Tak Mudah Mengurus Vaksin Covid-19, Jokowi Minta Pelatihan Libatkan WHO
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-0.96)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.35)   |   DBX 1076.27 (7.25)   |   I-GRADE 169.305 (0.42)   |   IDX30 499.8 (-0.42)   |   IDX80 132.38 (-0.05)   |   IDXBUMN20 374.254 (3.4)   |   IDXG30 135.455 (0)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.05)   |   IDXQ30 146.053 (-0.32)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (1.57)   |   IDXV30 131.098 (0.77)   |   INFOBANK15 988.482 (3.85)   |   Investor33 429.242 (-0.22)   |   ISSI 170.543 (-0.31)   |   JII 620.021 (-2.8)   |   JII70 214.017 (-0.68)   |   KOMPAS100 1185.8 (0.59)   |   LQ45 922.358 (-0.15)   |   MBX 1613.53 (1.07)   |   MNC36 321.576 (-0.47)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.22)   |   SMInfra18 295.407 (2.01)   |   SRI-KEHATI 367.139 (0.09)   |  

Tak Mudah Mengurus Vaksin Covid-19, Jokowi Minta Pelatihan Libatkan WHO

Senin, 19 Oktober 2020 | 13:18 WIB
Oleh : Lennny Tristia Tambun / DAS

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kementerian/lembaga untuk tidak menganggap enteng dalam membawa vaksin Covid-19 saat vaksin itu akan dibagikan kepada masyarakat. Jokowi meminta dilakukan training membawa vaksin Covid-19 dengan melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas (ratas) Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020, di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/10/2020)

“WHO Indonesia agar mereka bisa memberikan training-training sehingga apa standarnya itu menjadi jelas,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini melihat cara pengurusan vaksin tersebut tidak mudah. Butuh perlakuan khusus dalam membawa vaksin tersebut dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. “Hati-hati. Hati-hati mengenai vaksin. Bukan barang gampang ini. Setelah saya pelajari semakin hari semakin saya yakin tidak mudah,” ujar Jokowi.

Untuk itu, menurut Jokowi, perlu ada pelatihan khusus untuk membawa dan mengurus vaksin. Baik itu pelatihan untuk membawa vaksin hingga meletakkan vaksin di tempat yang aman. Semua itu tidak bisa dianggap enteng.

Jokowi juga memberi perhatian masalah yang berkaitan dengan persiapan lapangan. Training diperlukan karena vaksin dalam jumlah yang banyak. Apalagi, setiap vaksin memiliki standar yang berbeda-beda, sehingga harus mendapatkan treatment yang berbeda pula.

“Dari G42 itu beda, dari Sinovac beda lagi, nanti dari AstraZeneca beda lagi. Menyimpannya di cold storage-nya seperti apa, tidak boleh guncang apa boleh,” ungkap Jokowi.

Jokowi menambahkan, berdasarkan laporan dari Menteri BUMN Erick Thohir, AstraZeneca akan melakukan pengiriman pertama vaksin di bulan April 2021. Total vaksin yang didapat dari AstraZeneca ini adalah 100 juta dosis vaksin, atau setiap bulannya akan dikirim sebanyak 11 juta dosis vaksin.

“Jadi sekali lagi di rapat ini mengenai vaksin agar betul-betul perencanaannya disiapkan betul agar kita tidak salah lagi dalam komunikasi publik yang ada,” tukas Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi: Jangan Sampai Vaksin Covid-19 Didemo Seperti UU Cipta Kerja

Jajaran kementerian/lembaga harus mempersiapkan komunikasi publik dengan baik.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Presiden: Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Libur Panjang Akhir Oktober

Pengalaman libur panjang 1,5 bulan yang lalu setelah itu terjadi kenaikan kasus agak tinggi.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Vaksin Sinovac Aman tetapi Khasiatnya Kurang Maksimal

Uji klinis biasanya dilakukan 8 bulan. Namun, karena dalam kondisi darurat, proses pemantauan dipangkas jadi 3 bulan sehingga khasiatnya belum sampai 100%.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Suplemen Kolagen Bantu Atasi Risiko Penuaan Dini

Mulai usia 25 tahun, produksi kolagen dalam tubuh mulai menurun.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 40 Juta

Rinciannya, kasus Covid-19 di dunia kini berada di angka 40.056.551 (jumlah kasus aktif 8.988.911).

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Kepatuhan Minum Obat Penderita Jantung Harus Ditingkatkan

Kepatuhan dan keteraturan minum obat penderita penyakit jantung masih rendah dan harus ditingkatkan. Hal ini sangat penting dilakukan demi kesembuhan penderita.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Publik Anggap Pandemi Covid-19 di Indonesia Masih Cukup Terkendali

Dari hasil survei diketahui, sebanyak 51,8 persen responden menganggap penyebaran Covid-19 di Indonesia masih cukup terkendali.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

16 Provinsi Laporkan Jumlah Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru

Data Kementerian Kesehatan pada hari ini, 18 Oktober melaporkan kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 4.105, sedangkan kasus sembuh bertambah 3.732.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Klaster Unjuk Rasa Sulit Dilacak

"Kalau saya perhatikan, peserta aksi memang tidak peduli dengan pencegahan penularan,” kata epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) dr Riris Andono Ahmad.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Ini Sebaran 4.105 Kasus Covid-19 pada 18 Oktober

Dari total kasus baru Covid-19 sebanya 4.105, DKI Jakarta masih menjadi yang terbanyak dengan laporan tambahan kasus baru sebanyak 971.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS