Satgas : Ini Tahapan Pengembangan Vaksin Covid-19
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Satgas : Ini Tahapan Pengembangan Vaksin Covid-19

Jumat, 23 Oktober 2020 | 03:07 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Penanganan Covid-19 menjelaskan kepada masyarakat alur pengembangan vaksin. Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memaparkan secara terperinci tahapan-tahapan pengembangan vaksin, Kamis (22/10/2020).

Dengan mengetahui tahapan pengembangan vaksin, masyarakat diharapkan mendukung pemerintah secara penuh pengadaan vaksin dan vaksinasi seraya tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo Senin (19/10/2020) lalu, menyatakan, dirinya tidak ingin pengadaan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi menjadi seperti Undang-undang Cipta Kerja yang menuai resistensi publik karena kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi.

Dalam keterangannya melalui YouTube, Wiku menyatakan, para pakar dari universitas dan lembaga riset dari berbagai displin ilmu tengah bekerja keras dalam menyelesaikan berbagai tahapan dalam pengembangan vaksin.

Dalam alur pengembangan vaksin, proses awal adalah penelitian dasar. Pada penelitian dasar ini para pakar meneliti virusnya, baik sel yang terkait virus tersebut maupun sel-sel yang diinfeksi.

Setelah itu, sel diperbanyak dan dilihat reaksinya kemudian diekstrasi dalam jumlah yang lebih banyak. “Pada tahap ini sudah dibuat vaksin dalam jumlah terbatas,” kata Wiku.

Selanjutnya dilakukan uji praklinis, yakni memastikan bahwa vaksin yang dibuat terbatas tadi diuji dulu dalam sel atau in vitro dan kemudian bisa dilanjutkan secara in vivo atau pada hewan percobaan.

Tahapan Pengembangan Vaksin Covid-19

Berdasarkan penelusuran, istilah uji in vitro adalah pengujian di luar tubuh makhluk hidup. Pengujian ini biasanya dilakukan pada kultur bakteri, sel terisolasi atau organ terisolasi. Jika menunjukkan hasil positif maka pengujian akan dilanjutkan dengan uji in vivo, yakni pengujian pada makhluk hidup yakni hewan percobaan.

“Dan tentunya dalam uji praklinis ini untuk mengetahui keamanan bila nantinya diujikan kepada manusia. Jadi kembali saya ingatkan,” katanya. Wiku menekankan bahkan sebelum diuji kepada manusia sudah ada uji praklinis untuk memastikan vaksin terbatas tadi aman.

Setelah uji praklinis tuntas dan dinyatakan aman maka barulah dilanjutkan kepada uji klinis.

Pada tahap uji klinis terdapat tiga fase. Pada fase pertama dengan sampel manusia berjumlah minimal 100 orang. Fase ini untuk menentukan rentang dosis aman vaksin dalam tubuh manusia dan menilai farmakokinetik dan farmakodinamik.

Pada fase kedua dilakukan studi pada sampel berjumlah 100 sampai 500 orang. Fase kedua ini untuk memastikan keamanan bagi manusia tercapai, menilai efektivitasnya, menentukan rentang dosis optimal, menentukan frekuensi pemberian dosis optimal, dan menilai efek samping jangka pendek.

Setelah lolos uji fase tersebut, masuk ke uji klinis fase ketiga dengan jumlah sampel yang lebih banyak yakni minimal 1.000 sampai 5.000 orang. Tujuan uji klinis fase tiga adalah menilai dan memastikan keamanan, efektivitas, dan keuntungan melebihi risiko penggunaan pada populasi yang lebih besar

“Apabila uji klinis fase ke-3 tuntas, dan hasilnya memuaskan maka akan masuk ke fase berikutnya yaitu persetujuan dari lembaga pengawas obat dan makanan (Badan POM) serta kesehatan (Kementerian Kesehatan)," tegasnya.

Setelah persetujuan maka akan dilanjutkan pembuatan vaksin dalam jumlah besar. Dengan demikian rentetan alur pengembangan vaksin, mulai dari penelitian dasar, pre klinis, klinis fase 1, fase 2, fase 3, persetujuan, kemudian produksi.

Wiku menyebutkan bahwa virus Corona menyerang manusia maupun hewan. Corona menyerang manusia sejak tahun 1960-an. Sampai saat ini sudah ada tujuh jenis virus Corona. Jenis terbaru adalah Sars Cov2 yang menyebabkan Covid-19.

Proses pengadaan vaksin dilakukan melalui tahapan yang kompleks yang melibatkan berbagai kementerian maupun lembaga. Karena itu Presiden telah mengeluarkan peraturan yang mengatur pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Penting diketahui bahwa sampai saat ini belum ada negara di dunia yang memproduksi vaksin Covid-19 secara massal.

Indonesia terus mengupayakan pengadaan vaksin atau produksi vaksin secara mandiri.

Melihat peran penting dan dampak positif vaksin Covid-19 pada perlindungan masyarakat maka proses pengembangan vaksin maupun vaksinasi perlu dilakukan secara hati-hati namun tetap tanggap terhadap perubahan yang sangat dinamis.

Wiku menyebut, kandidat vaksin yang dipersiapkan pemerintah yakni Sinovac , Sinopharm, CanSino, AstraZeneca, dan Genexine.

Sebeum vaksin-vaksin ini diproduksi secara massal, dan nantinya diberikan kepada masyarakat, maka harus melalui berbagai tahap pengembangan untuk memastikan keamanan penggunaan bagi manusia dan rentang dosis aman seperti yang sudah dijelaskan.

Pada masing-masing tahapan terdapat ketentuan yang harus dipenuhi sehingga vaksin yang dikembangkan benar-benar memiliki standar kesehatan yag baik. “Sehingga aman dan efektif untuk digunakan,” kata Wiku.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan para pengembang vaksin untuk memastikan bahwa vaksin ini dapat lolos selluruh tahaan uji klinis sebelum mendapat persetujuan dari Badan POM untuk diproduki massal.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Media Sosial Jadi Rujukan Utama Informasi Nutrisi

Sebanyak 68 persen konsumen di Asia Pasifik menggunakan media sosialuntuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan nutrisi dan kesehatan.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Angka Covid-19 Anak di Indonesia Naik 100 Persen

Kasus Covid-19 pada anak di Indonesia naik 100 persen pada Oktober 2020.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Pemerintah Tidak Terburu-buru Berikan Vaksin

Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah bertemu terlebih dahulu dengan para produsen tentang kesediaan mereka seandainya Indonesia jadi membeli vaksinnya.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Antisipasi Klaster Liburan, Epidemiolog Minta RT dan RW Data Warga yang Berpergian

Itu akan sangat efektif untuk pengendalian kasus serta melakukan tracing apabila ada kasus baru.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Pemanfaatan JKN-KIS Menurun Selama Pandemi Covid-19

Penurunan ini diduga bukan hanya karena orang takut berobat ke faskes, tetapi bisa jadi pemanfaatan layanan JKN sebelum pandemi tidak sesuai kebutuhan pasien.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

14 Provinsi Termasuk Jakarta Laporkan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru

Jumlah kasus sembuh di ibukota sebanyak 1.159 sedangkan penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 989.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.432, Kasus Positif di Indonesia Jadi 377.541

Penambahan 4.432 kasus baru Covid-19 berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 43.928.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Inilah Rekomendasi Pemberian Vaksinasi Covid-19 Menurut PB IDI

PB IDI minta pemerintah agar jangan tergesa-gesa dalam pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat dan tenaga medis.

KESEHATAN | 22 Oktober 2020

Jessica Tanoesoedibjo Ajak Hidup Sehat lewat MNC Virtual Ride

Peserta dapat melakukan pendaftaran mulai 19 Oktober hingga 7 November 2020. Adapun, periode gowes akan dilaksanakan mulai 1-7 November 2020.

KESEHATAN | 21 Oktober 2020

Pemerintah Targetkan Stunting 14% pada 2024, Pakar: Ambisius dan Butuh Kerja Keras

Sebab, target ini baru bisa tercapai apabila angka stunting turun 3,8% per tahun atau angka stunting baru maksimum 10%.

KESEHATAN | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS