Logo BeritaSatu

Taliban dan Junta Myanmar Belum Diterima di PBB

Rabu, 1 Desember 2021 | 13:58 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

New York, Beritasatu.com - Pertemuan komite PBB pada Rabu (1/12/2021) tampaknya belum memungkinkan untuk Taliban Afghanistan dan junta Myanmar untuk mewakili negara mereka di badan dunia yang beranggotakan 193 negara itu, kata para diplomat. Klaim saingan telah dibuat untuk kursi kedua negara tersebut dengan Taliban dan junta Myanmar diadu dengan duta besar yang ditunjuk oleh pemerintah yang mereka gulingkan tahun ini.

Penerimaan PBB terhadap Taliban atau junta Myanmar akan menjadi langkah menuju pengakuan internasional yang dicari oleh keduanya.

Komite kredensial PBB yang beranggotakan sembilan negara, yang meliputi Rusia, Tiongkok, dan Amerika Serikat, akan bertemu di markas besar PBB untuk mempertimbangkan kredensial semua 193 anggota untuk sesi Majelis Umum PBB saat ini.

Komite kemungkinan akan menunda keputusannya tentang perwakilan Afghanistan dan Myanmar dengan pemahaman bahwa duta besar saat ini untuk kedua negara tetap berada di kursi, empat diplomat mengatakan kepada Reuters dengan syarat anonim.

Komite, yang juga mencakup Bahama, Bhutan, Cile, Namibia, Sierra Leone dan Swedia, kemudian akan mengirimkan laporannya tentang kredensial semua anggota ke Majelis Umum PBB untuk disetujui sebelum akhir tahun.

Baik komite dan Majelis Umum secara tradisional mengambil keputusan tentang kredensial melalui konsensus, kata para diplomat.

Taliban, yang merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus dari pemerintah yang diakui secara internasional, telah mencalonkan juru bicaranya yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen sebagai duta besar Afghanistan untuk PBB. Duta Besar PBB saat ini yang ditunjuk oleh pemerintah yang digulingkan, Ghulam Isaczai, juga telah meminta untuk mempertahankan kursi tersebut.

Ketika Taliban terakhir memerintah Afghanistan antara tahun 1996 dan 2001, duta besar pemerintah yang mereka gulingkan tetap menjadi perwakilan PBB setelah komite kredensial menunda keputusannya atas klaim saingan atas kursi tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, keinginan Taliban untuk pengakuan internasional adalah satu-satunya pengaruh yang dimiliki negara-negara lain untuk mendesak pemerintah yang inklusif dan menghormati hak-hak, terutama bagi perempuan, di Afghanistan.

Utusan Taliban yang dicalonkan untuk PBB Shaheen memposting di Twitter awal bulan ini: "Kami memiliki semua persyaratan yang diperlukan untuk menduduki kursi Afghanistan di PBB. Kami berharap persyaratan hukum akan menggantikan preferensi politik."

Junta Myanmar, yang merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, telah mengajukan veteran militer Aung Thurein menjadi utusan PBB.

Duta Besar saat ini Kyaw Moe Tun, yang ditunjuk oleh pemerintah Aung San Suu Kyi, juga telah meminta untuk memperbarui akreditasi PBB-nya, meskipun ia menjadi target komplotan pembunuh karena penentangannya terhadap kudeta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNA/Reuters

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemendagri dan ESQ Bekali Pejabat Budaya Kerja Berakhlak

ACT Consulting yang merupakan bagian dari ESQ Leadership Centre yang dibentuk Ary Ginanjar Agustian menggelar pelatihan di Kemendagri.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Kumulatif dan Suspek Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik kasus positif kumulatif dan suspek Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Plt Dirjen Imigrasi Ungkap Biaya Paspor dengan Masa Berlaku 10 Tahun

Masa berlaku paspor biasa kini menjadi 10 tahun. Hal itu berdasarkan Pasal 2A Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 18 tahun 2022.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kematian Covid-19 di Indonesia sampai 4 Oktober 2022

Infografik kematian Covid-19 di Indonesia sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Parade Senja di Kementerian Pertahanan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara parade senja dan penurunan bendera merah putih yang digelar di lapangan Bela Negara, Kemenhan, Jakarta.

NEWS | 5 Oktober 2022

HT Instruksikan Kader Perindo Raih Double Digit pada Pemilu 2024

Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (HT) menginstruksikan seluruh kadernya untuk meraih double digit pada Pemilu 2024.

NEWS | 5 Oktober 2022

Penahanan Putri Candrawathi Permudah Proses Hukum Kasus Brigadir J

Yenti Garnasih menyatakan penahanan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi mempermudah proses hukum kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

NEWS | 5 Oktober 2022

Soal Pansus Kanjuruhan, Puan: Hargai Dulu Tim Independen

Ketua DPR Puan Maharani angkat bicara soal adanya usulan Panitia Khusus (Pansus) Tragedi Kanjuruhan yang digagas lintas fraksi di DPR.

NEWS | 5 Oktober 2022

Ketua Umum Zulkifli Hasan Resmikan Kantor Baru DPP PAN

Ketua Umum (ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas meresmikan kantor baru DPP PAN di Warung Buncit, Jakarta Selatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Anies Capres Nasdem, Puan: Lebih Baik Fokus Tragedi Kanjuruhan

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani angkat bicara soal deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) dari Partai Nasdem.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kemendagri dan ESQ Bekali Pejabat Budaya Kerja Berakhlak

Kemendagri dan ESQ Bekali Pejabat Budaya Kerja Berakhlak

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings