Logo BeritaSatu

KTT Iklim COP-26 Capai Kesepakatan Pengaturan Pasar Karbon

Minggu, 14 November 2021 | 11:04 WIB
Oleh : LES

Glasgow, Beritasatu.com - Negosiator mencapai kesepakatan pengaturan untuk pasar karbon dalam KTT Iklim COP-26 (Conference of the Parties) pada Sabtu (13/11/2021), di Glasgow, Inggris.

Kesepakatan tersebut akan membuka triliunan dolar untuk melindungi hutan, membangun fasilitas energi terbarukan dan proyek lain untuk memerangi perubahan iklim.

Kesepakatan akhir yang diadopsi oleh hampir 200 negara akan menerapkan Pasal 6 Perjanjian Paris 2015.

Kesepakatan tersebut memungkinkan negara-negara untuk memenuhi sebagian target iklim mereka dengan membeli carbon offset.

Carbon offset merupakan kegiatan menyeimbangkan sejumlah emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan tertentu dengan cara membeli karbon kredit.

Perusahaan, serta negara-negara yang memiliki hutan yang luas, mendorong kesepakatan yang kuat di pasar karbon

Kesepakatan itu adalah "kemenangan Brasil" dan negara itu bersiap untuk menjadi "pengekspor besar" kredit karbon, kata Kementerian Lingkungan Brasil di media sosial. Negara ini adalah rumah bagi sebagian besar hutan Amazon, dan memiliki potensi besar untuk membangun pembangkit listrik tenaga angin dan surya.

"Ini harus memacu investasi dan pengembangan proyek yang dapat memberikan pengurangan emisi secara signifikan," kata kepala negosiator Brasil Leonardo Cleaver de Athayde kepada Reuters.

Tetapi negara-negara yang paling rentan terhadap dampak iklim mengisyaratkan kekhawatiran atas penyeimbangan yang mungkin terbuka untuk pelanggaran yang memungkinkan aktor jahat menghindari pemotongan emisi.

Kesepakatan itu berhasil mengatasi serangkaian poin penting yang berkontribusi pada kegagalan dua pertemuan iklim besar sebelumnya.

Sebelumnya, ada ketidaksepakatan mengenai pajak atas perdagangan karbon tertentu yang bertujuan untuk mendanai adaptasi iklim di negara-negara miskin.

Perdagangan carbon offset antar negara tidak akan menghadapi pajak. Kesepakatan itu menunjukkan negara-negara berkembang menyerah pada tuntutan negara-negara kaya, termasuk Amerika Serikat, yang keberatan dengan pungutan pajak.

Dalam sistem terpusat yang terpisah untuk menerbitkan carbon offset, 5 persen dari hasil carbon offset akan dikumpulkan untuk digunakan sebagai dana adaptasi untuk negara berkembang.

Dalam sistem penerbitan carbon offset, dua persen dari carbon offset akan dibatalkan dengan tujuan untuk meningkatkan pengurangan emisi secara keseluruhan.

Ketentuan lain memutuskan bagaimana meneruskan kredit karbon yang dibuat di bawah Protokol Kyoto lama, pendahulu Perjanjian Paris, ke dalam sistem pasar offset yang baru.

Kredit karbon merupakan representasi dari hak bagi sebuah perusahaan untuk mengeluarkan sejumlah emisi karbon atau gas rumah kaca lainnya dalam proses industrinya. Satu unit kredit karbon setara dengan penurunan emisi 1 ton karbon dioksida (CO2). Kredit karbon menjadi unit yang diperdagangkan dalam pasar karbon untuk kegiatan carbon offset.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Peringati Hari Ozon Sedunia, TNI AL Gandeng KBPP Polri Lestarikan Alam

Peringati Hari Ozon Sedunia, TNI AL bersama Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) menggelar aksi bakti sosial dan pelestarian alam

NEWS | 27 September 2022

Hari Ini 34 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Selasa (27/9/2022) tersisa 34 orang.

NEWS | 27 September 2022

KPK Dalami Penerapan Pasal Perintangan Penyidikan ke Kuasa Hukum Lukas Enembe

KPK mendalami kemungkinkan menerapkan pasal perintangan penyidikan terhadap kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe

NEWS | 27 September 2022

Wapres AS Kamala Harris Hadiri Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe

Wakil Presiden Kamala Harris menghadiri upacara pemakaman mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo

NEWS | 27 September 2022

KPK Enggan Temui Lukas Enembe di Papua: Kami yang Panggil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan memenuhi permintaan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk menjalani pemeriksaan di Papua.

NEWS | 27 September 2022

Pemkot Bekasi Beri Dukungan Berantas Mafia Tanah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendukung pemerintah pusat dalam upaya memberantas mafia tanah.

NEWS | 27 September 2022

PSI Tak Dukung Rencana Kunker DPRD Kota Bekasi ke LN

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritisi rencana kunjungan kerja anggota DPRD Kota Bekasi ke luar negeri

NEWS | 27 September 2022

Pengamat Tata Kota: Penanganan Banjir Jadi PR Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) penanganan banjir.

NEWS | 27 September 2022

Hari Ini Jokowi Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Buton

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Tenggara, akan dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Buton

NEWS | 27 September 2022

Wabah Kolera Menyebar, 29 Warga Suriah Meninggal

Sedikitnya 29 orang meninggal akibat wabah kolera di beberapa wilayah Suriah. Kementerian Kesehatan Suriah mengonfirmasi 338 kasus

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bank Dunia: Telah Terjadi Perubahan Peran di Ekonomi Asia

Bank Dunia: Telah Terjadi Perubahan Peran di Ekonomi Asia

EKONOMI | 1 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings