Logo BeritaSatu

Peretas Korea Utara Curi Uang Kripto Senilai Rp 5,72 Triliun

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Peretas Korea Utara mencuri mata uang kripto senilai sekitar US$ 400 juta (Rp 5,72 triliun) melalui serangan siber pada outlet mata uang digital tahun 2021. Seperti dilaporkan AFP, temuan itu diungkap platform data blockchain Chainalysis pada Kamis (13/1).

Pyongyang berada di bawah berbagai sanksi internasional atas pengembangan bom atom dan rudal balistiknya. Namun para analis menyatakan Korea Utara juga telah membangun kemampuan sibernya dengan pasukan ribuan peretas terlatih yang mengekstraksi keuangan untuk mendanai program senjata negara.

Pada tahun 2021, para peretas meluncurkan tujuh serangan pada platform kripto. Menurut Chainalysis, peretas mengekstraksi aset dari "dompet 'panas' yang terhubung ke internet" dan memindahkannya ke akun yang dikendalikan Korea Utara.

"Begitu Korea Utara mendapatkan hak wali atas dana tersebut, mereka memulai proses pencucian yang hati-hati untuk menutupi dan menguangkannya," kata Chainalysis dalam satu laporan yang diterbitkan di situsnya.

"Taktik dan teknik yang kompleks ini telah membuat banyak peneliti keamanan menggolongkan aktor siber untuk Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) sebagai ancaman terus-menerus yang canggih," tambahnya.

Laporan Chainalysis menyoroti kebangkitan Lazarus Group, yang menjadi terkenal pada tahun 2014 ketika dituduh meretas Sony Pictures Entertainment sebagai balas dendam untuk "The Interview," satu film satir yang mengejek pemimpin Kim Jong-un.

Chainalysis menyatakan sejak 2018, Lazarus telah mencuri dan mencuci sejumlah besar mata uang virtual setiap tahun, biasanya lebih dari US$ 200 juta (Rp 2,86 triliun).

Para peretas juga menargetkan beragam mata uang kripto, dengan Bitcoin, mata uang digital terbesar di dunia, hanya menyumbang seperempat dari aset yang dicuri.

“Berkembangnya variasi mata uang kripto yang dicuri telah meningkatkan kompleksitas operasi pencucian mata uang kripto DPRK,” kata Chainalysis.

Program siber Korea Utara dimulai setidaknya pada pertengahan 1990-an, tetapi sejak itu telah berkembang menjadi unit perang siber berkekuatan 6.000 orang, yang dikenal sebagai Bureau 121, yang beroperasi dari beberapa negara termasuk Belarusia, Tiongkok, India, Malaysia, dan Rusia, menurut laporan militer Amerika Serikat (AS) tahun 2020.

AS memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara minggu ini menyusul apa yang disebut Pyongyang sebagai uji coba rudal hipersonik pada 5 dan 11 Januari.

Pada Jumat, pejabat Korea Selatan dan Jepang mengatakan Korea Utara menembakkan proyektil tak dikenal ke arah timur. Penembakan itu dilakukan sebagai uji coba senjata ketiga yang dicurigai hanya dalam waktu seminggu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Waspada, Gas Air Mata Bisa Berdampak Fatal

Dokter spesialis mata Eka Hospital Bekasi, Moh Arief Herdiawan meminta masyarakat agar mewaspadai gas air mata karena bisa berdampak fatal.

NEWS | 3 Oktober 2022

Bima Arya Mengaku Menikmati Kerja Sama dengan Anies Baswedan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku menikmati jalinan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengelola daerahnya.

NEWS | 3 Oktober 2022

Survei: Mayoritas Warga Inggris Ingin Liz Truss Mengundurkan Diri

Mayoritas warga Inggris ingin Perdana Menteri Liz Truss mengundurkan diri. Hal itu terungkap dari jajak pendapat baru yang diterbitkan YouGov.

NEWS | 2 Oktober 2022

PDAM Bekasi Tumbangkan Lavani di Final Livoli Divisi Satu

PDAM Bekasi menumbangkan Lavani Bogor di final kompetisi bola voli Livoli Divisi Satu di GOR Debes Kabupaten Bogor, Minggu (2/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, DPR: Kompetisi Sepak Bola Jangan Hanya Pentingkan Bisnis

Politikus PDIP Said Abdullah menyatakan tragedi Kanjuruhan, Malang menjadi pelajaran agar kompetisi sepak bola jangan hanya pentingkan aspek bisnis.

NEWS | 2 Oktober 2022

Ini Penyebab Kepuasan Kinerja Jokowi Naik 5 Persen dalam Sepekan

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi naik 5 persen dalam sepekan. Ini alasannya. 

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

NEWS | 20 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings