PBB Peringatkan Keruntuhan Kolosal Perbankan Afghanistan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB Peringatkan Keruntuhan Kolosal Perbankan Afghanistan

Selasa, 23 November 2021 | 09:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Senin (22/11/2021) memperingatkan bahaya keruntuhan sistem perbankan Afghanistan dalam beberapa bulan mendatang. Keruntuhan dipicu lonjakan orang yang tidak dapat membayar kembali pinjaman, simpanan yang lebih rendah dan krisis likuiditas tunai.

Seperti dilaporkan Reuters, Program Pembangunan AS (UNDP) menyampaikan prediksi itu dalam laporan tiga halaman tentang perbankan dan sistem keuangan Afghanistan. Menurut UNDP, biaya ekonomi dari runtuhnya sistem perbankan - dan dampak sosial negatif yang diakibatkan "akan sangat besar".

Penarikan tiba-tiba sebagian besar dukungan pembangunan asing setelah Taliban merebut kekuasaan pada 15 Agustus dari pemerintah Afghanistan yang didukung Barat telah membuat ekonomi jatuh bebas. Kondisi itu menempatkan tekanan berat pada sistem perbankan yang menetapkan batas penarikan mingguan untuk menghentikan kehabisan simpanan.

"Sistem pembayaran keuangan dan bank Afghanistan sedang kacau. Masalah bank-run harus diselesaikan dengan cepat untuk meningkatkan kapasitas produksi Afghanistan yang terbatas dan mencegah sistem perbankan runtuh," kata laporan UNDP.

“Kami perlu menemukan cara untuk memastikan bahwa jika kami mendukung sektor perbankan, kami tidak mendukung Taliban,” kata Abdallah al Dardari, kepala UNDP di Afghanistan, kepada Reuters.

Menemukan cara untuk mencegah keruntuhan diperumit oleh sanksi internasional dan sepihak terhadap para pemimpin Taliban.

“Kami berada dalam situasi yang mengerikan sehingga kami perlu memikirkan semua opsi yang mungkin dan kami harus berpikir di luar kotak. Apa yang dulunya tidak terpikirkan tiga bulan lalu menjadi bisa dipikirkan sekarang," katanya.

Sistem perbankan Afghanistan sudah rentan sebelum Taliban berkuasa. Tetapi sejak itu, bantuan pembangunan telah mengering, miliaran dolar aset Afghanistan telah dibekukan di luar negeri, dan PBB dan kelompok-kelompok bantuan sekarang berjuang untuk mendapatkan cukup uang ke negara itu.

Usulan UNDP untuk menyelamatkan sistem perbankan mencakup skema penjaminan simpanan, langkah-langkah untuk memastikan kecukupan likuiditas untuk kebutuhan jangka pendek dan menengah, serta opsi penjaminan kredit dan penundaan pembayaran pinjaman.

“Koordinasi dengan Lembaga Keuangan Internasional, dengan pengalaman luas mereka tentang sistem keuangan Afghanistan, akan sangat penting untuk proses ini,” kata UNDP dalam laporannya, yang mengacu pada Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Imlek di Filipina, Warga Tetap Bisa Makan Tikoy dan Kirim Angpao Elektronik

Warga Filipina keturunan Tionghoa tetap bisa merayakan Imlek dengan aman dari rumah, seperti makan tikoy dan mengirim angpao secara elektronik.

DUNIA | 28 Januari 2022

Kasus Covid-19 Berkurang, Yunani Izinkan Lagi Musik di Bar dan Restoran

Yunani akan mengizinkan lagi musik di restoran dan bar serta memperpanjang jam operasionalnya setelah mencabut beberapa pembatasan.

DUNIA | 28 Januari 2022

Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

Indonesia dimasukkan dalam daftar negara hijau atau aman (green list country) oleh pemerintah Qatar.

DUNIA | 28 Januari 2022

AS Tekan Tiongkok untuk Beri Kelonggaran Aturan Covid-19 bagi Diplomat

AS mengatakan pada Kamis (27/1/2022), pihaknya meminta Tiongkok untuk melonggarkan aturan karantina Covid-19 bagi para diplomat.

DUNIA | 28 Januari 2022

Ternyata Subvarian BA.2 Pertama Kali Diidentifikasi di Negara Tetangga Indonesia

Banyak yang belum tahu kalau turunan Omicron ini telah diidentifikasi sejak November 2021, dari negara tetangga Indonesia.

DUNIA | 28 Januari 2022

Deteksi 10 Kasus, Finlandia Belum Temukan Asal Masuknya Subvarian BA.2

Otoritas kesehatan di Finlandia Barat Daya telah mendeteksi 10 kasus subvarian Omicron, BA.2.

DUNIA | 28 Januari 2022

2 Orang Tewas Akibat Longsoran Salju di Turki

Dua orang tewas akibat longsoran salju di kota Erzurum, Turki bagian timur, kata Otoritas Bencana dan Darurat (AFAD) negara itu.

DUNIA | 28 Januari 2022

Pria di Jepang Tembak dan Sandera Pekerja Medis

Seorang pria Jepang dilaporkan, menyerang dua pekerja medis yang melakukan kunjungan ke sebuah rumah di Fujimino, barat Tokyo.

DUNIA | 28 Januari 2022

Pemerintah Perlu Maksimalkan Pengaruh Indonesia Secara Internasional

Kaum muda menilai pemerintah Indonesia perlu memaksimalkan kepemimpinan di kancah perpolitikan internasional, untuk memperkuat diplomasi Indonesia.

DUNIA | 28 Januari 2022

Vaksin Booster Mampu Kurangi Rawat Inap hingga 800.000 Pasien di Eropa

Vaksin dosis booster menurut badan kesehatan masyarakat Uni Eropa mampu mengurangi sedikitnya setengah juta pasien rawat inap di Eropa.

DUNIA | 28 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Imlek di Filipina, Warga Tetap Bisa Makan Tikoy dan Kirim Angpao Elektronik

Imlek di Filipina, Warga Tetap Bisa Makan Tikoy dan Kirim Angpao Elektronik

DUNIA | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings