Logo BeritaSatu

Uzbekistan Puji dan Teladani Politik Bebas-Aktif RI

Rabu, 17 November 2021 | 19:33 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Uzbekistan mengapresiasi dan mencontoh kebijakan luar negeri Indonesia yang berasas “bebas dan aktif” serta mempertahankan gerakan non-blok dalam melakukan interaksi global.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kedutaan Besar Uzbekistan di Indonesia, Muzaffar Abduazimov, saat berkunjung ke kantor redaksi Beritasatu Media Holdings, Selasa (16/11/2021).

“Saya sangat mengapresiasi bagaimana Indonesia menerapkan kebijakan luar negerinya. Kalau ditanya apa kebijakan kami, jawabannya adalah bebas dan aktif, plus pariwisata,” kata Muzaffar.

Dia menjawab pertanyaan tentang preferensi Uzbekistan dalam menjalin kemitraan luar negeri dalam konteks global sekarang yang memunculkan tiga kutub besar: Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.

Uzbekistan awalnya adalah bagian dari Uni Soviet dan baru merdeka pada 1991 seiring jatuhnya negara adidaya Blok Timur tersebut.

Sama seperti Indonesia, Uzbekistan tidak memilih teman dan bebas bermitra dan bersahabat dengan negara mana pun dengan tujuan utama memajukan kesejahteraan rakyat Uzbekistan, jelasnya.

Salah satu program kemitraan yang menjadi prioritas adalah bidang pariwisata, misalnya dengan Indonesia yang menyetujui kerja sama halal tourism dengan Uzbekistan.

“Saat datang ke Indonesia pada 2019, tempat pertama yang saya kunjungi adalah Lombok. Saya menjadi ketua delegasi dan kami menandatangani kerja sama sister city Lombok dan Bukhara,” kata Muzaffar.

Uzbekistan juga aktif menjalin kemitraan regional dan global, misalnya dengan menginisiasi proyek trans-Afghan railroad.

Proyek ini melibatkan Uzbekistan, Afghanistan, dan Pakistan untuk membangun jalur kereta api sepanjang 573 kilometer guna meningkatkan hubungan dan memudahkan lalu lintas orang dan barang bagi tiga negara, imbuhnya.

Trans-Afghan railroad tidak main-main karena diperkirakan menelan dana US$ 5 miliar dan butuh sedikitnya satu dekade untuk menuntaskannya.

Bagi negara yang tidak memiliki akses ke laut terbuka seperti Uzbekistan, kerja sama proyek transportasi lintas-negara sangat penting, kata Muzaffar.

Meskipun Uzbekistan merupakan anggota Commonwealth of Independent States (CIS) yang merupakan gabungan negara-negara pecahan Uni Soviet, pintu kerja sama dengan Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Tiongkok selalu terbuka, paparnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Lesti Kejora Laporkan KDRT Rizky Billar, Netizen: Kacang Lupa Kulitnya

Rizky Billar yang diduga melakukan KDRT kepada Lesti Kejora, disebut netizen sebagai kacang yang lupa akan kulitnya.

NEWS | 30 September 2022

Putusan Arbitrase Indonesia Dapat Dieksekusi di Singapura

Putusan arbitrase yang ditetapkan oleh lembaga-lembaga arbitrase Indonesia dapat dieksekusi di Singapura,

NEWS | 30 September 2022

Jokowi Ajak KAHMI Terus Berkontribusi untuk Kemajuan Bangsa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

NEWS | 30 September 2022

Putri Candrawathi Rampung Jalani Tes Kesehatan di Bareskrim

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi rampung menjalani tes kesehatan di ruang tes kesehatan Bareskrim Polri.

NEWS | 30 September 2022

IndoVac dan AWcorna, Vaksin Covid-19 Milik Indonesia

Indonesia akhirnya resmi memiliki vaksin Covid-19 produksi sendiri yakni vaksin IndoVac dan AWcorna

NEWS | 30 September 2022

Pencaplokan Wilayah Ukraina, Presiden Putin Gelar Perayaan

Presiden Putin menjadi tuan rumah upacara perayaan Kremlin atas pencaplokan wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

NEWS | 30 September 2022

Politikus Golkar Papua: Lukas Enembe Jangan Menghindar dari Hukum

John Bukwab berharap Gubernur Papua Lukas Enembe berjiwa besar dalam menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.

NEWS | 30 September 2022

Tingkat Ekonomi Rendah Jadi Salah Satu Penyebab Stunting

Tingginya angka stunting bisa disebabkan oleh tingkat ekonomi yang rendah. Untuk itulah perlu upaya meningkatkan tingkat ekonomi orangtua.

NEWS | 30 September 2022

Kepala BPIP: Ulama dan Santri Aceh adalah Pejuang Tegaknya Pancasila

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan ulama dan santri Aceh berperan besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

NEWS | 30 September 2022

Jelang G-20, Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali

Kementan menggelar gerakan vaksinasi massal untuk memastikan hewan penular rabies (HPR) di wilayah KTT G-20 tervaksin.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 30 September

Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 30 September

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings