuk menjalankan lima butir peta jalan yang telah disepakatinya dengan ASEAN.

Prayuth sendiri dianggap sebagai sosok yang memiliki hubungan paling dekat dengan junta Myanmar dibandingkan dengan para pemimpin ASEAN lainnya.

Amerika Serikat menganggap kelompok negara-negara Asia Tenggara itu sebagai kunci untuk menangkal Tiongkok yang semakin dominan.

Biden mengatakan negara-negara ASEAN bisa berharap bahwa dirinya pada masa depan akan hadir di kawasan itu.



Sumber: ANTARA

Bagikan

BERITA TERKAIT

DPR Dorong Implementasi Five Point Consensus Myanmar di Sidang AIPA

DPR Dorong Implementasi Five Point Consensus Myanmar di Sidang AIPA

NASIONAL
ERIA Ingatkan ASEAN Bersiap Hadapi Era Artificial Intelligence

ERIA Ingatkan ASEAN Bersiap Hadapi Era Artificial Intelligence

OTOTEKNO
Enggartiasto Lukita Dorong Agenda Digitalisasi dan Integrasi Ekonomi ASEAN

Enggartiasto Lukita Dorong Agenda Digitalisasi dan Integrasi Ekonomi ASEAN

EKONOMI
Ada 15.000 Perusahaan Jepang di ASEAN, Investasi 2022 Capai US$ 26,7 Miliar

Ada 15.000 Perusahaan Jepang di ASEAN, Investasi 2022 Capai US$ 26,7 Miliar

EKONOMI
Tiongkok Sumber Investasi Terbesar ASEAN, Nilainya US$ 13,8 Miliar

Tiongkok Sumber Investasi Terbesar ASEAN, Nilainya US$ 13,8 Miliar

EKONOMI
BNPB Gelar Simulasi dan Edukasi Bencana Tingkat Asia Tenggara

BNPB Gelar Simulasi dan Edukasi Bencana Tingkat Asia Tenggara

NASIONAL

BERITA TERKINI

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Agustus 2023 Melemah Tipis ke Rp 15.170

EKONOMI 24 menit yang lalu
1060884

Raffi Ahmad Kembali Live Streaming di Shopee Live untuk Cetak Rekor Baru

EKONOMI 28 menit yang lalu
1060880

PDIP Targetkan Tiga Kursi DPR di Cirebon-Indramayu dan Kemenangan Ganjar Pranowo

BERSATU KAWAL PEMILU 33 menit yang lalu
1060883

Bursa Asia Dibuka Melemah, Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi Tiongkok

EKONOMI 39 menit yang lalu
1060882

IHSG Hari Ini 7 Agustus 2023 Dibuka Positif Jelang Rilis PDB Kuartal II

EKONOMI 45 menit yang lalu
1060881

Dipepet 3 Orang Bercelurit, Seorang Pemuda di Kediri Tewas di Parit

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1060879

Istana Berkebaya, Retno Marsudi Merasa seperti Model

NASIONAL 1 jam yang lalu
1060878

Rumah Ketua KPU Enrekang Dibobol, Aksi Maling Terekam CCTV

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1060877

Nonton Live Streaming Bayern Muenchen vs Monaco di BTV Malam Ini

SPORT 1 jam yang lalu
1060876

Terpopuler, CCTV Mahasiswa UI Dibunuh hingga Penganiayaan Wanita Sukabumi

NASIONAL 2 jam yang lalu
1060875
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno