Presiden: Berebut Jenazah Covid-19 Jangan Sampai Terulang
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Presiden: Berebut Jenazah Covid-19 Jangan Sampai Terulang

Senin, 29 Juni 2020 | 11:29 WIB
Oleh : Lennny Tristia Tambun, Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Jokowi memberikan perhatian pada fenomena yang terjadi di masyarakat terkait pandemi Covid-19, khususnya kasus berebut jenazah pasien.

Pada Rapat Terbatas Percepatan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19, di Istana Merdeka, Senin (29/6/2020), Jokowi memberikan perhatian pada fenomena masyarakat yang belum paham mengenai pemulasaraan jenazah Covid-19 sehingga di sejumlah tempat terjadi insiden pengambilan paksa dan bahkan berebut jenazah.

Presiden meminta agar pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat, budayawan, sosiolog, antropolog dalam komunikasi publik dilakukan secara besar-besaran.

“Sehingga jangan sampai terjadi lagi berebut jenazah yang jelas-jelas Covid oleh keluarga. Itu jelas-jelas sebuah hal yang harus kita jaga tidak terjadi lagi setelah ini,” katanya.

Seperti diberitakan, insiden pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid-19 dari ambulans yang menuju pemakaman terjadi di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Jumat (26/6/2020). Polres Ambon dan Pulau Lease menetapkan 11 tersangka dalam kasus tersebut karena pengadangan ambulans dan terlibat penganiayaan perawat di RS.

Keluarga jenazah Covid-19 bersama sejumlah warga mencegat ambulans yang membawa jenazah yang awalnya hendak dimakamkan di TPU Rumah Tiga, Kota Ambon dengan standar Covid-19. Meski ambulans dikawal dua polisi, pihak keluarga dan warga berhasil mengambil jenazah melalui insiden baku hantam. Jenazah akhirnya sempat dibawa paksa ke rumah duka keluarga tersebut.

Kejadian lainnya, pada Rabu (10/06/2020) malam, puluhan orang mendatangi RSUD Dadi Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengambil jenazah kerabat mereka yang menjadi pasien Covid-19. Mereka dapat dihalau oleh tim gabungan TNI-Polri yang mengamankan RS. Sepekan sebelumnya, satu keluarga berhasil mengambil paksa jenazah pasien Covid-19.

Di Bekasi, Jawa Barat, sejumlah warga menggambil paksa jenazah pasien berstatus PDP di RS Mekar Sari, Senin (8/6/2020). Hal serupa terjadi di RS Pancaran Kasih (RSPK) Manado, Rabu (10/6/2020).

Pada Rabu (10/6/2020) malam, warga yang mengadang ambulans di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, malah membawa senjata tajam. Warga mengambil paksa jenazah pasien yang meninggal di RS Moh Noer Pamekasan.

Di Surabaya, empat orang ditetapkan sebagai tersangka karena mengambil paksa jenazah dari RS Paru Surabaya pada 4 Juni 2020. Sementara Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan jajarannya menindak tegas warga yang mengambil paksa jenazah pasien Covid-19.

Pada kesempatan Rapat Terbatas Percepatan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19, Presiden mengulang peringatannya kepada jajaran kabinet agar tidak bekerja datar-datar saja. Peringatan serupa sebelumnya diungkapkan Presiden pada Rapat Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020 lalu namun videonya baru dirilis ke publik pada Minggu (28/6/2020).

Jokowi meminta para pembantunya tidak bekerja linier. Ia meminta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat dan itu betul-betul berdampak kepada percepatan penanganan pandemi. “Tidak datar-datar saja,” katanya.

Presiden juga menyinggung percepatan penanganan Covid-9 di daerah. Disebutkan perlunya menambah personel dari pusat untuk provinsi di luar DKI yang menunjukkan tren penularan tinggi. Selain itu perlu juga bantuan lebih banyak peralatan.

“Kalau tidak dilakukan sesuatu dan masih datar seperti ini maka tidak akan ada pergerakan yang signifikan,” katanya.

Presiden juga kembali mengingatkan agar tahapan menuju new normal benar-benar dilakukan atau dilalui. “Baik itu prakondisi, timing-nya kapan, (agar) diberikan panduan. Ada guidance dari pusat sehingga mereka tidak salah. Prioritas sektor mana yang dibuka itu betul-betul diberikan panduan,' katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Minta Dibuat Panduan Tatanan Normal Baru Buat Pemda

Dengan adanya panduan tatanan normal baru tersebut daerah tidak salah mengambil keputusan.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Kasus Jiwasraya, MAKI Apresiasi Jaksa Agung Bongkar Peran 13 MI

Keberanian Jaksa Agung membongkar keterlibatan 13 manajer investasi dalam mega korupsi PT Asuransi Jiwasraya mendapatkan apresiasi.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Teguran Keras Presiden Sengaja Dirilis untuk Diketahui Publik

Publikasi dilakukan setelah meminta izin Presiden.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Relawan Bengkulu Maju Siap Menangkan Rohidin Mersyah di Pilkada 2020

Kami targetkan Pak Rohidin minimal meraih dukungan suara di Kabupaten Lebong 75 persen.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Akademisi Lintas Kampus Gagas Pusat Studi BUMN

Akan dibentuk Pusat Studi BUMN sebagai media berdiskusi, berbagi informasi dan pengetahuan serta riset yang sifatnya mendukung BUMN ke arah yang lebih baik.

NASIONAL | 29 Juni 2020

KPK Harap Imam Nahrawi Dihukum 10 Tahun Penjara

KPK berharap Majelis Hakim akan mempertimbangkan seluruh fakta-fakta hukum sebagaimana uraian analisis yuridis Jaksa Penuntut.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Usut Tuntas Kejahatan Seksual di Paroki Herkulanus-Depok

Memberi perhatian serius kepada korban dan keluarga yang mengalami penderitaan

NASIONAL | 29 Juni 2020

Ini Jurus Kempora Perbaiki Tata Kelola Birokrasi

Pemberian pelayanan publik yang baik dan cepat disebut sebagai kunci untuk memperbaiki tata kelola birokrasi di Kempora.

NASIONAL | 29 Juni 2020

IRN Buka Beasiswa untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Program Indofood Riset Nugraha (IRN) tahun akademik 2020/2021 kembali dibuka.

NASIONAL | 28 Juni 2020

BP2MI Minta Moratorium Pekerja Migran Dicabut

Saat ini ada 79.000 PMI yang sudah mendaftar dan memenuhi syarat untuk ditempatkan, 43.000 di antaranya tinggal diberangkatkan.

NASIONAL | 28 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS