Studi: Panas Ekstrem Akan Rugikan Negara Berkembang hingga 64% PDB
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Studi: Panas Ekstrem Akan Rugikan Negara Berkembang hingga 64% PDB

Selasa, 9 November 2021 | 10:42 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Glasgow, Beritasatu.com- Negara-negara berkembang itu diproyeksikan mengalami penurunan produk domestik bruto (PDB) hingga 64% pada tahun 2100 akibat perubahan iklim. Seperti dilaporkan the straits times, Selasa (9/11/2021), satu studi baru menemukan negara-negara paling rentan di dunia akan menanggung beban perubahan iklim.

Studi tersebut digarap oleh organisasi non-pemerintah Christian Aid dan diterbitkan pada Senin (8/11). Studi menemukan bahwa jika kenaikan suhu global mencapai 2,9 derajat Celsius pada akhir abad ini, negara-negara yang paling rentan dapat diperkirakan menderita PDB rata-rata mencapai 19,6% pada tahun 2050 dan 63,9% pada tahun 2100.

Studi yang dikoordinasikan oleh ekonom Universitas Humboldt Marina Andrijevic, melihat dampak PDB yang didorong oleh iklim untuk negara-negara yang secara tidak proporsional dipengaruhi oleh dampak iklim. Negara-negara tersebut termasuk Sudan, Bangladesh, dan negara-negara pulau kecil dataran rendah di seluruh dunia, termasuk Maladewa, Seychelles, Tuvalu dan Timor Leste.

Berdasarkan janji iklim yang dibuat oleh sekitar 192 negara pada bulan Oktober, dunia berada di jalur untuk mengalami kenaikan suhu 2,7 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri pada akhir abad. Kenaikan suhu itu merupakan analisis sebelumnya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pembaruan pada janji yang dibuat menjelang dan selama konferensi iklim PBB COP-26 yang sedang berlangsung di Glasgow dapat memperbaiki situasi jika target ini terpenuhi. Perusahaan rintisan penelitian yang berbasis di Melbourne, Climate Resource, menyatakan Rabu lalu (3/11) bahwa dunia memiliki peluang bagus untuk membatasi pemanasan global hingga 1,9 derajat Celsius.

Ilmuwan iklim telah menunjukkan bahwa pemanasan global perlu dijaga dalam 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri untuk menangkal dampak iklim yang lebih keras.

Namun, studi Christian Aid terbaru menunjukkan bahwa bahkan jika janji iklim diperbarui untuk membatasi pemanasan hingga ambang ini, kerugian ekonomi bisa menjadi 13,1% pada tahun 2050 dan 33,1% pada tahun 2100.

"(Temuan) menggarisbawahi fakta bahwa mekanisme kerugian dan kerusakan yang kuat akan diperlukan, bahkan jika negara-negara berhasil menjaga pemanasan global di bawah 1,5 derajat Celsius," kata Christian Aid.

Loss and damage adalah istilah yang digunakan dalam konteks negosiasi iklim yang sedang berlangsung, dan mengacu pada dampak iklim yang diderita masyarakat saat ini yang tidak dapat, atau belum, dikurangi dengan upaya adaptasi.

Loss and damage termasuk kerugian dan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki yang disebabkan oleh dampak iklim, seperti hilangnya nyawa dan kerusakan infrastruktur, yang dapat ditimbulkan oleh peristiwa cuaca ekstrem seperti angin topan serta kenaikan permukaan laut.

Perkiraan sebelumnya untuk kerugian dan kerusakan ekonomi di negara-negara berkembang saja telah diproyeksikan antara US$290 miliar (Rp 4.134 triliun) dan US$580 miliar (Rp 8.268 triliun) pada tahun 2030.

Beberapa bentuk kehilangan dan kerusakan juga tidak berwujud, dan dapat mencakup hilangnya keanekaragaman hayati, monumen budaya dan tradisi, dan situs-situs suci.

Pada bulan Agustus, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB mengatakan bahwa perubahan iklim meluas, cepat dan intensif dengan beberapa dampak, seperti kenaikan permukaan laut, yang sekarang tidak dapat diubah selama ratusan hingga ribuan tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Denmark Akan Akhiri Sebagian Pembatasan Covid-19

Pemerintah Denmark pada Rabu (26/1/2022) menyatakan akan menghapus sebagian besar pembatasan pandemi Covid-19 minggu depan.

DUNIA | 27 Januari 2022

Pasukan AS Kawal 130 Truk Tangki Minyak Suriah Curian ke Irak

Pasukan Amerika Serikat (AS) di timur laut Suriah mengawal 130 truk tangki "minyak Suriah hasil curian" ke Irak dalam beberapa jam terakhir.

DUNIA | 27 Januari 2022

Pelanggaran HAM pada Migran Ilegal Masih Terjadi di Libia

Tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan penjaga pantai dan angkatan laut Libia terhadap para migran ilegal.

DUNIA | 27 Januari 2022

Presiden Tiongkok Tidak Ingin Target Iklim Kurangi Produktivitas

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, telah memperingatkan tujuan iklim negara itu jangan sampai menahan laju produktivitas sebagai pendorong ekonomi.

DUNIA | 27 Januari 2022

Rusia dan Ukraina Setuju Tetap Gencatan Senjata

Moskwa dan Kiev pada Rabu (26/1/2022) bersepakat dalam perundingan di Paris bahwa semua pihak harus mematuhi gencatan senjata di timur Ukraina.

DUNIA | 27 Januari 2022

Sekjen PBB Desak Taliban Junjung Hak Perempuan Afghanistan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak pemerintah Taliban untuk menjunjung hak-hak perempuan Afghanistan.

DUNIA | 27 Januari 2022

Rumania Siap Tampung Pasukan NATO Jika Diperlukan

Rumania menyatakan siap untuk menampung pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) jika diperlukan.

DUNIA | 27 Januari 2022

PAHO: 8 Juta Kasus Covid-19 di Amerika dalam Seminggu

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) menyatakan lebih dari delapan juta kasus Covid-19 baru dilaporkan di Amerika selama seminggu terakhir.

DUNIA | 27 Januari 2022

Bank Dunia Akan Beri Rp 1,43 Triliun untuk Bantu Korban Banjir di Sudan Selatan

Bank Dunia pada Rabu (26/1/2022) mengumumkan paket bantuan US$ 100 juta (Rp 1,43 triliun) untuk korban banjir di Sudan Selatan.

DUNIA | 27 Januari 2022

Tonga Diguncang Gempa M 6,2

Gempa kuat mengguncang Tonga, yakni dengan magnitudo (M) 6,2 dan berada di sekitar 219 km dari barat-barat laut Pangai pada Kamis (27/1/2022).

DUNIA | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Australia Terbuka: Tundukkan Madison Keys, Ashleigh Barty ke Final

Australia Terbuka: Tundukkan Madison Keys, Ashleigh Barty ke Final

OLAHRAGA | 19 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings