Kecelakaan Bus Tewaskan 44 Orang Diduga Human Error
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kecelakaan Bus Tewaskan 44 Orang Diduga Human Error

Kamis, 25 November 2021 | 23:56 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Sofia, Beritasatu.com - Penyelidik Bulgaria pada hari Kamis (25/11/2021) menyatakan, faktor kesalahan manusia (human error) adalah penyebab paling mungkin dari kecelakaan bus yang menewaskan 44 orang.

Bus itu membawa turis, termasuk anak-anak, dari Makedonia Utara yang kembali dari perjalanan akhir pekan ke Turki. Bus kemudian terbakar di jalan raya di Bulgaria barat sebelum fajar pada Selasa (23/11/2021).

Penyelidik telah mengesampingkan aksi teroris atau tabung tambahan dengan bahan bakar bisa menyebabkan kebakaran mematikan. Mereka juga menetapkan tidak ada ledakan.

"Untuk saat ini, versi utamanya adalah satu, kesalahan manusia," kata kepala Badan Investigasi Nasional Bulgaria, Borislav Sarafov, dalam jumpa pers pada Kamis.

"Autopsi menunjukkan, semua korban tewas mati lemas setelah kebakaran, dan bukan karena cedera akibat kecelakaan atau cedera akibat ledakan," katanya.

Penyelidik sedang memeriksa apakah ada marka jalan yang buruk, kurangnya rambu dan reflektor yang tepat, dan pengaturan lalu lintas jalan raya yang buruk dapat berkontribusi pada kecelakaan itu.

"Pendapat kami adalah bahwa penghalang lalu lintas tidak berguna, itu berbahaya bagi lalu lintas dan sebenarnya membantu kecelakaan itu terjadi," kata Sarafov.

Bus menabrak pembatas lalu lintas di sisi kanan, merobek badan kendaraan dan terbakar karena gesekan, lalu membelok ke kiri sebelum berhenti di pembatas lalu lintas yang memisahkan jalur jalan raya, kata penyelidik.

"Para saksi mengatakan bahwa segera setelah kecelakaan terjadi, api berkobar dan bus itu dengan cepat dipenuhi asap," kata pemimpin penyelidik Marian Marinov.

"Tidak ada yang bisa keluar dari pintu pertama karena api yang kuat di sana. Semua berkumpul di depan pintu belakang, tetapi terhalang oleh pembatas lalu lintas yang menghentikan bus," katanya.

Pihak berwenang melaporkan 45 korban dari kecelakaan itu, tetapi penyelidik telah menemukan 44 mayat. Mereka mencoba untuk memastikan apakah satu penumpang yang ada di manifest telah pindah ke bus lain yang merupakan bagian dari perjalanan akhir pekan yang sama, atau selamat dari kecelakaan itu.

Seorang korban selamat, yang memecahkan jendela di bagian belakang bus, bersaksi bahwa delapan orang melompat keluar dari kendaraan yang terbakar, kata Siyka Mileva, juru bicara kepala jaksa. Namun hanya tujuh penumpang yang dilarikan ke rumah sakit.

Bulgaria mengirim dua pejabat ke Makedonia Utara pada hari Kamis untuk menerima sampel DNA

dari kerabat, yang diperlukan untuk mengidentifikasi para korban, kata Sarafov.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNA/Reuters

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

CNN Sebut AS Bakal Boikot Olimpiade Beijing 2022

Pemerintahan Biden diperkirakan akan mengumumkan minggu ini bahwa pejabat pemerintah AS tidak akan menghadiri Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

DUNIA | 6 Desember 2021

Omicron, Maskapai Tiongkok Hentikan Penerbangan di 37 Negara

Beberapa maskapai penerbangan Tiongkok menghentikan pelayanan dari 37 negara terkait munculnya kasus positif varian baru Covid-19 Omicron.

DUNIA | 6 Desember 2021

Protes Aturan Covid-19 Berubah Jadi Kekerasan di Belgia

Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan water cannon untuk membubarkan pengunjuk rasa yang melempari petugas dengan batu.

DUNIA | 6 Desember 2021

Omicron Ditemukan di Hampir Sepertiga Negara Bagian AS

Varian Covid-19 Omicron telah menyebar ke sekitar sepertiga negara bagian AS.

DUNIA | 6 Desember 2021

CNN Pecat Penyiar Kondang Chris Cuomo

Cuomo dituduh menyalahgunakan jabatannya untuk membantu sang kakak yang didera kasus pelecehan seksual saat menjabat gubernur New York.

DUNIA | 5 Desember 2021

Biden-Putin Berunding di Tengah Ketegangan Ukraina

Perundingan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat di Ukraina.

DUNIA | 5 Desember 2021

Tiongkok Rencanakan Pembangunan Hijau Sektor Industri

Kementerian Perindustrian Tiongkok meluncurkan rencana lima tahun yang ditujukan untuk pembangunan hijau di sektor industrinya.

DUNIA | 5 Desember 2021

PBB Perluas Mandat Perangi Pembajakan di Somalia

Dewan Keamanan PBB memperbarui izin penggunaan semua cara yang diperlukan guna memerangi pembajakan di lepas pantai Somalia. negara Afrika Timur.

DUNIA | 5 Desember 2021

Menlu Finlandia Positif Covid-19

Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto dinyatakan positif Covid-19.

DUNIA | 5 Desember 2021

Survei: 53 % Rakyat Jerman Ingin Karantina Nasional

Sekitar 53% orang Jerman mendukung gagasan karantina besar-besaran di seluruh negeri, di tengah lonjakan kasus Covid-19.

DUNIA | 5 Desember 2021


TAG POPULER

# Mahasiswi Bunuh Diri


# Kasus Anak Ahok


# Kereta Api Tabrak Angkot


# Marcus/Kevin


# Jokowi 3 Periode



TERKINI
Jokowi: Jadilah Trendsetter Bukan Follower

Jokowi: Jadilah Trendsetter Bukan Follower

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings