Logo BeritaSatu

Taliban Larang Perempuan Tampil di Drama TV

Selasa, 23 November 2021 | 12:16 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Pemerintah Taliban menerapkan aturan baru yang melarang perempuan tampil dalam drama televisi di Afghanistan. Seperti dilaporkan BBC, Senin (22/11/2021), wartawati dan presenter wanita juga telah diperintahkan untuk mengenakan jilbab di layar, meskipun pedoman tersebut tidak menyatakan jenis penutup mana yang akan digunakan.

Di sisi lain, para wrtawan mengatakan beberapa aturan tidak jelas dan dapat ditafsirkan.

Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus dan banyak yang khawatir mereka secara bertahap memberlakukan pembatasan yang keras.

Kelompok milisi Islam, yang mengambil alih kendali setelah kepergian pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu, segera menginstruksikan anak perempuan dan gadis muda untuk tinggal di rumah dari sekolah.

Selama pemerintahan Taliban sebelumnya pada 1990-an, perempuan dilarang mendapatkan pendidikan dan tempat kerja.

Kumpulan pedoman Taliban terbaru, yang telah dikeluarkan untuk saluran televisi Afghanistan, menampilkan delapan aturan baru. Pedoman termasuk pelarangan film yang dianggap bertentangan dengan prinsip Syariah - atau hukum Islam - dan nilai-nilai Afghanistan, sementara rekaman pria yang mengekspos bagian tubuh yang intim dilarang.

Pertunjukan komedi dan hiburan yang menghina agama atau mungkin dianggap menyinggung warga Afghanistan juga dilarang.

Taliban bersikeras bahwa film asing yang mempromosikan nilai-nilai budaya asing tidak boleh disiarkan. Saluran televisi Afghanistan kebanyakan menayangkan drama asing dengan pemeran utama wanita.

Seorang anggota organisasi yang mewakili wartawan di Afghanistan, Hujjatullah Mujaddedi, mengatakan pengumuman pembatasan baru itu tidak terduga.

Mujaddedi mengatakan kepada BBC bahwa beberapa aturan tidak praktis dan jika diterapkan, lembaga penyiaran mungkin terpaksa ditutup.

Keputusan Taliban sebelumnya untuk memerintahkan anak perempuan dan gadis muda untuk tinggal di rumah dari sekolah membuat Afghanistan satu-satunya negara di dunia yang melarang setengah penduduknya mendapatkan pendidikan.

Wali Kota ibu kota, Kabul, juga mengatakan kepada pegawai kota madya wanita untuk tinggal di rumah kecuali pekerjaan mereka tidak dapat diisi oleh seorang pria.

Taliban mengklaim bahwa aturan pembatasan pada perempuan yang bekerja dan belajar anak perempuan adalah "sementara" dan hanya untuk memastikan semua tempat kerja dan lingkungan belajar "aman" bagi mereka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bursa Eropa Ditutup Menguat di Tengah Minggu yang Fluktuatif

Bursa Eropa Ditutup Menguat di Tengah Minggu yang Fluktuatif

EKONOMI | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings