Logo BeritaSatu

Bos Airbus dan Boeing Minta AS Tunda 5G karena Ganggu Penerbangan

Minggu, 26 Desember 2021 | 20:46 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Bos Airbus dan Boeing meminta Pemerintah AS menunda layanan baru untuk jaringan 5G karena dapat mengganggu penerbangan.

Dalam suratnya kepada Presiden Joe Biden, Boeing dan Airbus mengatakan teknologi 5G dapat berdampak sangat negatif terhadap industri penerbangan.

Menurut keduanya, spektrum C-Band jaringan nirkabel 5G dapat mengganggu sistem elektronik pesawat.

Raksasa telekomunikasi AS AT&T dan Verizon dijadwalkan meluncurkan jaringan 5G pada 5 Januari 2022.

"Gangguan 5G dapat mempengaruhi keamanan operasional pesawat," kata Dave Calhoun, CEO Boeing, dan Jeffrey Knittel dari Airbus Americas, dalam surat bersama ke Menteri Transportasi Pete Buttigieg.

Dalam surat, keduanya mengutip hasil riset Airlines fo America yang menyatakan bahwa jika peraturan 5G Federal Aviation Administration (FAA) diberlakukan pada 2019 lalu, maka 345.000 penerbangan komersial dan 5.400 penerbangan kargo dapat mengalami penundaan, pengalihan, atau pembatalan.

FAA dan industri penerbangan mengkhawatirkan potensi gangguan 5G terhadap perangkat pesawat yang sensitif seperti radio altitude meter.

"Airbus dan Boeing bekerja sama dengan stakeholder industri penerbangan di AS dalam mempelajari dampak gangguan 5G terhadap altimeter radio," kata Airbus. "Proposal Keselamtan Penerbangan untuk mencegah potensi risiko telah diajukan ke Kementerian Transportasi".

Bulan ini, FAA mempublikasikan petunjuk kelayakan udara yang memperingatkan ahwa gangguan 5G dapat menyebabkan pengalihan rute. Informasi lebih lanjut akan diberikan sebelum jaringan 5G diimplentasikan pada 5 Januari nanti.

November lalu. AT&T dan Verizon menunda peluncuran komersial jaringan nirkabel 5G C-band hingga 5 Januari dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk membatasi gangguan.

Menurut pelaku industri penerbangan, langkah yang diambil operator telekomunikasi tidak cukup. Boeing dan Airbus menawarkan proposal untuk membatasi transmisi selular di sekitar bandara dan daerah-daerah kritis lainnya.

Pekan lalu, CEO United Airlines mengatakan peraturan 5G dari FAA akan emncakup larangan penggunaan radio altimeter di 40 bandara terbesar AS.

Kelompok industri telekomunikasi AS CTIA mengatakan jaringan 5G aman dan menuduh kelompok aviasi menyebarkan fitnah dan ketakutan.

"Penundaan implementasi 5G akan berdampak pada hilangnya US$ 50 miliar dari pertumbuhan ekonomi, di tengah upaya pemulihan ekonomi dari pandemi di negara kita," kata ketua CTIA Meredith Attwell Baker.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Catat Ya! Indonesia Punya Startup Gaming Hub Berkelas Dunia

Catat Ya! Indonesia Punya Startup Gaming Hub Berkelas Dunia

LIFESTYLE | 6 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings