Logo BeritaSatu

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia

Sabtu, 4 Desember 2021 | 13:53 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Para ilmuwan dunia dan para ahli virologi masih belum memastikan seberapa besar ancaman yang ditimbulkan dari varian baru Covid-19, Omicron. Meskipun demikian, banyak otoritas negara sudah mengambil kebijakan pembatasan perjalanan internasional.

Setelah 27 negara mendeteksi, per 3 Desember 2021, Omicron diprediksi mengancam perekonomian dunia yang sedang dalam pemulihan.

Varian B.1.1.529 pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Sejauh ini, banyak laporan memang menyebut varian Omicron atau B.1.1.529 berasal dari Afrika Selatan atau Botswana, dua negara yang memperingatkan dunia akan varian baru itu.

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia
Seorang penumpang tiba di terminal internasional Bandara Sydney, Australia, 29 November 2021. (AFP)

Namun, Afsel dan Botswana tampaknya hanyalah negara yang pertama mendeteksi keberadaan Omicron berkat kemampuan pengurutan genetik terdepan di dunia. Dengan demikian kedua negara itu tidak bisa disebut sembarangan sebagai tempat awal mula munculnya Omicron.

Buktinya, pada Selasa (30/11/2021), pejabat kesehatan Belanda menyebut Omicron sudah ada di negara itu pada sampel 19-23 November 2021.

WHO telah mengategorikan Omicron sebagai variant of concern, dan menyatakan bukti awal menunjukkan varian itu memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi. Pada Selasa (30/11), WHO menyatakan belum ada kasus kematian terkait Omicron.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, kemunculan Omicron menunjukkan betapa berbahaya dan gentingnya situasi pandemi.

“Omicron menunjukkan mengapa dunia membutuhkan kesepakatan baru tentang pandemi,” katanya.

Richard Hatchett, CEO Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), satu yayasan yang mendanai pengembangan vaksin, mengatakan, kemunculan Omicron telah melengkapi prediksi bahwa penularan virus di daerah dengan tingkat vaksinasi rendah akan mempercepat evolusinya.

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia
Pelancong tiba di Bandara Tullamarine Melbourne, Australia, Senin (29/11/2021). (AFP)

“Ketidaksetaraan yang menjadi ciri respons global kini telah muncul kembali," katanya seraya mencatat bahwa vaksinasi dosis lengkap di Botswana dan Afrika Selatan baru mencapai seperempat populasi.

Sebagai zona panas, Afrika Selatan diharapkan bisa memberikan gambaran lengkap bagaimana Omicron memengaruhi penyebaran Covid. Para ahli sudah mencermati negara itu untuk memantau berapa banyak kasus yang meningkat dalam beberapa waktu mendatang.

Indikator
Terkait Omicron, sebenarnya ada tiga indikator pertama jelas dan mudah dipahami semua orang: Apakah kasus meningkat? Apakah rawat inap meningkat? Apakah Omicron merupakan bagian terbesar dari seluruh kasus infeksi?

Para ahli epidemiologi mengukur pertumbuhan epidemi menggunakan R, jumlah rata-rata kasus baru yang disebarkan oleh setiap infeksi.

Pada akhir November, Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan di Johannesburg menetapkan bahwa R sudah di atas 2 di Gauteng, provinsi terkecil di Afrika Selatan.

Pantauan lonjakan kasus di Afrika Selatan cukup mengejutkan. Pada awal November, Afrika Selatan rata-rata mencatat sekitar 349 kasus Covid-19 baru setiap hari. Namun pada 1 Desember, rata-rata hampir 3.800 kasus baru setiap hari.

Tom Weseleers, ahli biologi evolusi di KU-Leuven di Belgia, mengatakan, berdasarkan kenaikan data kasus dan pengurutan Covid-19, Weseleers memperkirakan bahwa Omicron dapat menginfeksi orang tiga hingga enam kali lebih banyak daripada Delta, dalam periode waktu yang sama.

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia
Calon penumpang memberikan informasi menjelang tes Covid-19 gratis di Bandara Internasional Los Angeles. (AFP)

Sementara, Christian Althaus, seorang ahli epidemiologi komputasi di University of Bern, Swiss, berpendapat, pengawasan yang meningkat di Afrika Selatan dapat menyebabkan para peneliti melebih-lebihkan pertumbuhan cepat Omicron.

Tetapi, katanya, jika pola itu berulang di negara lain maka fakta itu baru menjadi bukti yang sangat kuat bahwa Omicron memiliki keunggulan penularan.

“Jika itu tidak terjadi, misalnya, di negara-negara Eropa, itu berarti segalanya sedikit lebih kompleks dan sangat bergantung pada lanskap imunologis. Jadi kita harus menunggu,” tambah Althaus.

Aris Katzourakis, pakar evolusi virus di University of Oxford, Inggris menilai seberapa cepat varian menyebar di tempat lain mungkin bergantung pada faktor-faktor seperti vaksinasi dan tingkat infeksi sebelumnya.

Mendominasi
Sebelum Amerika Serikat (AS) sebagai negara ke-24 yang mengidentifikasi Omicron, beberapa negara telah mengidentifikasi keberadaan Omicron yakni Inggris, Prancis, Israel, Belgia, Belanda, Jerman, Italia, Swedia, Denmark, Australia, Kanada, Hong Kong, India, Ghana, Arab Saudi, UEA, Singapura dan sejumlah negara di Afrika bagian selatan.

Omicron mungkin saja mendominasi pandemi Covid-19, seperti Delta, atau malah gagal seperti Beta dan Gamma, varian yang mungkin sudah terlupakan.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah itu menjadi dominan adalah bahwa jumlah kasus Covid-19 seperti AS atau negara lain, yang disebabkan oleh Omicron, akan mulai meningkat.

Untuk melengkapi gambaran, varian Delta menyebar di AS dimulai dari pertumbuhan kecil yakni sekitar 1% dari semua kasus Covid-19 pada Mei.

Namun, varian Delta menjadi 99 % dari keseluruhan kasus pada Agustus atau hanya berselang tiga bulan. Untuk saat ini, 99,9% sampel yang diurutkan di AS adalah varian Delta.

Dalam prediksi yang lebih ekstrem, Leong Hoe Nam, dokter penyakit menular di RS Mount Elizabeth Singapura, menyebut, Omicron akan membanjiri dunia dalam tiga sampai enam bulan mendatang.

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia
Antrean warga Washington DC, AS, di layanan vaksinasi Covid-19. (AFP)

Menurut Reuters, Delta, varian yang saat ini menyumbang 99% dari infeksi Covid, mulai menjadi lebih umum di negara bagian Maharashtra di India pada Maret 2021, dan lantas menjadi dominan secara global pada Juli.

Saat ini, pertanyaan kunci banyak orang adalah apakah Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada varian Delta? Jika ya, jawaban itu akan menyiratkan gambaran masa depan yang suram. Meskipun demikian, semakin banyak temuan kasus Omicron, ada semakin banyak alasan orang untuk khawatir.

Omicron juga telah terdeteksi di Israel, negara yang cermat melacak data Covid-19.

Seperti AS, Israel bahkan telah lama menerapkan strategi vaksin penguat alias booster. Namun fenomena Omicron di Israel masih dini.

Di sisi lain, jika Omicron dapat menghindari antibodi penetralisir, hal itu tidak berarti bahwa respons imun yang dipicu oleh vaksinasi dan infeksi sebelumnya tidak akan memberikan perlindungan terhadap varian tersebut.

“Studi kekebalan menunjukkan bahwa tingkat antibodi penetralisir yang relatif rendah dapat melindungi orang dari bentuk Covid-19 yang parah,” kata Miles Davenport, seorang pakar imunologi di University of New South Wales di Sydney, Australia.

Beberapa dokter percaya bahwa vaksin yang ada saat ini akan dapat memberikan perlindungan terhadap varian baru.

Syra Madad, seorang peneliti di Belfer Center for Science and International Affairs menyebut, tubuh manusia menghasilkan "seluruh antibodi yang berbeda" sebagai respons terhadap vaksin.

“Saya pikir vaksin kita saat ini akan bertahan sampai batas tertentu, dengan varian baru ini. Omicron mungkin mengurangi efektivitas vaksin beberapa tingkat, tetapi itu belum terlihat. Vaksin saat ini, bersama dengan vaksin penguat tetap harus memberikan tingkat perlindungan yang baik,” katanya seraya mencatat bahwa vaksin cukup mampu memberikan perlindungan terhadap Delta.

Dampak Ekonomi
Menyikapi seluruh fenomena global, pada Kamis (2/12/2021), Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, dampak Omicron cukup signifikan pada ekonomi global.

Varian Omicron dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global dengan memperburuk masalah rantai pasokan dan menekan permintaan.

“Mudah-mudahan itu bukan sesuatu yang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Ada banyak ketidakpastian, tetapi itu bisa menyebabkan masalah yang signifikan. Kami masih mengevaluasi itu,” kata Yellen.

Bagaimanapun, penyebaran Omicron telah mengguncang pasar keuangan dan mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk memperketat pembatasan perjalanan dan tempat kerja.

Seperti Yellen, pada Selasa (30/11/2021), Ketua Federal Reserve Jerome Powell pun bersaksi bahwa varian Omicron mengancam pemulihan ekonomi Amerika. Jika memperpanjang pandemi, Omicron tetap bisa mendorong harga-harga naik, mengganggu pertumbuhan lapangan kerja, dan memperburuk krisis rantai pasokan.

“Kenaikan baru-baru ini dalam kasus Covid-19 dan munculnya varian Omicron menimbulkan risiko penurunan terhadap pekerjaan dan aktivitas ekonomi dan meningkatkan ketidakpastian inflasi,” tulis Powell.

Varian Omicron Mengancam Pemulihan Ekonomi Dunia
Jarome Powell. (AFP)

Powell mencatat, ekonomi mengalami pukulan berat di musim panas ketika varian Delta menyebar ke seluruh dunia.

Saat itu, banyak orang Amerika takut bepergian, berbelanja, makan di restoran, dan kembali ke kantor. Bagaimana pun, separuh dampak ekonomi dari pandemi datang dari konsumen yang secara sukarela memutuskan untuk menjaga jarak, terlepas dari batasan hukum.

Sampai saat ini, vaksin masih menjadi garis pertahanan terbaik menghadapi pandemi Covid, termasuk penyebaran Omicron. Nasib langsung ekonomi global, bagaimanapun, tergantung pada data rawat inap di banyak negara. Jadi ketidakpastian dampak Omicron mungkin akan berlanjut hingga tahun 2022, membebani ekonomi saat mulai kembali pemulihan normal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Berbagai Sumber

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehataan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 5 Oktober 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 5 Oktober 2022 sesuai dengan dta dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bursa AS di Zona Merah, Investor Fokus pada Data Pekerjaan

Bursa AS di Zona Merah, Investor Fokus pada Data Pekerjaan

EKONOMI | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings