KTT Iklim COP-26 Berakhir, Indonesia Ajak Semua Pihak Wujudkan Implementasi Perjanjian Paris
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KTT Iklim COP-26 Berakhir, Indonesia Ajak Semua Pihak Wujudkan Implementasi Perjanjian Paris

Minggu, 14 November 2021 | 11:29 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Glasgow, Beritasatu.com - KTT Iklim COP-26 (Conference of the Parties) yang diselenggarakan di Glasgow, Inggris sejak 31 Oktober telah selesai pada 13 November kemarin. Berbagai keputusan telah dihasilkan terkait dengan elemen-elemen Paris Agreement (Perjanjian Paris). Indonesia megajak semua negara mempunyai kewajiban untuk mewujudkan implementasi dan tindakan nyata dari Persetujuan Paris. Jika tidak, maka komitmen yang dibuat di Paris tidak akan tercapai.

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Laksmi Dhewanthi mengatakan hal itu dalam pernyataan tertulis dari Glasgow, Minggu (14/11/2021).

Laksmi Dhewanthi mengatakan, sebagaimana disampaikan oleh banyak delegasi bahwa tidak keseluruhan proses pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dan inklusif, selain itu, semua pihak tidak bisa mendapatkan semua apa yang mereka inginkan.

“Pada Pleno Penutupan COP-26, Indonesia menyampaikan penghargaan kepada pemerintah dan rakyat Inggris Raya, khususnya penerimaan dan keramahan penduduk Glasgow. Indonesia juga mengapresiasi kerja luar biasa dari Sekretaris Eksekutif dan Sekretariat UNFCCC, semua ketua dan wakil ketua, semua co-fasilitator, negara-negara pihak dan para pengamat,” ujar Laksmi Dhewanti..

Mengadopsi keputusan penting pada penutupan, Indonesia berpandangan bahwa meskipun hasil keluaran COP-26 Glasgow tidak sesempurna yang diharapkan, namun yang penting adalah semua negara mempunyai kewajiban untuk mewujudkannya menjadi implementasi dan tindakan nyata dari Perjanjian Paris. Jika tidak, maka komitmen yang dibuat di Paris tidak akan tercapai.

“Indonesia mengajak semua pihak berjanji untuk bersama-sama melakukan tindakan berdasarkan prinsip-prinsip Konvensi serta Perjanjian Paris. Indonesia siap untuk melangkah maju melalui proses selanjutnya di bawah UNFCCC. Seperti yang dinyatakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Perubahan iklim merupakan ancaman besar bagi kemakmuran dan pembangunan global…Solidaritas, kemitraan, kerjasama, kolaborasi global adalah kuncinya. Bersama-sama, kita bisa mewujudkannya,” tutur Laksmi.

Dijelaskan Laksmi, pandangan Indonesia terkait dengan beberapa spesifik elemen dalam keputusan COP-26, adalah sebagai berikut.

Setelah melalui negosiasi yang intens hingga menjelang akhir COP-26, akhirnya The Glasgow Pact, yang disebut sebagai kesepakatan iklim pertama yang secara eksplisit berencana untuk mengurangi batu bara, bahan bakar fosil terburuk untuk gas rumah kaca. Kesepakatan itu juga mendesak pengurangan emisi yang lebih mendesak dan menjanjikan lebih banyak uang untuk negara-negara berkembang, untuk membantu mereka beradaptasi dengan dampak iklim.

Banyak negara yang menggarisbawahi bahwa janji itu tidak cukup jauh untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat celsius. Pada akhirnya negara-negara pihak sepakat untuk "menghentikan secara bertahap" daripada "menghapus" batubara.

Indonesia memandang, salah satu elemen penting dalam agenda ini adalah aturan main mengenai kerja sama antarnegara maupun antara pelaku usaha dengan otorisasi nasional sebagai bagian upaya pemenuhan komitmen NDC-nya. Kerja sama ini dapat dilakukan dengan pendekatan pasar dengan adanya transfer unit maupun pendekatan non-pasar tanpa adanya transfer unit. Keputusan ini diharapkan dapat mendukung upaya Indonesia dalam menerapkan instrumen nilai ekonomi karbon, yang pengaturannya baru terbit melalui Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2021.

Terkait dengan Enhance Transparency Framework (ETF) atau Transparansi Yang Ditingkatkan, isu metodologi terkait ETF untuk aksi dan support mengacu ke Pasal 13 Perjanjian Paris telah diadopsi. Untuk itu, Indonesia menekankan, para pihak perlu didorong untuk segera membuat persiapan yang diperlukan untuk memastikan pelaporan Bienniun Tranparency (BTR) tepat waktu di bawah ETF sesuai dengan Pasal 13 Perjanjian Paris dan batas waktu yang ditetapkan dengan menggunakan outline yang telah disepakati. Selain itu dukungan bagi implementasi ETF berdasarkan Pasal 13 Perjanjian Paris perlu disediakan secara tepat waktu, memadai dan dapat diprediksi, mengingat ETF adalah untuk membangun kepercayaan (Building Trust).

Indonesia menyambut baik keputusan terkait pendanaan perubahan iklim, namun kecewa karena keputusan tersebut tidak memuat kejelasan kelanjutan dari Pembiayaan Jangka Panjang dalam naskah tersebut. Oleh karenanya, Indonesia meminta agar pembahasan tentang US$ 100 miliar harus dilanjutkan dalam konteks Long Term Finance Pembiayaan Jangka Panjang untuk melacak pencapaiannya dan menyusun strategi untuk mengisi kesenjangan pembiayaan.

Indonesia menyayangkan belum tercapainya target US$ 100 miliar dan mendorong para Pihak negara maju untuk segera mewujudkan komitmennya. Indonesia meminta para pihak dengan upaya terbaik, selambat-lambatnya tahun 2025, untuk menetapkan New Collective Quatified Goal dengan jumlah pendanaan yang baru dan tata waktu pencapaian (milestone) yang jelas.

Pada isu Oceans and Climate, proponen isu kelautan telah berhasil mengintegrasikan lebih lanjut pada keputusan COP-26. Keputusan yang memberikan mandat lanjutan pembahasan isu Oceans and Climate, memuat elemen-elemen, antara lain, meminta Badan SBSTA untuk menyelenggarakan dialog secara berkala mulai Juni 2022, mengundang masukan badan subsider dan proses UNFCCC terkait keberlanjutan upaya mengarusutamakan isu kelautan dalam program dan sesuai mandat masing-masing, dan mendorong para Negara Pihak untuk mengintegrasikan kebijakan kelautan dalam perumusan NDC.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pembatasan Diberlakukan, PM Selandia Baru Terpaksa Batalkan Pernikahan

PM Selandia Baru Jacinda Arden telah membatalkan pernikahannya karena negara itu memberlakukan pembatasan baru.

DUNIA | 23 Januari 2022

Hujan Salju, Ribuan Warga Beijing Mendaki Puncak Jingshan

Ribuan warga Kota Beijing, Tiongkok, berbondong-bondong mendaki puncak perbukitan Jingshan di tengah guyuran hujan salju.

DUNIA | 23 Januari 2022

Kasus Covid-19 di Taiwan Melonjak, 70 Karyawan Pabrik Positif

Taiwan mengalami lonjakan kasus Covid-19 setelah 70 karyawan pabrik elektronik di zona perdagangan bebas Kota Taoyuan, Taiwan, dinyatakan positif.

DUNIA | 23 Januari 2022

Krisis Myanmar, Jokowi Tegaskan Pentingnya Konsensus ASEAN

Jokowi kembali menegaskan pentingnya implementasi lima butir konsensus ASEAN untuk menyelesaikan krisis Myanmar.

DUNIA | 23 Januari 2022

Kisruh Soal Cat, Airbus Batalkan Kontrak Rp 85 Triliun dengan Qatar Airways

Produsen pesawat Airbus membatalkan kontrak senilai US$ 6 miliar (Rp 85 triliun) dengan Qatar Airways setelah kisruh soal cat yang mengelupas.

DUNIA | 22 Januari 2022

CDC: Vaksin Penguat Pfizer dan Moderna Efektif 90 Persen Lawan Omicron

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyatakan vaksin Pfizer dan Moderna mencapai efektif 90% melawan Omicron.

DUNIA | 22 Januari 2022

Taliban Ancam Tembak Mati Aktivis Penolak Burkak

Polisi agama Taliban telah mengancam akan menembak wanita aktivis jika mereka tidak mengenakan burkak.

DUNIA | 22 Januari 2022

Pemerintah Kamboja Beri Bantuan Tunai untuk Warga Terdampak Pandemi Covid

Pemerintah Kamboja telah memperpanjang program bantuan uang tunai untuk sekitar 700.000 keluarga yang terkena Covid-19 selama tiga bulan lagi.

DUNIA | 22 Januari 2022

AS Tolak Rencana untuk Perkuat WHO

Amerika Serikat, donor utama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menolak proposal untuk membuat badan itu lebih independen.

DUNIA | 22 Januari 2022

PBB: Pengungsi Eritrea di Tigray Mulai Putus Asa

Pengungsi Eritrea yang tinggal di kamp-kamp wilayah Tigray yang dilanda perang di Etiopia berada dalam situasi putus asa.

DUNIA | 22 Januari 2022


TAG POPULER

# Gempa Sulut


# Air Tanah


# Pasien Omicron Meninggal


# OTT KPK


# Kripto



TERKINI
BPTJ Pastikan Biskita Transpakuan Operasional Kembali

BPTJ Pastikan Biskita Transpakuan Operasional Kembali

MEGAPOLITAN | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings