Logo BeritaSatu

Militer Myanmar Kembali Lakukan Pembantaian dan Pembakaran

Jumat, 31 Desember 2021 | 09:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Naypidaw, Beritasatu.com- Militer Myanmar kembali melancarkan strategi pembantaian dan pembakaran untuk menghalau kelompok antijunta. Seperti dilaporkan AP, Kamis (30/12//2021), seorang warga menyebut militer Myanmar telah menyerbu Done Taw pada 7 Desember, dan sekitar 50 tentara memburu orang dengan berjalan kaki.

Petani dan penduduk desa lainnya melarikan diri ke hutan dan ladang, tetapi 10 ditangkap dan dibunuh, termasuk lima remaja. Satu foto yang diambil oleh temannya memperlihatkan sisa-sisa jenazah hangus berbaring telungkup, mengangkat kepalanya, menunjukkan bahwa korban dibakar hidup-hidup.

“Saya sangat kecewa, itu tidak dapat diterima,” kata remaja berusia 19 tahun, yang seperti penduduk lain yang diwawancarai oleh AP meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan.

Pembantaian di Done Taw hanyalah salah satu tanda terbaru bahwa militer Myanmar kembali ke strategi pembantaian sebagai senjata perang, menurut penyelidikan AP berdasarkan wawancara dengan 40 saksi, media sosial, citra satelit dan data orang meninggal.

Pembantaian dan taktik bumi hangus – seperti penghancuran seluruh desa – merupakan eskalasi terbaru dalam kekerasan militer terhadap warga sipil dan oposisi yang berkembang.

Sejak militer merebut kekuasaan pada Februari, militer Myanmar telah menindak dengan lebih brutal, menculik pria dan anak muda, membunuh petugas kesehatan dan menyiksa para tahanan.

Pembantaian dan pembakaran juga menandakan kembalinya praktik yang telah lama digunakan militer terhadap etnis minoritas seperti Muslim Rohingya, ribuan di antaranya tewas pada 2017.

Militer kini dituduh membunuh sedikitnya 35 warga sipil pada Malam Natal di Mo So. desa di wilayah timur rumah bagi minoritas etnis Karen. Seorang saksi mengatakan bahwa banyak mayat pria, wanita dan anak-anak dibakar hingga tak bisa dikenali.

Namun kali ini, militer juga menggunakan cara yang sama terhadap penduduk dan desa yang mayoritas beragama Buddha Bamar. Fokus sebagian besar pembunuhan terbaru terjadi di barat laut, termasuk di jantung Bamar di mana dukungan untuk oposisi kuat.

Lebih dari 80 orang tewas dalam pembunuhan tiga atau lebih di wilayah Sagaing saja sejak Agustus, menurut data dari Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, atau AAPP, satu kelompok yang memantau penangkapan dan kematian yang diverifikasi di Myanmar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Adik Jokowi Menikah


# Yeremia Rambitan


# Joe Biden


# Alex Noerdin


# KRL


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
HUT Ke-22 Apeksi, Momentum Kepala Daerah Bertukar Gagasan

HUT Ke-22 Apeksi, Momentum Kepala Daerah Bertukar Gagasan

NEWS | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings