Investor Global Confident terhadap Ekonomi RI
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-0.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (28.5)   |   DBX 1054.23 (7.05)   |   I-GRADE 169.662 (-0.13)   |   IDX30 501.412 (-0.3)   |   IDX80 131.739 (0.34)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.43)   |   IDXG30 135.832 (0.8)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.92)   |   IDXQ30 146.619 (-0.22)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.43)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.67)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-3.81)   |   Investor33 430.473 (-0.79)   |   ISSI 168.725 (1.16)   |   JII 619.114 (1.71)   |   JII70 212.184 (1.29)   |   KOMPAS100 1175.82 (3.8)   |   LQ45 920.779 (1.32)   |   MBX 1601.16 (7.52)   |   MNC36 321.923 (-0.17)   |   PEFINDO25 313.689 (3.92)   |   SMInfra18 292.004 (2.37)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.83)   |  

Perry Warjiyo:

Investor Global Confident terhadap Ekonomi RI

Kamis, 2 April 2020 | 14:48 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Para investor global masih percaya dan yakin (confident) terhadap ekonomi Indonesia. Kondisi ini perlu dimanfaatkan untuk penerbitan surat berharga negara (SBN). Dengan kepercayaan investor yang masih besar, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dijaga tidak turun di bawah 2,3% dan pada akhir tahun rupiah berada di level Rp 15.000 per dolar AS.

"Saya baru saja mengontak investor global. Mereka masih cukup confident terhadap Indonesia," kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam jumpa pers online di Jakarta, Rabu (2/4/2020).

Dengan kepercayaan pasar yang masih besar itu, ia menyarankan agar penerbitan global bond dinaikkan dari saat ini US$ 8 miliar sambil tetap memperhatikan kapasitas pasar.

Lelang SBN pun perlu ditingkatkan. Lelang SBN pernah Rp 15 triliun dan Rp 20 triliun. Ke depan, lelang SBN bisa lebih besar.

"Recovery bond yang pernah disebutkan itu sebuah rencana," kata Perry. Jika daya serap SBN dan global bond bagus, jenis surat utang lain tidak diperlukan.


Bukan BLBI

Perry menegaskan, pihaknya tidak menerbitkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk mendukung APBN. Untuk mengurangi defisit APBN, BI ikut di pasar sekunder dengan membeli SBN, baik surat utang negara (SUN) maupun surat berharga syariah negara (SBSN).

Tapi, ke depan, jika yield obligasi pemerintah sudah terlalu tinggi, jauh melebihi batas toleransi, BI akan masuk pasar perdana untuk membeli SUN dan SBN.

Kalau dalam kondisi normal, BI masuk pasar perdana, kesan yang muncul adalah bank sentral menambah jumlah uang beredar dan itu akan memicu inflasi. UU BI juga melarang bank sentral untuk masuk pasar primer SBN.

"Tapi, dalam kondisi abnormal, ketika tak ada pembeli dan yield sudah terlalu tinggi, BI menjadi sebagai lender of the last resort diperkenankan masuk pasar primer," ungkap Gubernur BI.

BI sebagai otoritas moneter selalu bertindak prudent. Demikian pula Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal. Dalam situasi abnormal, BI masuk pasar primer untuk membeli SBN (SUN dan SBSN). Dana hasil penjualan SBN digunakan untuk menutup defisit APBN yang melebar karena stimulus ekonomi untuk menangani Covid-19.

"Jangan artikan pembelian SUN dan SBSN sebagai bailout. BI memberikan BLBI. Itu tidak benar," tegas Perry.

Rupiah Rp 15.000

BI tidak akan mengontrol devisa untuk menjaga nilai tukar rupiah. Perry yakin, rupiah yang sekarang ini bergejolak akan menuju Rp 15.000 per dolar AS di akhir tahun. Posisi rupiah saat ini undervalued.

UU Lalu Lintas Devisa tidak mengenal kontrol devisa. Lagi pula, kata Perry, saving-investment gap di Indonesia masih besar. Tabungan di Indonesia tidak cukup untuk membiayai pembangunan.

"Kita butuh investasi asing, baik sebagai investasi langsung maupun investasi portofolio untuk masuk ke saham dan obligasi," pasar Perry.

Oleh karena itu, lalu-lintas devisa tidak akan dikontrol. Apalagi Indonesia mau menerbitkan global bond. Lebih dari 80% hasil ekspor, kata Perry, sudah dibawa pulang oleh eksportir ke Indonesia. Devisa itu belum dikonversi ke rupiah.

"Kami belum ada rencana mewajibkan konversi dolar para eksportir itu ke rupiah. Kami memahami dunia usaha membutuhkan dolar ke depan," ungkap Perry.

BI memberikan fasilitas hedging kepada eksportir guna memastikan bahwa dolar tersedia pada kurs yang sama. "Domestic non-delivery forward adalah hedging yang kami siapkan bagi dunia usaha," kata Gubernur BI.

Bank sentral saat ini, kata Perry, mempersiapkan semua langkah yang harus diambil dalam kondisi abnormal. BI pun belum masuk pasar primer untuk membeli surat berharga yang diterbitkan pemerintah. Tapi, semua harus dipersiapkan.

"Kita siap payung sebelum hujan. Bukan ketika hujan datang baru kita mencari payung," jelas Gubernur BI memberikan analogi.

Perry mengimbau semua pihak untuk melangkah bersama. Masyarakat mengikuti arahan pemerintah dan para pelaku bisnis melangkah bersama pemerintah dan masyarakat.

Perry juga secara khusus memberikan perhatian kepada para tenaga medis yang menjadi terdepan dalam merawat pasien Covid-19. Juga para pelaku bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang saat ini kehilangan pendapatan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Balik Arah, IHSG Menguat 1,47 Persen

Jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 384,29 miliar.

EKONOMI | 2 April 2020

Kempupera Serahkan Bantuan 25 Unit Rumah Khusus ASN Polri

Rumah khusus tersebut dibangun dengan nilai anggaran senilai Rp 3,63 miliar.

EKONOMI | 2 April 2020

Lippo Karawaci Siap Buyback Saham Senilai Rp 75 Miliar

Pembelian kembali saham (buyback) akan membantu menstabilkan harga saham Lippo Karawaci.

EKONOMI | 2 April 2020

BI: Inflasi Terkendalii Sepanjang Tahun Ini

BI melihat ke depan tekanan inflasi akan rendah dengan berbagai langkah terkendali.

EKONOMI | 2 April 2020

OJK Tindaklanjuti Perppu 1 Tahun 2020

Menghadapi risiko penurunan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan

EKONOMI | 2 April 2020

Kewenangan BI Masuk Pasar Primer Tak Bisa Disamakan dengan BLBI

Kewenangan BI tercantum dalam Perppu No 1/2020.

EKONOMI | 2 April 2020

BI Belum Wajibkan Eksportir Konversi Dolar ke Rupiah

Tidak perlu khawatir jual dolar sekarang, dengan domestik non delivery forward ini bisa melindungi resiko nilai tukar

EKONOMI | 2 April 2020

Pemerintah Jamin Kebutuhan Pangan untuk Ramadan

Distribusi logistik juga diperhatikan untuk bisa tetap berjalan aman sampai Ramadan dan Lebaran nanti.

EKONOMI | 2 April 2020

Jumlah Penumpang Pesawat Turun 4,8% di Lingkungan AP II

Sebetulnya penerbangan nasional mulai bergairah pada Januari-Februari 2020 selepas isu tiket mahal pada tahun lalu

EKONOMI | 2 April 2020

Bea Cukai Permudah Impor Alat Kesehatan

Sebelumnya, impor alat kesehatan secara umum berlaku ketentuan pembatasan

EKONOMI | 2 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS