Kelas Dipisah, Taliban Izinkan Wanita Afghanistan Kuliah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kelas Dipisah, Taliban Izinkan Wanita Afghanistan Kuliah

Minggu, 28 November 2021 | 11:08 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Kabul, Beritasatu.com – Kaum wanita Afghanistan akan diizinkan untuk belajar di universitas. Tetapi akan ada larangan untuk kelas campuran dengan pria, kata pejabat menteri pendidikan tinggi Taliban pada hari Minggu (28/11/2021).

Kelompok Islam garis keras, yang merebut kekuasaan Afghanistan pada pertengahan Agustus setelah menggulingkan pemerintah yang didukung Barat itu, sebelumnya telah berkomitmen untuk memerintah secara berbeda dibandingkan di era 1990-an saat mereka melarang anak perempuan mengenyam pendidikan.

"Orang-orang Afghanistan akan melanjutkan pendidikan tinggi mereka berdasarkan hukum Syariah dengan aman tanpa berada dalam lingkungan campuran pria dan wanita," Abdul Baqi Haqqani, pejabat menteri pendidikan tinggi Taliban mengatakan pada pertemuan dengan para tetua, dikenal sebagai loya jirga.

Dia mengatakan, Taliban ingin menciptakan kurikulum yang masuk akal dan Islami yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, nasional dan sejarah kita dan, di sisi lain, mampu bersaing dengan negara lain.

Anak perempuan dan laki-laki juga akan dipisahkan di sekolah dasar dan menengah, yang sudah umum di seluruh Afghanistan yang sangat konservatif.

Taliban telah berjanji untuk menghormati kemajuan yang dicapai dalam hak-hak perempuan, tetapi hanya menurut interpretasi ketat mereka terhadap hukum Islam.

Apakah wanita dapat bekerja, mendapatkan pendidikan di semua tingkatan dan dapat bergaul dengan pria, adalah beberapa pertanyaan yang paling mendesak.

Tetapi perubahan sikap Taliban dipandang skeptis, dengan banyak yang mempertanyakan apakah kelompok itu akan tetap pada janjinya.

Tidak ada wanita yang hadir pada pertemuan di Kabul pada hari Minggu, yang termasuk pejabat senior Taliban lainnya.

"Kementerian pendidikan tinggi Taliban hanya berkonsultasi dengan guru dan siswa laki-laki untuk melanjutkan fungsi universitas," kata seorang dosen, yang bekerja di universitas kota selama pemerintahan terakhir.

Dia mengatakan itu menunjukkan "pencegahan sistematis partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan" dan "kesenjangan antara komitmen dan tindakan Taliban".

Tingkat penerimaan universitas telah meningkat selama 20 tahun terakhir, terutama di kalangan wanita yang telah belajar berdampingan dengan pria dan menghadiri seminar dengan profesor pria.

Tetapi serentetan serangan terhadap pusat-pusat pendidikan dalam beberapa bulan terakhir, yang menewaskan puluhan orang, telah menyebabkan kepanikan.

Taliban membantah berada di balik serangan itu, beberapa di antaranya diklaim oleh cabang lokal kelompok ISIS.

Selama pemerintahan brutal mereka sebelumnya, Taliban mengecualikan perempuan dari kehidupan publik, hiburan dilarang dan hukuman brutal dijatuhkan, seperti rajam sampai mati karena perzinahan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Malta Akan Hapus Persyaratan Sertifikat Vaksin untuk Pengunjung Restoran

Malta akan menghapus persyaratan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 untuk memasuki restoran mulai 7 Februari 2022.

DUNIA | 27 Januari 2022

Spanyol Selamatkan 319 Migran dari Laut

Layanan darurat di Kepulauan Canary Spanyol menyatakan 319 orang migran, termasuk 59 wanita dan 24 anak-anak.

DUNIA | 27 Januari 2022

AS Sudah Kirim 400 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke 112 Negara

Amerika Serikat (AS) telah mengirim 400 juta dosis vaksin Covid-19 sebagai bagian dari janji sebelumnya untuk menyumbangkan sekitar 1,2 miliar dosis ke 112 negara

DUNIA | 27 Januari 2022

Lebanon Sepakati Impor Listrik dari Yordania

Lebanon menandatangani kesepakatan pada Rabu (26/1/2022) untuk mengimpor listrik dari Yordania melalui Suriah.

DUNIA | 27 Januari 2022

Denmark Akan Akhiri Sebagian Pembatasan Covid-19

Pemerintah Denmark pada Rabu (26/1/2022) menyatakan akan menghapus sebagian besar pembatasan pandemi Covid-19 minggu depan.

DUNIA | 27 Januari 2022

Pasukan AS Kawal 130 Truk Tangki Minyak Suriah Curian ke Irak

Pasukan Amerika Serikat (AS) di timur laut Suriah mengawal 130 truk tangki "minyak Suriah hasil curian" ke Irak dalam beberapa jam terakhir.

DUNIA | 27 Januari 2022

Pelanggaran HAM pada Migran Ilegal Masih Terjadi di Libia

Tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan penjaga pantai dan angkatan laut Libia terhadap para migran ilegal.

DUNIA | 27 Januari 2022

Presiden Tiongkok Tidak Ingin Target Iklim Kurangi Produktivitas

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, telah memperingatkan tujuan iklim negara itu jangan sampai menahan laju produktivitas sebagai pendorong ekonomi.

DUNIA | 27 Januari 2022

Rusia dan Ukraina Setuju Tetap Gencatan Senjata

Moskwa dan Kiev pada Rabu (26/1/2022) bersepakat dalam perundingan di Paris bahwa semua pihak harus mematuhi gencatan senjata di timur Ukraina.

DUNIA | 27 Januari 2022

Sekjen PBB Desak Taliban Junjung Hak Perempuan Afghanistan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak pemerintah Taliban untuk menjunjung hak-hak perempuan Afghanistan.

DUNIA | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Kalah oleh Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala Asia Wanita

Kalah oleh Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala Asia Wanita

BOLA | 49 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings