Malaysia Sudah Kembali Terima PMI untuk Bekerja
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Malaysia Sudah Kembali Terima PMI untuk Bekerja

Jumat, 19 November 2021 | 21:10 WIB
Oleh : LES

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Pemerintah perlu segera membuka pintu bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah siap diberangkatkan bekerja di Malaysia karena negeri jiran tersebut sudah membuka diri menerima PMI untuk bekerja di Malaysia.

Direktur Pusat Penyelesaian Permasalahan Warga Negara Indonesia (P3WNI) di Malaysia Zainul Arifin mengemukakan hal itu dalam pernyataan yang dikirim ke Kuala Lumpur, Jumat (19/11/2021).

"Baru satu Minggu yang lalu Presiden Jokowi menerima kunjungan resmi dari Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob di istana Bogor. Banyak hal yang dibahas yakni masalah ekonomi, budaya, batas wilayah dan yang tak kalah penting adalah masalah perlindungan PMI yang bekerja di Malaysia," katanya.

Dia mengatakan PMI yang saat ini bekerja di Malaysia dan calon PMI yang akan bekerja ke Malaysia masih terasa jauh dari sejahtera lantaran kedua negara belum memiliki komitmen yang tulus untuk melindungi dan melayani PMI dan calon PMI yang bekerja di Malaysia.

"Isu lama dan terus berulang ini seakan tak akan berhenti dan terus menghantui kedua negara dikarenakan hubungan jiran yang dekat menjadi kedua negara ini terus memiliki hubungan diplomatik yang pasang surut," kata mahasiswa pascasarjana perguruan tinggi di Malaysia tersebut.

Dia mengatakan kedua pimpinan negara tersebut seringkali menyepakati isu mengenai penempatan dan perlindungan PMI di Malaysia.

"Saat pertemuan beberapa waktu lalu ada permintaan Perdana Menteri Malaysia agar kedua negara dapat membuka pintu perbatasan masuk bagi warga Malaysia maupun WNI untuk dapat masuk ke wilayah kedua negara terutama jalur udara dari Kuala Lumpur-Jakarta-Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur-Bali-Kuala Lumpur," katanya.

Namun, ujar dia, tidak disebutkan secara jelas mengenai dibukanya kembali pintu masuk apakah hanya keperluan pariwisata atau calon PMI diperbolehkan masuk dan bekerja di Malaysia.

Berdasarkan data dari BP2MI terdapat 88.973 calon PMI yang sudah terdaftar di SISKOP2MI dan telah melalui proses tahapan-tahapan sebagai syarat untuk bekerja ke luar negeri.

"Dari begitu bayak minat WNI untuk bekerja ke luar negeri tidak semuanya dapat diberangkatkan lantaran negara tujuan menjadi langganan PMI seperti Malaysia belum dibuka kembali untuk melakukan penetapan bagi PMI," katanya.

Berdasarkan data BP2MI, diperkirakan ada 5,3 juta PMI dari sekitar 9 juta PMI yang bekerja di sejumlah negara penempatan bekerja secara ilegal dan tidak terdaftar.

Sedangkan ada 3,7 juta PMI lainnya bekerja legal dan terdaftar secara resmi.

Sementara di Malaysia sendiri diperkirakan dari tiga juta PMI yang bekerja di Malaysia, satu juta lebih bekerja secara legal dan sisanya ilegal.

"Momentum pertemuan pimpinan kedua negara ini harus serius dan komitmen untuk benar-benar memastikan bahwa PMI yang bekerja di Malaysia dapat terlindungi dan merasa aman serta nyaman dalam bekerja," katanya.

Belum dibukanya pengiriman PMI ke Malaysia, ujar dia, berdampak pada ekonomi dan pengangguran di daerah.

"Kami sudah menyurati Menteri Ketenagakerjaan dan Kepala BP2MI untuk segera menindaklanjuti kerjasama antara kedua negara ini dalam hal ini dibukakannya kembali penempatan PMI ke Malaysia," katanya.

Zainul mengatakan pihaknya pernah menggugat Keputusan Menaker Nomor 151 tahun 2020, tentang Penghentian Sementara Penempatan PMI pada Juni 2020 dengan hasil Menteri Ketenagakerjaan mencabut keputusan tersebut sehingga calon PMI sudah dapat ditempatkan untuk bekerja ke luar negeri.

"Penting bagi kita agar pemerintah segera membuka pintu bagi calon PMI yang telah siap diberangkatkan untuk bekerja di Malaysia, karena Malaysia sudah membuka diri siap menerima PMI untuk bekerja di Malaysia," katanya.

Zainul mengatakan jika pengiriman PMI tidak segera dilakukan maka dampak kemiskinan dan pengangguran di daerah akan semakin meningkat dan pengiriman PMI secara ilegal akan terus terjadi secara masif.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

AS Tekan Tiongkok untuk Beri Kelonggaran Aturan Covid-19 bagi Diplomat

AS mengatakan pada Kamis (27/1/2022), pihaknya meminta Tiongkok untuk melonggarkan aturan karantina Covid-19 bagi para diplomat.

DUNIA | 28 Januari 2022

Ternyata Subvarian BA.2 Pertama Kali Diidentifikasi di Negara Tetangga Indonesia

Banyak yang belum tahu kalau turunan Omicron ini telah diidentifikasi sejak November 2021, dari negara tetangga Indonesia.

DUNIA | 28 Januari 2022

Deteksi 10 Kasus, Finlandia Belum Temukan Asal Masuknya Subvarian BA.2

Otoritas kesehatan di Finlandia Barat Daya telah mendeteksi 10 kasus subvarian Omicron, BA.2.

DUNIA | 28 Januari 2022

2 Orang Tewas Akibat Longsoran Salju di Turki

Dua orang tewas akibat longsoran salju di kota Erzurum, Turki bagian timur, kata Otoritas Bencana dan Darurat (AFAD) negara itu.

DUNIA | 28 Januari 2022

Pria di Jepang Tembak dan Sandera Pekerja Medis

Seorang pria Jepang dilaporkan, menyerang dua pekerja medis yang melakukan kunjungan ke sebuah rumah di Fujimino, barat Tokyo.

DUNIA | 28 Januari 2022

Pemerintah Perlu Maksimalkan Pengaruh Indonesia Secara Internasional

Kaum muda menilai pemerintah Indonesia perlu memaksimalkan kepemimpinan di kancah perpolitikan internasional, untuk memperkuat diplomasi Indonesia.

DUNIA | 28 Januari 2022

Vaksin Booster Mampu Kurangi Rawat Inap hingga 800.000 Pasien di Eropa

Vaksin dosis booster menurut badan kesehatan masyarakat Uni Eropa mampu mengurangi sedikitnya setengah juta pasien rawat inap di Eropa.

DUNIA | 28 Januari 2022

Taiwan Danai Proposal dari 3 Negara untuk Atasi Masalah Sosial

Taiwan Excellence: Sharing is Caring, kampanye filantropi global mengumumkan tiga proposal dari tiga negara.

DUNIA | 28 Januari 2022

Malta Akan Hapus Persyaratan Sertifikat Vaksin untuk Pengunjung Restoran

Malta akan menghapus persyaratan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 untuk memasuki restoran mulai 7 Februari 2022.

DUNIA | 27 Januari 2022

Spanyol Selamatkan 319 Migran dari Laut

Layanan darurat di Kepulauan Canary Spanyol menyatakan 319 orang migran, termasuk 59 wanita dan 24 anak-anak.

DUNIA | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Tidak Sekedar Online, Ini Solusi UMKM Bisa Naik Kelas

Tidak Sekedar Online, Ini Solusi UMKM Bisa Naik Kelas

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings