Merasa Dipaksa Pemerintah, Banyak Warga Lebanon Tolak Vaksin Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Merasa Dipaksa Pemerintah, Banyak Warga Lebanon Tolak Vaksin Covid-19

Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:29 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Beirut, Beritasatu.com- Banyak warga Lebanon menolak vaksin Covid-19 karena merasa dipaksa pemerintah. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (14/1/2022), vaksinasi virus corona di Lebanon tetap menjadi pilihan pribadi meskipun negara itu mendokumentasikan jumlah kasus harian yang melonjak.

“Orang dapat menyuntikkan diri mereka dengan bahan kimia apa pun yang mereka inginkan sampai akhir zaman, tetapi saya tidak mau,” kata Evelyne, 35 tahun, kepada Al Jazeera pada protes anti-vaksin baru-baru ini di pusat kota Beirut.

Evelyne termasuk di antara ratusan orang di Lapangan Martir yang memprotes keputusan pemerintah. Otoritas mengharuskan pekerja sektor publik untuk divaksinasi atau sering melakukan tes PCR dengan biaya sendiri untuk pergi bekerja. Mereka menyebutnya sebagai “kediktatoran vaksin”.

Lebanon sejak musim liburan telah mendokumentasikan peningkatan jumlah kasus Covid-19 harian, sering kali memecahkan rekor sepanjang masa di negara yang kekurangan uang itu. Mendapatkan vaksin Covid-19 di Lebanon masih merupakan pilihan pribadi. Meskipun tidak kekurangan pasokan, banyak orang hanya menolak untuk melakukannya.

Hingga Kamis, menurut kementerian kesehatan, hanya sekitar 37% populasi yang menerima dua dosis vaksin. Dua pertiga dari populasi telah terdaftar untuk mendapatkan vaksinasi sejauh ini.

Roland Adwan, wakil presiden sindikat serikat pekerja yang mengorganisasi protes, mengatakan kebijakan wajib vaksin melanggar kebebasan pribadi yang diabadikan dalam konstitusi Lebanon dan hukum internasional.

“Mereka ingin memaksakan vaksin, tapi vaksin yang mana? Ada dosis pertama, lalu dosis kedua, sekarang dosis ketiga, dan apa selanjutnya? Dosis kelima?” katanya dalam pidato yang memanas.

“Ini adalah kebohongan bagi dunia dan bahkan Donald Trump, presiden negara terkuat di dunia, mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah pembohong,” serunya.

Adwan segera mulai batuk tetapi meyakinkan penonton bahwa itu karena dia merokok empat bungkus setiap hari.

Menteri Kesehatan Firas Abiad menepis protes baru-baru ini ketika kementerian kesehatan mengadakan ada "maraton vaksin" lagi dan ribuan orang di seluruh negeri bisa mendapatkan vaksin tanpa janji jadwal.

“Saya pikir jumlah [protes] mereka rendah, [dan] tidak dapat dibandingkan dengan 30.000 orang yang datang ke pusat vaksin pada hari yang sama,” kata Abiad kepada Al Jazeera.

Abiad mengatakan dia yakin beberapa pengunjuk rasa "salah informasi dan beberapa tidak jujur".

Satu kelompok Lebanon di media sosial bernama Conscious Warriors For Truth membagikan pamflet di protes. Kelompok itu mengklaim virus tidak dapat ditularkan melalui pasien tanpa gejala, statistik Covid-19 dilebih-lebihkan, dan vaksin tidak aman dan tidak efektif.

Sementara itu, di grup WhatsApp, seorang imam mengirimkan rekaman audio yang menyerukan jemaah untuk menghadiri protes terhadap peraturan vaksin baru.

“Jika kita tidak mengambil tindakan maka Tuhan kita akan meminta pertanggungjawaban kita, karena kita tidak mengambil sikap dengan keadilan,” katanya.

Konten anti-vaksin merajalela di saluran media sosial Lebanon dari berbagai argumen.

Mohamad Najem, direktur eksekutif organisasi hak digital SMEX yang berbasis di Beirut, mengatakan bahwa krisis keuangan di Lebanon dan kurangnya kepercayaan pada pihak berwenang telah memainkan peran dalam keraguan vaksin dan menyebarkan informasi yang salah.

“Mereka akan membagikan banyak video teori konspirasi, sekuens dengan [Presiden AS Joe] Biden, dan lainnya. Tampaknya sebagian besar menentang pihak berwenang karena krisis keuangan, sementara segelintir orang benar-benar mendorong konspirasi anti-vaksin.,” jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tantang Klaim Teritorial Tiongkok di LCS, Kapal Perang AS Diberi Peringatan

Pasukan Tiongkok mengikuti dan memperingatkan sebuah kapal perang AS yang memasuki perairan dekat Kepulauan Paracel di Laut China Selatan (LCS),

DUNIA | 20 Januari 2022

Angkatan Laut Tiongkok, Rusia, dan Iran Gelar Latihan Bersama

Angkatan Laut (AL) Tiongkok, Rusia, dan Iran akan mengelar latihan bersama pada Jumat (21/1/2022).

DUNIA | 20 Januari 2022

Sudah Dihubungi, 6 WNI di Tonga Dipastikan Selamat

Kemenlu memastikan bahwa enam warga negara Indonesia (WNI) di Tonga telah menjalin komunikasi dengan perwakilan RI di Wellington.

DUNIA | 20 Januari 2022

Peru Sebut Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga Bencana Ekologi

Tumpahan minyak di Peru selama gelombang tinggi yang disebabkan oleh erupsi gunung berapi dahsyat pekan lalu di Tonga menjadi bencana ekologi.

DUNIA | 20 Januari 2022

Austria Siapkan Lotre untuk Bujuk Warga Mau Divaksin

Pemerintah konservatif Austria pada Kamis mengatakan, sedang mengiming-imingi lotre untuk membujuk warga supaya bersedia divaksin Covid-19.

DUNIA | 20 Januari 2022

Bertahan Berenang 27 Jam Pascatsunami, Pria Tonga Ini Dijuluki Aquaman

Lisala Folau, pria Tonga berusia 57 tahun yang mengaku berenang sekitar 27 jam setelah tersapu ke lautan selama tsunami dahsyat pada Sabtu.

DUNIA | 20 Januari 2022

MIT Bakal Bangun Kampus di Indonesia, Mantan PM Malaysia Kecewa

Mantan PM Malaysia Najib Razak mengaku kecewa saat mengetahui MIT dan Tsinghua University akan mendirikan kampus di Indonesia.

DUNIA | 20 Januari 2022

Jokowi Ajak Pemimpin Ekonomi Dunia Berkontribusi Pada Presidensi G-20

Jokowi mengajak para pemimpin ekonomi dunia berkontribusi pada Presidensi G-20 Indonesia untuk memastikan pemulihan ekonomi global.

DUNIA | 20 Januari 2022

Australia dan Inggris Bakal Balas Serangan Siber dari Tiongkok, Rusia dan Iran

Australia dan Inggris akan "membalas" serangan siber dari Tiongkok, Rusia, dan Iran, kata menteri pertahanan Australia Peter Dutton.

DUNIA | 20 Januari 2022

Penjabat PM Afghanistan Minta Pengakuan Diplomatik terhadap Taliban

Penjabat PM Afghanistan Mullah Hasan Akhund menyerukan kepada semua pemerintah, terutama negara-negara Muslim, untuk mulai mengakui pemerintahan Taliban.

DUNIA | 20 Januari 2022


TAG POPULER

# Arteria Dahlan


# Rahmat Effendi


# IBL


# Gaga Muhammad


# Kereta Peluru



TERKINI
Stok Minyak Goreng Satu Harga di Kota Bekasi Tersedia hingga Akhir Januari

Stok Minyak Goreng Satu Harga di Kota Bekasi Tersedia hingga Akhir Januari

MEGAPOLITAN | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings