Logo BeritaSatu

UU Baru Taliban Larang Perempuan Afghanistan Bepergian Jauh Sendirian

Rabu, 29 Desember 2021 | 15:18 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Kabul, Beritasatu.com - Taliban telah melarang kaum perempuan untuk melakukan perjalanan jarak jauh di Afghanistan sendirian, dan mengharuskan seorang kerabat laki-laki menemani mereka untuk jarak lebih dari 45 mil (sekitar 67 km), menurut seorang pejabat Taliban yang berbicara kepada CNN.

Mohammad Sadiq Hakif Mahajer, juru bicara Kementerian Propagasi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, mengatakan kepada CNN, undang-undang baru, yang melarang wanita melakukan perjalanan jarak jauh sendirian, telah diberlakukan. Undang-undang tersebut, katanya, dirancang untuk mencegah perempuan datang ke bahaya atau "gangguan."

Sejak merebut kekuasaan pada bulan Agustus, Taliban telah mencoba untuk menampilkan wajah yang lebih moderat dalam hal hak-hak perempuan. Sebuah langkah yang dinilai bertujuan untuk mengembalikan bantuan asing ke Afghanistan yang dibekukan.

Namun keberadaan kaum perempuan dan anak perempuan masih terasa dikesampingkan di sana. Banyak perempuan di seluruh negeri tidak diizinkan untuk kembali ke sekolah menengah. Mereka yang telah melanjutkan kelas universitas dipisahkan oleh tirai dari rekan-rekan pria mereka.

Aturan pembatasan seperti perintah tetap di rumah, yang disebut-sebut bersifat sementara, ternyata berlarut-larut. Sebagian besar wanita masih tidak dapat kembali bekerja, karena dilarang melakukan berbagai pekerjaan, termasuk di pemerintahan, televisi, dan industri hiburan.

Pada bulan November lalu, kaum wanita dilarang tampil di drama televisi, sinetron dan acara hiburan di bawah pembatasan media baru Taliban. Di antara arahan, presenter berita wanita harus mengenakan jilbab di layar. Demikian pula, pria di layar harus mengenakan "pakaian yang pantas", meskipun pedoman tersebut tidak menentukan jenis pakaian mana yang dianggap "layak".

Taliban juga menghapus Kementerian Urusan Perempuan, sebuah lembaga vital dalam mempromosikan hak-hak perempuan melalui undang-undang Afghanistan. Mereka juga membatalkan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, yang ditandatangani pada tahun 2009 untuk melindungi perempuan dari pelecehan, termasuk pernikahan paksa, yang membuat mereka tidak mendapatkan keadilan, demikian menurut PBB.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNN

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data 29 Juni 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data 29 Juni 2022

NEWS | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings