India Umumkan RUU untuk Larang Uang Kripto Swasta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

India Umumkan RUU untuk Larang Uang Kripto Swasta

Kamis, 25 November 2021 | 20:50 WIB
Oleh : Grace El Dora / LES

Mumbai, Beritasatu.com - Pemerintah India akan memperkenalkan undang-undang untuk melarang mata uang kripto swasta. Parlemen menyampaikan pengumuman mengejutkan tersebut, di tengah penyusunan kerangka kerja untuk uang digital yang didukung bank sentral.

Rancangan undang-undang (RUU) yang diusulkan tersebut berusaha untuk melarang semua mata uang kripto swasta di India, kata Dewan Rakyat Lok Sabha, yang menjadi bagian dari parlemen India.

Pengumuman disampaikan setelah Perdana Menteri India Narendra Modi minggu lalu memperingatkan bahwa Bitcoin menghadirkan risiko bagi generasi muda. Mata uang kripto, kata dia, bisa merusak masa muda jika berakhir di tangan yang salah.

Ini adalah langkah terbaru oleh salah satu negara ekonomi pasar berkembang, setelah pemerintah Tiongkok mengumumkan semua transaksi mata uang kripto ilegal pada September 2021.

Pasar kripto India telah berkembang pesat sejak Mahkamah Agung negara itu membatalkan larangan sebelumnya pada April 2020. Nilainya tumbuh lebih dari 600% selama setahun terakhir, menurut penelitian oleh perusahaan platform data Chainalysis.

Antara 15-100 juta orang di India, ekonomi terbesar ketiga di Asia, diperkirakan memiliki mata uang kripto dengan total kepemilikan hingga miliaran dolar.

Investasi mereka sekarang akan menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Bank sentral India (RBI) mengumumkan pada Juni 2021 bahwa mereka sedang berupaya untuk memperkenalkan mata uang digitalnya sendiri pada akhir tahun ini. Pihaknya juga memperingatkan ada keprihatinan serius tentang kripto swasta seperti Bitcoin, Ethereum, dan sejenisnya.

RUU tersebut diperkirakan rampung sebelum sesi legislatif baru. Regulasi ini nantinya akan memungkinkan beberapa pengecualian untuk mempromosikan teknologi kripto, menurut buletin parlemen tentang bisnis yang akan datang. Tetapi tidak ada detail lebih lanjut tentang kapan target penyelesaian undang-undang yang diusulkan.

Harga pasar Bitcoin tampaknya tidak terpengaruh dan naik 1,67% pada perdagangan Rabu (24/11/2021).

Tetapi teks dari RUU yang diusulkan memunculkan kepanikan di antara para investor dan penggemar lokal kripto.

"Kata-katanya telah menciptakan kepanikan," kata Kashif Raza, pendiri platform pendidikan kripto Bitinning. Menurutnya, industri mengharapkan pemerintah untuk mengambil pandangan yang lebih baik setelah konsultasi baru-baru ini dengan pihak industri.

"Jelas akan ada penutupan industri. Industri akan mati secara alami. Modal intelektual akan menjauh, investor akan menghadapi kerugian," tambahnya.

Perdagangan kripto telah diawasi oleh regulator India sejak pertama kali memasuki pasar lokal pada 2013. Sempat terjadi lonjakan transaksi kripto palsu, setelah demonetisasi hampir semua uang kertas di masa pemerintah Modi pada 2016. Hasilnya, bank sentral negara itu melarang transaksi kripto pada April 2018.

Mahkamah Agung mencabut larangan itu dua tahun kemudian dan investasi telah melonjak sejak saat itu.

Orang India telah dibombardir dalam beberapa bulan terakhir dengan iklan untuk CoinSwitchKuber, CoinDCX, dan pertukaran kripto lainnya yang dikembangkan di dalam negeri. Iklan-iklan disampaikan lewat seluruh saluran televisi, layanan streaming daring, dan media sosial.

Platform-platfom semacam ini menghabiskan lebih dari 500 juta rupee (US$ 6,7 juta) untuk penempatan iklan selama Piala Dunia kriket T20, menurut penelitian oleh TAM Sports. Pemirsa menyaksikan rata-rata 51 iklan mata uang kripto per pertandingan.

Analis mengatakan regulasi akan menjadi pusat untuk mengatasi risiko keamanan. Pasalnya, pertukaran kripto yang semakin meningkat mulai menjadi target oleh penjahat siber karena harga mata uang virtual melonjak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemerintah Diminta Tak Tanggapi Protes Tiongkok Soal Natuna

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Christina Aryani meminta pemerintah untuk mengabaikan klaim sepihak Tiongkok atas wilayah Natuna.

DUNIA | 3 Desember 2021

WHO: Asia Pasifik Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Negara-negara Asia-Pasifik harus meningkatkan kapasitas layanan kesehatan mereka untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

DUNIA | 3 Desember 2021

ECDC Sebut Omicron Bisa Jadi Varian Dominan di Eropa

ECDC pada Kamis (2/12/2021) mengatakan, varian Omicron berpotensi mendominasi kasus Covid-19 di Eropa dalam beberapa bulan ke depan.

DUNIA | 3 Desember 2021

Kasus Omicron di Malaysia, Ada 5 Orang Kontak Dekat

Omicron sudah terdeteksi di negara itu dari sampel pelajar yang kembali dari Afrika Selatan (Afsel) via Singapura pada 19 November.

DUNIA | 3 Desember 2021

Kasus Omicron Sudah Terdeteksi di Malaysia

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan pada Jumat (3/12/2021) bahwa varian baru Covid-19 Omicron sudah terdeteksi di negara itu.

DUNIA | 3 Desember 2021

Varian Omicron Telah Terdeteksi di 31 Negara Ini

Hingga Kamis (2/12/2021) malam kemarin tercatat, varian baru Covid-19 telah terdeteksi di 31 negara.

DUNIA | 3 Desember 2021

Diresmikan, Kereta Peluru Laos Akan Terhubung ke Tiongkok

Jalur ini akan menghubungkan kota Kunming di tenggara Tiongkok ke ibu kota Laos, Vientiane, membentang lebih dari 1.000 km.

DUNIA | 3 Desember 2021

Gempa di Jepang, Tagar Letusan Gunung Fuji Jadi Trending

Pihak berwenang Jepang meredam spekulasi kemungkinan letusan gunung berapi Fuji, setelah gempa magnitudo (M) 4,8 t menjadi trending topik.

DUNIA | 3 Desember 2021

Temuan Omicron di New York, Penyebaran Komunitas Terjadi

Pejabat New York mengatakan Kamis bahwa mereka telah mengidentifikasi lima kasus varian Omicron di negara bagian New York.

DUNIA | 3 Desember 2021

Temuan Omicron di Berlin, Warga Diminta Kurangi Kontak

Otoritas kesehatan Jerman pada Kamis (2/12/2021) melaporkan temuan kasus terkonfirmasi varian baru Covid-19 Omicron pertama di Kota Berlin.

DUNIA | 3 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

NASIONAL | 8 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings