Tesla Nikmati Uang Negara, Tapi Elon Musk Takut Pajak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tesla Nikmati Uang Negara, Tapi Elon Musk Takut Pajak

Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:18 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

California, Beritasatu.com- Banyak orang boleh kagum pada Elon Musk, sang pendiri Tesla. Tapi kekaguman itu boleh jadi luntur saat Elon Musk ternyata mulai berkelit untuk menghindari pajak. Padahal secara tidak langsung, Tesla dibangun dengan dukungan uang negara pemerintah Amerika Serikat (AS).

Seperti dilaporkan CNN, Kamis (28/10/2021), kekayaan bersih gabungan Elon Musk dan Jeff Bezos mendekati US$ 500 miliar (Rp7.077 triliun) pada Rabu (27/10).Kondisi itu didorong oleh reli saham Tesla yang tak henti-hentinya dan lonjakan luas dalam saham teknologi

Selama bertahun-tahun, Tesla menggunakan insentif pemerintah AS bagi orang untuk membeli kendaraan listrik. Sebagian besar keuntungan Tesla saat ini adalah berkat penjualan kredit peraturan pemerintah kepada pembuat mobil tradisional lainnya. Peraturan itu memungkinkan para produsen terus membuat mobil pickup dan SUV yang boros bahan bakar daripada mengurangi emisi mereka.

Satu proposal terobosan pajak diajukan Ketua Keuangan Senat Ron Wyden untuk para miliarder atas keuntungan yang belum direalisasi. Tapi proposal yang dirilis dalam bentuk rinci Rabu (27/10) pagi itu ternyata dibatalkan dalam negosiasi selang beberapa jam kemudian.

Wyden menegaskan rencana pajak untuk para miliarder itu tidak mati, tetapi pembicaraan malah beralih ke kemungkinan biaya tambahan 3% yakni di atas tarif pajak penghasilan tertinggi, bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari US$ 10 juta (Rp 141,5 miliar).

Saat diprediksi menarik lebih banyak pembayar pajak daripada pajak miliarder dan membantu rencana pengeluaran sosial Demokrat yang bisa mendekati US$ 2 triliun, rencana itu akan memberi "gigitan" yang jauh lebih kecil pada orang Amerika terkaya, seperti Musk dan Bezos.

Di bawah proposal pajak miliarder, Musk dan Bezos secara kolektif hanya akan dikenai tagihan pajak satu kali senilai US$ 100 miliar (Rp 1.415 triliun), yang dibayarkan selama lima tahun, jika proposal tersebut disetujui, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Rencana tersebut secara eksplisit menargetkan kepemilikan saham publik yang dihargai, yang telah menjadi pendorong utama perolehan kekayaan miliarder yang tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Musk, salah satu pendiri Tesla yang diperdagangkan secara publik dan perusahaan roket SpaceX, telah menambahkan kekayaan hingga US$ 122,3 miliar (Rp 1.731 triliun) untuk tahun ini. Alhasil kenaikan itu mendorong kekayaan bersih Musk menjadi US$ 292 miliar (Rp 4.133 triliun), menurut indeks Bloomberg. Sementara Pendiri Amazon.com Inc., Bezos, bernilai US$196,3 miliar (Rp 2.778 triliun).

Menurut indeks tersebut, aset 10 orang Amerika terkaya, termasuk Bill Gates dan Mark Zuckerberg, bernilai total US$1,4 triliun.

Musk yang menolak rencana Wyden, mengatakan pajak miliarder hanya akan membuat "potongan kecil" untuk melunasi utang nasional AS.

"Pengeluaran adalah masalah sebenarnya," kata Musk dalam cuitan Twitter yang juga menyertakan tautan ke jam daring yang memperkirakan utang negara.

“Bahkan jika orang super kaya dikenai pajak 100%, pemerintah masih perlu beralih ke masyarakat umum untuk menutupi kekurangannya. Ini matematika dasar,” dalih Kepala Eksekutif Tesla itu.

Kekayaan Musk telah menggelembung sebagian karena dia tidak menjual saham Tesla selama bertahun-tahun. Dia tidak mengetuk bank untuk pinjaman menggunakan sahamnya di pembuat kendaraan listrik sebagai jaminan. Menjaminkan saham adalah cara untuk memonetisasi ekuitas tanpa benar-benar menjualnya.

Musk memiliki US$ 515 juta (Rp 7,28 triliun) pinjaman pribadi dari Morgan Stanley, Goldman Sachs Group Inc. dan Bank of America Corp., menurut pengajuan peraturan dari Desember 2020, dariinformasi terbaru tersedia. Musk juga mengatakan beberapa sahamnya di SpaceX dijaminkan, tetapi belum mengungkapkan rincian tentang berapa banyak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Varian Omicron, Kuba Perketat Pembatasan

Kuba akan meningkatkan pembatasan mulai 4 Desember untuk penumpang dari negara-negara Afrika tertentu karena kekhawatiran varian virus corona, Omicron

DUNIA | 30 November 2021

Taliban Mulai Perangi Narkoba di Afghanistan

Kelompok milisi Taliban menjanjikan Afghanistan yang bebas narkotika saat mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus lalu.

DUNIA | 30 November 2021

Dua Kali Seminggu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia

Perdana Menteri wanita pertama Swedia Magdalena Andersson telah dua kali diangkat sebagai perdana menteri kurang dari seminggu.

DUNIA | 30 November 2021

Studi: Kebakaran Hutan Australia Dipicu Krisis Iklim

Badan sains nasional Australia menyatakan faktor luar biasa iklim telah memicu kebakaran hutan.

DUNIA | 30 November 2021

Tiongkok Sebut Omicron Tantangan untuk Gelar Olimpiade

Tiongkok memperingatkan, varian Covid-19 Omicron yang menyebar cepat akan menjadi tantangan dalam menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

DUNIA | 30 November 2021

Jepang Konfirmasi Kasus Pertama Varian Omicron

Pemerintah Jepang mengonfirmasi kasus pertama varian baru Covid-19 Omicron, demikian laporan Kantor Berita Kyodo pada Selasa.

DUNIA | 30 November 2021

Kunjungi Jakarta, Asisten Menlu AS Bahas Kerja Sama

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink melakukan kunjungan kerja ke Jakarta untuk membahas penguatan kerja sama.

DUNIA | 30 November 2021

Bos Moderna Peringatkan Vaksin Kurang Efektif untuk Omicron

Kepala perusahaan (CEO) tersebut memperingatkan, vaksin Covid-19 tidak mungkin seefektif atasi varian Omicron seperti terhadap versi Delta.

DUNIA | 30 November 2021

Omicron di Hong Kong Tak Pengaruhi Kebijakan ke Tiongkok

Ditemukannya kasus positif Covid-19 varian Omicron di Hong Kong tidak memengaruhi rencana pembukaan perbatasan tanpa kewajiban karantina ke Tiongkok.

DUNIA | 30 November 2021

Omicron Tak Hambat Fiji untuk Buka Kembali Perbatasan

Fiji akan melanjutkan rencana untuk membuka kembali perbatasannya untuk pelancong internasional pada Rabu 1 Desember 2021 besok.

DUNIA | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Shopee dan TNI Bantu Warga Bali Mendapat Akses Air Bersih

Shopee dan TNI Bantu Warga Bali Mendapat Akses Air Bersih

NASIONAL | kurang dari 1 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings