Logo BeritaSatu

Taliban Mulai Perangi Narkoba di Afghanistan

Selasa, 30 November 2021 | 17:41 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Kelompok milisi Taliban menjanjikan Afghanistan yang bebas narkotika saat mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus lalu. Seperti dilaporkan RT, Senin (29/11/2021), Taliban sudah mulai menjalankan beberapa rencana.

“Jutaan orang Afghanistan telah kecanduan narkoba. Hingga 10% dari populasi negara yakni sekitar 3,5 juta orang, termasuk 800.000 wanita dan anak-anak - menggunakan narkoba,” kata Ahmed Zahir Sultani, kepala rumah sakit Kabul yang bertanggung jawab untuk rehabilitasi pecandu narkoba.

Kecanduan narkoba besar-besaran datang sebagai warisan dari masa lalu yang penuh gejolak di negara itu. Industri obat Afghanistan telah berkembang sejak 1980-an, termasuk selama beberapa dekade pendudukan Amerika Serikat (AS) dan NATO.

Di sisi lain, Taliban tidak menghindar dari keuntungan dari perdagangan narkoba di masa lalu. Namun Taliban malah menyatakan “perang melawan narkoba” sendiri setelah merebut kekuasaan pada Agustus 2021.

Milisi Taliban telah menggeledah daerah kumuh di bawah jembatan, di taman, bangunan terbengkalai untuk menangkap pecandu. Menurut beberapa laporan, Taliban bahkan menggeledah kuburan saat memburu pecandu, yang sebagian besar harus diseret ke rumah sakit Kabul dengan paksa.

Rumah sakit itu sendiri, yang dibangun di bawah pemerintahan Presiden terguling Ashraf Ghani tahun 2020, memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur. Sekarang, RS ini merawat sekitar 3.000 pasien.

Sultani mengatakan menggambarkan kondisi ini sebagai “tantangan besar” dan menunjuk pada kekurangan makanan, obat-obatan, tempat tidur dan staf untuk merawat pasien.

Kondisi rumah sakit mungkin sulit tetapi beberapa pasien melihatnya sebagai jalan keluar dari kesengsaraan mereka. Salah satu dari mereka, bernama Syed Mustafa, menyatakan “berterima kasih” kepada Taliban karena telah membawanya ke rumah sakit.

Mustafa berharap bisa bertemu kembali dengan istri dan anak-anaknya setelah menjalani rehabilitasi. Pasien lain bernama Najeebullah memiliki pernyataan serupa. Dia mulai menggunakan narkoba setelah ditangkap dalam salah satu serangan Taliban dan melihat rekan-rekannya mati.

Namun, tidak semua pasien senang dengan nasib mereka. Salah satunya, bernama Gul Muhammad, mengatakan kepada RT bahwa saudara-saudaranya telah menempatkan dia di rumah sakit dengan penipuan, meskipun mengatakan bahwa dia “tidak menggunakan obat-obatan.”

Baik kepala rumah sakit dan beberapa pasien mengimbau dunia untuk membantu warga Afghanistan dan pemerintah Taliban dalam memerangi narkoba.

“Saya pikir orang-orang dengan lebih banyak sumber daya harus datang ke sini untuk membantu,” kata Mustafa.

Sementara itu Sultani mengatakan ecara pribadi meminta dunia untuk membantu para korban narkoba di Afghanistan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, Moeldoko Center Sampaikan Duka Mendalam

Keluarga besar Moeldoko Center menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya Tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 7 Oktober 2022

BKSAP DPR: Indonesia Komitmen Capai Net Zero Emission 2060

Wakil Ketua BKSAP DPR, Putu Supadma Rudana menegaskan Indonesia memegang teguh komitmen untuk mencapai net zero emission atau emisi nol bersih pada 2060.

NEWS | 7 Oktober 2022

Keppres Pj Gubernur DKI Akan Diterbitkan Pekan Depan

Ditargetkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang penunjukan Pj Gubernur DKI Jakarta akan diterbitkan pekan depan.

NEWS | 7 Oktober 2022

6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Diperiksa Polisi Pekan Depan

Pemeriksaan enam tersangka itu terkait tragedi Kanjuruhan pascakericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 7 Oktober 2022

Soal Konten Prank KDRT, Baim Wong Akui Salah dan Minta Maaf

Baim Wong mengaku menyesal dan meminta maaf atas pembuatan konten prank KDRT yang telah dibuatnya.

NEWS | 7 Oktober 2022

Anies Dukung Total Heru Budi Hartono Jadi Pj Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan selamat kepada Heru Budi Hartono yang dikabarkan telah ditetapkan sebagai Pj Gubernur DKI.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kasus Lukas Enembe, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi

Masyarakat Papua diminta mewaspadai provokasi terkait kasus Lukas Enembe yang bisa membuat situasi menjadi tidak kondusif.

NEWS | 7 Oktober 2022

Jalan Protokol Kota Bekasi Digenangi Banjir Sedalam 50 Cm

Jalan protokol di Kota Bekasi terpantau terendam banjir sedalam 50 cm, Jumat (7/10/2022).

NEWS | 7 Oktober 2022

Kejagung Diminta Tak Buru-buru Umumkan Kerugian Negara Korupsi Surya Darmadi

Kejagung diminta tak tergesa-gesa menyampaikan nilai kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Kabag Ops dan Kasat Samapta Polres Malang Belum Dicopot

Dua polisi tersangka tragedi Kanjuruhan belum dicopot dari jabatannya karena masih menunggu pemeriksaan minggu depan.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini Alasan The Palace Central Park Usung Konsep <em>Megastore</em>

Ini Alasan The Palace Central Park Usung Konsep Megastore

LIFESTYLE | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings