Soal Rhoma Irama Manggung, Keluarga Surya Atmaja Ancam Tuntut Bupati Bogor
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Soal Rhoma Irama Manggung, Keluarga Surya Atmaja Ancam Tuntut Bupati Bogor

Selasa, 7 Juli 2020 | 13:02 WIB
Oleh : Vento Saudale / DAS

Bogor, Beritasatu.com – Buntut dari acara khitanan di mana Rhoma Irama naik panggung sehingga mengundang kerumunan, pihak keluarga Surya Atmaja sebagai penyelenggara pesta akan menuntut Bupati Bogor Ade Yasin secara hukum. Ade Yasin dianggap melakukan penyerangan terhadap pribadi terkait komentar-komentarnya di media massa yang menyudutkan keluarga Surya Atmaja.

Hal itu dikatakan pengacara keluarga Surya Atmaja, Muklis Ramlan, Selasa (7/7/2020).

Muklis menyebut, apa yang dituduhkan terkait tidak patuhnya keluarga saat menggelar khitanan hingga mengundang kerumunan orang, tidak benar.

Muklis menjelaskan, seluruh tamu undangan mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan tersedianya cairan antiseptik pada saat acara. Terkait adanya kerumunan, Muklis memastikan yang hadir adalah warga sekitar.

“Pada prinsipnya apa yang dituduhkan Ade Yasin tidak benar. Bahwa yang hadir di sini adalah warga sekitar. Karena selama ini bersama abah Surya (Surya Atmaja), mereka datang karena rasa syukurnya. Bukan orang luar yang mau nonton Rhoma Irama,” kata Muklis.

Dianggap menyebabkan kerumunan hingga ada panggung, Muklis menjelaskan, acara selama 27 dan 28 Juni dilakukan setelah penarikan Maklumat Kapolri terkait diperbolehkannya kerumunan orang pada 25 Juni 2020. “Lalu apa yang dilanggar? Semua protokol dilakukan, undangan juga tidak ada konser. Itu karangan-karangan dan tuduhan yang harus dibuktikan. Fitnah,” jawabnya.

Sedangkan terkait berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah Pamijahan, Muklis justru menilai adanya kelalaian Bupati Ade Yasin, yakni tidak seluruh warga miskin di Pamijahan mendapatkan bantuan sosial. Muklis merujuk pada ketentuan pemberlakuan PSBB di mana pemdaseharusnya terlebih dahulu memberikan bantuan baru menetapkan PSBB.

“Jangan-jangan warga di sini baru tahu zona merah PSBB setelah ribut-ribut ini. Berdasarkan info, di sini hanya 16 keluarga yang mendapat bantuan. Yang lain kemana,” paparnya.

Untuk itu, pihak keluarga mengangap Bupati Ade Yasin mencari sensasi dengan menyudutkan keluarga Surya Atmaja. Ade dinilai menerima laporan hanya tidak secara utuh dan dilontarkan kepada media massa.

“Kalo semangatnya untuk daerah bebas Covid-19 kita hargai. Tapi ini ada motif di belakang itu, dan sudah menyerang privasi Abah Surya. Tentu kami dari tim hukum akan lakukan langkah-langkah hukum ke depan,” terang Muklis.

Seperti diberitakan sebelumnya, acara khitanan di Pamijahan itu dihadiri artis sekaligus politikus Rhoma Irama dan sejumlah artis Ibu Kota. Rhoma sempat naik panggung melantunkan lagu meski tidak membawa serta orkes dangdut Soneta sebagai pengiring, Minggu (28/6/2020). Masyarakat sekitar pun berkerumun menyaksikan aksi panggung tersebut.

Bupati Bogor Ade Yasin geram Kabupaten Bogor masih dalam masa PSBB Proporsional hingga 2 Juli 2020. Ia meminta semua yang terlibat dalam acara itu diproses hukum.

Ade menilai, Rhoma Irama sekalipun hadir dalam kapasitas sebagai tamu undangan namun menyanyikan beberapa lagu sehingga mengundang keramaian. Bahkan turut hadir beberapa artis seperti Rita Sugiarto, Yunita Ababil, Wawa Marissa, Caca Handika, dan Yus Yunus.

Pemkab Bogor tidak main-main dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya klaster baru Covid-19 sehingga melakukan tes cepat atau rapid testCovid-19 kepada 300 orang yang menghadiri acara tersebut. “Kami khawatir ada klaster baru di sana (Pamijahan), makanya kami gelar rapid tes secara massal, untuk sisanya nanti kita akan menyusul," kata Ade Yasin, Senin (6/7/2020).

Tes menggunakan biaya dari Pemkab Bogor. Beberapa waktu lalu, pihak keluarga Surya Atmaja menuturkan, pihaknya siap menanggung seluruh biaya untuk rapid test bahkan swab test. Bila ada yang ketahuan positif maka pihak keluarga akan menanggung biaya perawatan hingga sembuh. Belakangan, anak angkat Surya Atmaja, Hadi Pranoto menyatakan bahwa soal pembiayaan itu tidak benar dan hanya sebuah miss communication.

Sedangkan terkait proses hukum, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menuturkan, untuk pemanggilan Rhoma Irama masih dalam proses. Sejauh ini, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kepada enam orang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Buntut Rhoma Irama Pentas di Bogor, Tes Cepat Covid-19 Digelar Massal

Hal itu lantaran masih ada tambahan kasus positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Kota Depok Lampaui Target Perolehan Akseptor KB

Perolehan akseptor KB di Kota Depok pada Harganas tahun ini berhasil melampaui target yakni sebanyak 13.897 orang.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Butuh Ketegasan Atasi Pandemi Covid-19 di Jakarta

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta semakin merebak.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Polisi Temukan Beberapa Temuan Baru dalam Penyerangan Kelompok John Kei

Reka ulang kasus penyerangan kelompok John Kei digelar di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP).

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Disnaker DKI Awasi Ketat Penerapan Sistem Sif

Sebagian besar perusahaan atau tempat usaha yang diawasi patuh dengan ketentuan kapasitas 50 persen dan sistem sif masuk kerja.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terminal Poris Tangerang Sudah Kembali Beroperasi

Terminal Poris telah buka dan sudah melayani perjalanan bus dari Tangerang dengan tujuan luar kota sejak Akhir Juni 2020 lalu.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

12 Kelurahan di Kota Depok Tanpa Kasus Positif Covid-19

Dari belasan wilayah tersebut, Kelurahan Limo memiliki perkembangan yang pesat yakni dengan kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 16 orang.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terancam Putus Sekolah, Pemprov DKI Wajib Siapkan Bantuan untuk Calon Siswa Sekolah Swasta

Pemprov DKI dapat memberi bantuan berupa subsidi uang pangkal dan uang sekolah sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikannya.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terungkap, Ini Peran John Kei dalam Perencanan Pembunuhan Nus Kei

Peran John Kei terhadap rencana pembunuhan Nus Kei terungkap dalam rekonstruksi yang dilakukan tersangka dan anak buahnya di Tytyan Indah, Bekasi.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Pemkot Bekasi Masih Telusuri Pembuang Limbah Medis

Berdasarkan investigasi KPNas pada 4 Juli 2020 masih ditemukan pembuangan limbah medis diduga bekas penanganan Covid-19 di Zona IV TPA Sumurbatu.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS