Menko Luhut Minta BPPT dan Bio Farma Segera Produksi PCR dan Rapid Test Kit
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Menko Luhut Minta BPPT dan Bio Farma Segera Produksi PCR dan Rapid Test Kit

Sabtu, 3 Oktober 2020 | 16:14 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com -Menko bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan minta agar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Bio Farma segera memproduksi alat tes polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan dalam negeri.

“Sekarang kita lihat BPPT dan Bio Farma untuk menyusun list apa saja yang dibutuhkan dan impor produk apa saja yang kita batasi,” kata Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) daring pengembangan produk produk PCR dan rapid test dalam negeri di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Menko Luhut menegaskan agar kapasitas produksi domestik dapat terserap terlebih dahulu dan melakuan impor bila produksi dalam negeri tidak mencukupi.“Oleh karena itu nanti BUMN kita dorong untuk membantu investasi dalam bidang ini,” tukasnya.

Terkait ini, Menko Luhut meminta agar Menperin Agus Gumiwang betul-betul mendorong agar industri industri dalam negeri bisa masuk di sektor farmasi.

Secara teknis, disebutkan Luhut, alat tes PCR Bio Farma sudah bisa produksi 1,5 juta dan bisa naik 3,5 juta per bulan.

“Tapi yang betul-betul mesti diperhatikan adalah stok reagennya. Reagen ini saya minta Pak Honesti (Dirut Bio Farma) untuk juga produksi dalam negeri. Produksi dalam negeri masih terbatas, sekarang bagaimana kita tingkatkan kapasitas itu,” katanya.

Reagen diperlukan untuk ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19.

Menanggapi Menko Luhut, Kepala BPPT Hammam Riza menyebutkan bahwa tim gugus tugas BPPT untuk riset inovasi Covid-19 telah siap memproduksi beberapa produk penilaian secara massal.

“Beberapa produk yang digunakan untuk screening seperti rapid test telah dapat diproduksi secara massal,” tambahnya.

Bekerja sama dengan PT Prodia, PT Tempo Scan Pasific, dan PT Padma, menurut Hammam, BPPT telah mampu meningkatkan produksi alat rapid test hingga lebih dari 2 juta alat per bulan. “Bila kita ingin memenuhi kebutuhan yang proyeksinya 6 juta per bulan dengan asumsi 200 tes per hari kali 30 hari,” urainya.

Lebih jauh Hammam menjelaskan bahwa BPPT telah berhasil membuat alat tes PCR. “PCR kit yang kita awali bersama pada Maret bersama dengan startup biomolekuler milik Bio Farma sekarang berhasil memasuki generasi yang kedua dengan menggunakan metode multiplex berbeda dengan simulfex karena tingkat akurasi dan kecepatannya,” bebernya.

BPPT dan Bio Farma menurut Hammam telah mampu memproduksi alat PCR kapasitas 1.5 juta per bulan.

Mendengar penjelasan Kepala BPPT ini, Menko Luhut minta agar Menperin Agus Gumiwang terus memajukan pengembangan produk domestik. Dalam kesempatan itu, Menperin Agus Gumiwang merespons positif permintaan Menko Luhut.

Seperti diberitakan, dalam beberapa kesempatan Agus Gumiwang menyebutkan bahwa kementeriannya fokus menjadikan industri farmasi dan alat kesehatan agar bisa menjadi sektor yang mandiri di dalam negeri. Artinya, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat domestik sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor. Sektor industri farmasi dan alat kesehatan masuk dalam kategori high demand di tengah masa pandemi Covid-19.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peneliti Unesa: Nanogold Signifikan Tingkatkan Imunitas Pasien Covid-19

Sudah diuji coba di Surabaya, Sidoarjo, dan Probolinggo.

KESEHATAN | 3 Oktober 2020

Penyuluh KB Dilibatkan Kampanye Protokol Kesehatan

Terdapat 23.400 penyuluh dan 1,2 juta kader yang tersebar di seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 3 Oktober 2020

Sabtu, Pasien Isolasi di Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 71

Pasien ringan dan berat yang sembuh 42 orang.

KESEHATAN | 3 Oktober 2020

Tekan Covid-19, Pemerintah Harus Fokus Program 3T

Tekan penyebaran Covid-19, pemerintah diminta fokus pada 3T.

KESEHATAN | 2 Oktober 2020

Akhir Pekan, Kasus Covid-19 Tembus 300.000

Lonjakan kasus akibat semakin banyak orang yang dites, namun di sisi lain masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 2 Oktober 2020

BPOM Diminta Serius Sosialisasikan Kental Manis Bukan Susu

Persepsi orang selama ini sudah menganggap kental manis adalah susu.

KESEHATAN | 2 Oktober 2020

Laporan Luhut dan Menkes ke Wapres, 3 Juta Vaksin Datang November

Vaksin akan diberikan kepada tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan kelompok yang terlibat langsung dalam penanganan pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 2 Oktober 2020

Harga Tertinggi Swab Test Rp 900.000, Ini Komponennya

Tarif tertinggi swab test tidak berkaitan dengan cepat atau lambatnya hasil pemeriksaan.

KESEHATAN | 2 Oktober 2020

Kenali Gejala Dini Skoliosis pada Anak

Posisi duduk yang keliru dapat mempengaruhi perkembangan tulang belakang anak.

KESEHATAN | 2 Oktober 2020

Pemerintah Tetapkan Harga Tertinggi Swab Test Rp 900.000

Dinas Kesehatan diminta untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan swab test di fasilitas kesehatan.

KESEHATAN | 2 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS