MU Kalah, Lindelof Jadi Sorotan
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

MU Kalah, Lindelof Jadi Sorotan

Minggu, 20 September 2020 | 14:27 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Manchester, Beritasatu.com - Manchester United mengawali musim ini dengan kekalahan 1-3 dari Crystal Palace di Old Trafford, Sabtu (19/9/2020) malam. Meski tanpa penonton, kekalahan di kandang sendiri merupakan pukulan bagi tim dan fans Setan Merah. Berbagai komentar miring mulai dari performa pemain, strategi pelatih, hingga manajemen klub yang dianggap tak mendatangkan pemain bintang, bermunculan di media sosial.

Namun demikian, dari berbagai kritik tersebut, yang paling menjadi sorotan adalah bek tengah MU, Victor Lindelof. Pemain asal Swedia ini dianggap sebagai biang kekalahan. Ia bahkan dinilai bertanggung jawab atas terjadinya gol, bukan hanya satu melainkan ketiga gol yang melesak ke gawang David de Gea.

Gol kedua Palace melalui titik penalti jelas karena handsball Lindelof. Lantas dua gol lainnya?

Bek tengah yang didatangkan dari Benfica Juli 2017 seharga 35 juta Euro (sekitar Rp 521 miliar) ini dianggap tak mampu mengimbangi kecepatan penyerang lawan.

Gol pertama berawal dari pergerakan pemain sayap The Eagle, Jeffrey Schlupp di sisi kanan pertahanan MU. Lindelof yang menempelnya tak kuasa merintangi Schlupp yang mengirim umpan silang dan disambut Townsend. De Gea dan Luke Shaw juga tak mampu membendung sepakan Townsend. Gol.

Untuk gol pertama ini, Metro.uk menulis, MU membuat awal musim yang mengecewakan. Hanya dalam tujuh menit MU sudah tertinggal di kadang sendiri. Media Inggris itu menulis, Jeffrey Schlupp memenangi lomba melawan lini belakang yang compang-camping sehingga mampu memberi umpan kepada Andros Townsend yang sudah bersiap.

Setelah gol kedua Crystal Palace yang dilesakkan mantan pemain MU, Wilfried Zaha, harapan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer merebak manakala pemain debutan MU, Donny van de Beek, membuat gol pertamanya. Namun impian untuk menyamakan kedudukan terkubur oleh gol ketiga Palace yang lagi-lagi dilesakkan oleh Zaha.

Pada gol ketiga ini Lindelof yang menempel ketat Zaha, kalah cepat sehingga gagal mengeblok tendangan pemain asal Pantai Gading tersebut. Maguire juga tak mampu. Sementara kiper De Gea tak bereaksi. Mungkin menyangka bahwa dua bek di depannya tak akan kesulitan menahan Zaha.

Mantan bek United, Gary Neville dan pemain sayap Ryan Giggs mengkritik permainan Lindelof. Neville yang menjadi komentator malam itu menyebut Lindelof lemah. Sedangkan Giggs juga mengkritik Maguire selain penampilan Lindelof.

Rapuhnya pertahanan Setan Merah dan keberadaan Lindelof sudah dikeluhkan mantan gelandangnya, Paul Scholes, bulan lalu. Tepatnya ketika MU tersingkir dari Europa League.

Pada 16 Agustus lalu, MU yang bermain dominan justru dipecundangi Sevilla. Unggul lebih dulu melalui penalti Bruno Fernandez, MU akhirnya menelan pil pahit, kalah 2-1. Gol striker Sevilla, De Jong, enam menit jelang bubaran dinilai sebagai kesalahan Lindelof.

Di lapangan, kamera menangkap adu mulut cukup keras antara Bruno Fernades dengan Lindelof akibat gol tersebut. Bruno disebut-sebut menyalahkan Lindelof. Sementara, di luar lapangan, Scholes mengkritik MU dengan mengusulkan agar tim mencari pengganti Lindelof guna memperbaiki jantung pertahanan MU.

Menurut Scholes, ketika itu, seluruh bek Setan Merah patut disalahkan atas gol De Jong. Namun, ia memilih Lindelof secara khusus sebagai sasaran kritik. "Bagi saya Lindelof adalah masalah terbesar."

Scholes menegaskan kembali pandangannya bahwa Setan Merah membutuhkan bek tengah baru untuk bermain bersama Maguire, meskipun pertahanan tim telah tampil bagus belakangan ini.

"Saya tidak yakin Lindelof akan cukup baik sebagai mitra Maguire. Saya pikir mereka membutuhkan bek yang lebih dominan di sampingnya,” kata Scholes. Apa yang diungkapkan Scholes tampaknya terbukti pada laga pertama MU di musim 2020/2021.

Judul di "Manchester Evening News" terkait Lindelof

Meski hujan kritikan tertuju pada Lindelof, Solskjaer menolak untuk mengkritik bek tengahnya.

Ditanya tentang penampilan Lindelof, Solskjaer berkata, "Kita semua butuh laga (ini awal musim), kita semua butuh ketajaman, kita semua butuh waktu untuk kembali ke performa terbaik. Dan saya pikir kami akan menjadi lebih baik tetapi kami harus mengejar ketinggalan. Dan hari ini tentu saja kami tidak bertahan sebaik yang kami bisa lakukan. Tetapi saya tidak akan menyalahkan kepada individu, tidak akan,” katanya.

Apa yang diungkapkan Solskjaer cukup bijak.

Sejumlah pemain tetap di tim utama hanya menjadi cadangan. Nemanja Matic yang biasanya mengisi gelandang bertahan malah tidak masuk dalam daftar pemain. Solskjaer merasa skuadnya belum cukup cepat. “Anda dapat melihat kami cekak. Hari ini adalah laga yang tidak terlalu sering Anda lihat dari tim ini. Semua orang tahu kami bisa tampil lebih baik dari ini," katanya.

Pasukannya Setan Merah pantas tersungkur meski mereka mendominasi penguasaan bola sebanyak 74%. Kekalahan bukan sekadar karena kelemahan barisan belakang melainkan juga secara keseluruhan taktik dan performa pemain tidak mendukung untuk sekadar bermain imbang.

Di luar faktor center back, Paul Pogba, Daniel James, dan Luke Shaw bermain di bawah penampilan terbaik. Bek kanan Fosu Mensah tidak sepiawai Wan Bisaka dalam membantu serangan melalui sayap. Mengurung pertahanan Palace, Pogba dan Mc Tominay serta Bruno Fernandes pun tidak mampu mengalirkan bola ke Marcus Rashford atau Anthony Martial.

Taktik pertahanan gerendel Roy Hidgson yang diikuti serangan balik ternyata berhasil. Pelatih berusia 73 tahun yang punggungnya sudah terlihat membungkuk karena usia itu mengaku tidak terkejut tim asuhannya mencetak tiga gol melawan Manchester United.

Bahkan ia melihat seharusnya bisa lebih dari tiga gol. Itu karena para pemainnya menampilkan performa terbaik sesuai taktik. "Saya pikir baik dalam bertahan maupun menyerang kami bagus," katanya kepada Match of the Day.

“Kami memastikan dan membiarkan mereka bermain di depan kami,” kata Hodgson yang pernah menjadi manajer Inter Milan dan Liverpool ini.

Namun menurut Hodgson, para pemain lawan yang dinilainya cukup terampil ternyata tidak mampu menemukan peluang. “Dan ketika kami menguasai bola, saya pikir kami terlihat sangat berbahaya dan mengancam, jadi menurut saya bukan kejutan besar bahwa kami mencetak tiga gol,” katanya.

Dalam laga Sabtu malam, sangat kentara hampir semua pemain Palace merapat ke kotak penalti. Namun menurut Hodgson, ia tidak pernah bermaksud agar timnya hanya bertahan.

“Ketika Anda datang ke sini (Old Trafford) Anda perlu menunjukkan bahwa Anda akan bermain di menyerang dan tidak hanya bertahan dan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan pada bola. Kami memulai dengan cara yang benar dan menyelesaikan dengan cara yang benar,” katanya.

Hodgson mengaku mengkhawatirkan para penyerang lawan bakal melewati empat bek mereka. “(Ternyata) mereka tidak melakukannya," ujar Hodgson.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Timnas U-19 Tetap Waspadai Qatar

Pada uji coba pertama melawan Qatar, Kamis (17/9/2020) lalu, Indonesia menang dengan skor 2-1.

BOLA | 20 September 2020

Chelsea vs Liverpool: Duel Klasik di Stamford Bridge

Chelsea maupun Liverpool, sama-sama memulai musim kompetisi Premier League dengan torehan kemenangan di pekan pertama.

BOLA | 20 September 2020

Ole Gunnar Solskjaer: Kami Sangat Layak Kalah

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, mengaku tidaknya tidak layak mendapat apa pun pada laga melawan Crystal Palace di Old Trafford, Sabtu (19/9/2020).

BOLA | 20 September 2020

Zidane Tidak Terganggu Dituduh sebagai Penyebab Kepergian Gareth Bale

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengaku tidak terganggu dengan tuduhan banyak orang bahwa dia adalah penyebab hengkangnya Gareth Bale ke Tottenham.

BOLA | 20 September 2020

Belum Fit 100%, Hazard Tak Akan Dimainkan Zidane

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tidak akan memainkan Eden Hazard selama pemain itu tidak berada dalam kondisi siap tampil pada level tinggi.

BOLA | 20 September 2020

Antoine Griezmann Antar Barcelona Kalahkan Elche

Barcelona hanya memetik kemenangan tipis 1-0 atas Elche pada ajang Trofeo Joan Gamper. Gol tunggal kemenangan El Barca dicetak Antoine Griezmann.

BOLA | 20 September 2020

Fiorentina Buka Musim Ini dengan Kemenangan

Fiorentina membuka musim baru 2020-2021 dengan bagus setelah memetik kemenangan 1-0 atas tim tamu Torino pada laga Sabtu (19/9/2020).

BOLA | 20 September 2020

Susah Payah, Arsenal Tundukkan West Ham

Tampil tertekan, Arsenal berhasil mengalahkan West Ham dengan skor, 2-1.

BOLA | 20 September 2020

Babak I, Arsenal Ditahan West Ham

Arsenal untuk sementara bermain imbang, 1-1 saat menjamu West Ham dalam lanjutan laga Premier League pekan ke-2, Minggu (20/9/2020) WIB.

BOLA | 20 September 2020

Southampton vs Tottenham: Mencari Kemenangan Pertama

Southampton dan Tottenham Hotspur mencari kemenangan pertama di musim ini saat keduanya bentrok di Stadion St. Mary's.

BOLA | 20 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS