November, 9,1 Juta Orang Mulai Disuntik Vaksin Covid-19
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

November, 9,1 Juta Orang Mulai Disuntik Vaksin Covid-19

Senin, 19 Oktober 2020 | 15:09 WIB
Oleh : Dina Manafe / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mempercepat pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai ketersediaan vaksin. Mulai November, sebanyak 9,1 juta orang rencana akan mulai divaksinasi. Mereka adalah kelompok masyarakat yang dianggap paling berisiko tinggi terpapar virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Dr Achmad Yurianto pada konferensi pers secara virtual, Senin (19/10).

Dilihat dari ketersediaannya, vaksin Covid-19 dari Sinovac, produsen Tiongkok, tidak bisa langsung tersedia sekaligus 320 juta dosis untuk 160 juta orang sesuai target imunisasi dari pemerintah. Ketersediaan vaksin di tahap awal adalah 9,1 juta untuk bulan November dan Desember 2020.

“Semua orang penting, tetapi harus diurutkan siapa yang didahulukan dan siapa berikutnya, Dari diskusi kami dengan berbagai pihak termasuk WHO, para ahli dan beberapa negara yang sudah melaksanakan vaksinasi, maka yang pertama dapat adalah tenaga kesehatan,” kata Yurianto.

Menurut Yurianto, dari 9,1 juta itu yang disuntik pertama adalah tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19. Mereka berisiko karena berhadapan langsung dengan pasien.

Kemudian petugas kesehatan di laboratorium rujukan pemeriksaan spesimen. Petugas lab juga berisiko tinggi karena setiap hari berhadapan langsung dengan virus.

Tenaga kesehatan lainnya adalah yang melakukan tracing contact atau pelacakan kontak untuk menemukan kasus baru. Jumlah kelompok ini diperkirakan hampir 2 juta orang.

“Jumlah tenaga kesehatan ini akan kami perbarui terus. Karena data tenaga kesehatan tidak hanya di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM), tetapi juga perlu pembaruan dari dinas kesehatan kabupaten dan kota. Kami konfirmasi betul agar jumlahnya tepat,” kata Yurianto.

Kelompok kedua yang juga mendapatkan vaksinasi pertama adalah petugas pelayanan publik. Misalnya aparat yang melaksanakan tugas operasional yustisia untuk penegakan protokol kesehatan, seperti kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

Petugas layanan publik lainnya adalah pegawai yang memberikan layanan di bandara, stasiun, dan pelabuhan. Termasuk beberapa profesi atau pekerjaan lain yang berisiko dalam menghadapi kasus Covid-19.

“Jika (dosis) untuk 9,1 juta dinyatakan bermanfaat yang ditandai dengan surat pemberian izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization dari Badan POM, dan surat dari Kementerian Agama serta Majelis Ulama Indonesia terkait kehalalan, maka sejumlah itulah yang akan kita lakukan penyuntikkan,” kata Yurianto.

Menurut Yurianto, penyuntikan tahap awal tersebut menggunakan vaksin yang diproduksi oleh tiga perusahaan vaksin dari Tiongkok. Vaksin dari tiga perusahaan ini sudah selesai uji klinik fase 3, dan bahkan telah digunakan.

Pertama, Sinovac, adalah vaksin dengan dosis ganda atau dua kali suntik. Badan POM sedang berada di Tiongkok untuk memperoleh data terkait hasil uji klinis fase 3, dan terkait penggunaannya di Tiongkok, Brasil serta beberapa negara lain.

BPOM, MUI, dan Kementerian Agama juga melakukan inspeksi terhadap proses pembuatannya terkait sertifikasi kehalalan.

Sinovac memberikan komitmen kepada Indonesia untuk membeli vaksin dalam bentuk sudah jadi sebanyak 3 juta dosis. Rencananya tahap pertama sebanyak 1,5 juta dosis dikirim November, dan 1,5 juta lagi di Desember. Vaksin ini bisa untuk menyuntik 1,5 juta orang. Satu orang disuntik dua kali, di mana rentang waktu pemberian pertama dan kedua adalah 14 hari.

Kedua, Sinopharm, perusahaan BUMN Tiongkok semacam Bio Farma di Indonesia.

Sinopharm sudah menyelesaikan uji klinis fase 3 di beberapa tempat, termasuk di Uni Emirat Arab dan Turki. Di Tiongkok vaksin ini digunakan untuk tenaga kesehatan di Tiongkok, dan sudah keluar izin emergency use authorization (EUA).

Izin yang sama juga sudah diberikan pemerintah Uni Emirat Arab, dan mereka sudah melakukan uji terhadap kehalalannya. Sinopharm berkomitmen mengirim 15 juta dosis pada Desember. Dengan dua kali suntik, maka ini bisa digunakan untuk 7,5 juta orang.

Ketiga, vaksin yang diproduksi Cansino. Vaksin single dosis atau satu kali suntik ini sudah digunakan tentara Tiongkok. Komitmen Cansino memberikan 100.000 dosis kepada Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah Vaksinasi, Apakah Masih Bisa Terpapar Covid-19? Ini Jawabannya

vaksinasi memberikan kekebalan agar pada saat terpapar virus kita tidak jatuh sakit.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Jokowi Minta Urusan Vaksin Ditangani Menteri Kesehatan dan BUMN

Jokowi meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN dapat menangani vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

2.661 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 2.661 pasien positif Covid-19 tanpa gejala tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Tak Mudah Mengurus Vaksin Covid-19, Jokowi Minta Pelatihan Libatkan WHO

Setiap vaksin memiliki standar berbeda-beda sehingga perlakuannya berbeda pula.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Jokowi: Jangan Sampai Vaksin Covid-19 Didemo Seperti UU Cipta Kerja

Jajaran kementerian/lembaga harus mempersiapkan komunikasi publik dengan baik.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Presiden: Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Libur Panjang Akhir Oktober

Pengalaman libur panjang 1,5 bulan yang lalu setelah itu terjadi kenaikan kasus agak tinggi.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Vaksin Sinovac Aman tetapi Khasiatnya Kurang Maksimal

Uji klinis biasanya dilakukan 8 bulan. Namun, karena dalam kondisi darurat, proses pemantauan dipangkas jadi 3 bulan sehingga khasiatnya belum sampai 100%.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Suplemen Kolagen Bantu Atasi Risiko Penuaan Dini

Mulai usia 25 tahun, produksi kolagen dalam tubuh mulai menurun.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 40 Juta

Rinciannya, kasus Covid-19 di dunia kini berada di angka 40.056.551 (jumlah kasus aktif 8.988.911).

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Kepatuhan Minum Obat Penderita Jantung Harus Ditingkatkan

Kepatuhan dan keteraturan minum obat penderita penyakit jantung masih rendah dan harus ditingkatkan. Hal ini sangat penting dilakukan demi kesembuhan penderita.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS