Logo BeritaSatu

India Umumkan RUU untuk Larang Uang Kripto Swasta

Kamis, 25 November 2021 | 20:50 WIB
Oleh : Grace El Dora / LES

Mumbai, Beritasatu.com - Pemerintah India akan memperkenalkan undang-undang untuk melarang mata uang kripto swasta. Parlemen menyampaikan pengumuman mengejutkan tersebut, di tengah penyusunan kerangka kerja untuk uang digital yang didukung bank sentral.

Rancangan undang-undang (RUU) yang diusulkan tersebut berusaha untuk melarang semua mata uang kripto swasta di India, kata Dewan Rakyat Lok Sabha, yang menjadi bagian dari parlemen India.

Pengumuman disampaikan setelah Perdana Menteri India Narendra Modi minggu lalu memperingatkan bahwa Bitcoin menghadirkan risiko bagi generasi muda. Mata uang kripto, kata dia, bisa merusak masa muda jika berakhir di tangan yang salah.

Ini adalah langkah terbaru oleh salah satu negara ekonomi pasar berkembang, setelah pemerintah Tiongkok mengumumkan semua transaksi mata uang kripto ilegal pada September 2021.

Pasar kripto India telah berkembang pesat sejak Mahkamah Agung negara itu membatalkan larangan sebelumnya pada April 2020. Nilainya tumbuh lebih dari 600% selama setahun terakhir, menurut penelitian oleh perusahaan platform data Chainalysis.

Antara 15-100 juta orang di India, ekonomi terbesar ketiga di Asia, diperkirakan memiliki mata uang kripto dengan total kepemilikan hingga miliaran dolar.

Investasi mereka sekarang akan menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Bank sentral India (RBI) mengumumkan pada Juni 2021 bahwa mereka sedang berupaya untuk memperkenalkan mata uang digitalnya sendiri pada akhir tahun ini. Pihaknya juga memperingatkan ada keprihatinan serius tentang kripto swasta seperti Bitcoin, Ethereum, dan sejenisnya.

RUU tersebut diperkirakan rampung sebelum sesi legislatif baru. Regulasi ini nantinya akan memungkinkan beberapa pengecualian untuk mempromosikan teknologi kripto, menurut buletin parlemen tentang bisnis yang akan datang. Tetapi tidak ada detail lebih lanjut tentang kapan target penyelesaian undang-undang yang diusulkan.

Harga pasar Bitcoin tampaknya tidak terpengaruh dan naik 1,67% pada perdagangan Rabu (24/11/2021).

Tetapi teks dari RUU yang diusulkan memunculkan kepanikan di antara para investor dan penggemar lokal kripto.

"Kata-katanya telah menciptakan kepanikan," kata Kashif Raza, pendiri platform pendidikan kripto Bitinning. Menurutnya, industri mengharapkan pemerintah untuk mengambil pandangan yang lebih baik setelah konsultasi baru-baru ini dengan pihak industri.

"Jelas akan ada penutupan industri. Industri akan mati secara alami. Modal intelektual akan menjauh, investor akan menghadapi kerugian," tambahnya.

Perdagangan kripto telah diawasi oleh regulator India sejak pertama kali memasuki pasar lokal pada 2013. Sempat terjadi lonjakan transaksi kripto palsu, setelah demonetisasi hampir semua uang kertas di masa pemerintah Modi pada 2016. Hasilnya, bank sentral negara itu melarang transaksi kripto pada April 2018.

Mahkamah Agung mencabut larangan itu dua tahun kemudian dan investasi telah melonjak sejak saat itu.

Orang India telah dibombardir dalam beberapa bulan terakhir dengan iklan untuk CoinSwitchKuber, CoinDCX, dan pertukaran kripto lainnya yang dikembangkan di dalam negeri. Iklan-iklan disampaikan lewat seluruh saluran televisi, layanan streaming daring, dan media sosial.

Platform-platfom semacam ini menghabiskan lebih dari 500 juta rupee (US$ 6,7 juta) untuk penempatan iklan selama Piala Dunia kriket T20, menurut penelitian oleh TAM Sports. Pemirsa menyaksikan rata-rata 51 iklan mata uang kripto per pertandingan.

Analis mengatakan regulasi akan menjadi pusat untuk mengatasi risiko keamanan. Pasalnya, pertukaran kripto yang semakin meningkat mulai menjadi target oleh penjahat siber karena harga mata uang virtual melonjak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tembakan Salvo Tandai Pemakaman Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan di Desa Sukosari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

NEWS | 3 Oktober 2022

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

Masalah Asuransi Kredit Berpotensi Berdampak Sistemik

EKONOMI | 24 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings